33 C
Makassar
Rabu, November 4, 2026

Zulhas Sebut Kopdes Masuk Rantai Distribusi Beras, Bulog Siapkan Pasokan

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/kel) akan masuk dalam rantai distribusi beras subsidi pemerintah. Koperasi tersebut disiapkan menjadi salah satu jalur penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengatakan Bulog akan memasukkan beras SPHP ke pasar tradisional serta jaringan Kopdes.

“Nanti Bulog akan masukkan ke pasar-pasar tradisional, ke koperasi-koperasi Desa Merah Putih agar masyarakat bisa membeli dengan harga yang terjangkau,” kata Zulhas dalam acara Penyerahan Bantuan Beras oleh Menko Pangan di GOR Sudiang, Kota Makassar, Rabu 10 Oktober 2026.

Pemerintah sebelumnya menyiapkan 1 juta ton beras untuk program SPHP. Beras tersebut ditujukan bagi masyarakat yang tidak masuk dalam kelompok penerima bantuan pangan gratis dan dijual dengan harga Rp12.500 per kilogram.

Baca juga:  Dandes Dipangkas, Apdesi Sulsel Bidik Bantuan Perikanan Rp1,5 Miliar dari Kemenko Pangan

Zulkifli menyebut beras SPHP tersebut diperuntukkan bagi masyarakat desil 5, 6, 7, 8 dan seterusnya.

Pelibatan Koperasi Desa Merah Putih dalam distribusi beras subsidi ini sejalan dengan kebijakan Perum Bulog yang menyiapkan pasokan Beras Kita Medium untuk jaringan KDKMP.

Terpisah, Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan Bulog tidak akan membatasi jumlah beras yang dipesan Kopdes. Kebijakan tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada 20 Oktober 2026.

“Kami siapkan sebanyak yang diminta. Jadi kami tidak batasi,” kata Rizal saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Selasa 29 September 2026.

Menurut Rizal, kebijakan tanpa batas kuota tersebut merupakan bentuk dukungan Bulog terhadap program strategis Koperasi Desa Merah Putih yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Ia menjelaskan mekanisme tersebut berbeda dengan pasokan kepada pengecer yang mengikuti ketentuan Badan Pangan Nasional. Untuk pengecer, pemesanan dibatasi maksimal 2 ton sekali pesan.

Baca juga:  Wuling Bawa Mobil Listrik Aira EV ke GIIAS Makassar, Ada Program Deal n Drive

Sementara untuk KDKMP, jumlah beras yang dikirim akan menyesuaikan permintaan yang diajukan melalui Agrinas Pangan. Pemesanan dilakukan menggunakan aplikasi SPHP.

“Karena ini program strategisnya Presiden, perintahnya tadi Kepala BUMN Pak Dony Oskaria harus mendukung semaksimal mungkin. Jadi tidak ada batasan kuota,” ujar Rizal.

Minimal 100 Kopdes Jadi Pilot Project

Bulog juga menyiapkan tahap awal distribusi beras ke jaringan KDKMP melalui proyek percontohan.

Rizal mengatakan pemerintah menargetkan sedikitnya 100 KDKMP sudah dapat menerima pasokan beras Bulog sebagai pilot project sebelum 20 Oktober.

“Dalam waktu dekat, sebelum 20 Oktober harus minimal ada 100 KDKMP yang bisa dijadikan pilot project untuk dimasukkan dulu, yang lengkap,” katanya.

Bulog selanjutnya akan berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk menentukan titik-titik KDKMP yang akan didorong dalam program tersebut.

Baca juga:  Kemenhut Tutup Sementara Sejumlah Jalur Pendakian Gunung Sebab Karhutla

Rizal bahkan membuka kemungkinan jumlah koperasi yang menjadi lokasi awal distribusi melebihi target 100 KDKMP.

“Kalau bisa lebih dari 100, lebih banyak lebih bagus,” ujarnya.

Untuk produk yang disalurkan, Bulog memastikan beras yang diberikan kepada jaringan KDKMP merupakan beras kualitas medium.

“Kalau KDKMP, medium. Karena semua adalah barang subsidi pemerintah,” kata Rizal.

Dengan skema tersebut, Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya diarahkan menjadi lembaga ekonomi di tingkat desa, tetapi juga diposisikan sebagai salah satu titik distribusi pangan bersubsidi.

Namun, pemerintah masih perlu menjelaskan lebih rinci mekanisme penjualan di tingkat KDKMP, termasuk pengawasan harga, margin koperasi, wilayah distribusi, serta mekanisme memastikan beras subsidi benar-benar diterima masyarakat dengan harga yang telah ditetapkan.

Reporter : Andi Alfath

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer