Desa Terkini, Barru – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, yang berlangsung pada Senin 25 Juni 2026, berjalan sukses. Pesta demokrasi tingkat desa itu digelar di 12 desa yang tersebar di enam kecamatan.
Sebanyak 35 calon kepala desa bersaing memperebutkan kepercayaan masyarakat untuk memimpin desa masing-masing selama delapan tahun ke depan.
Pilkades kali ini turut menyita perhatian karena diwarnai fenomena politik kekerabatan. Sejumlah kontestasi mempertemukan anggota keluarga dalam perebutan kursi kepala desa, mulai dari saudara kandung, bibi dan keponakan, hingga pasangan suami istri.
Berdasarkan hasil penghitungan suara, berikut para calon yang memperoleh suara terbanyak di masing-masing desa:
- Desa Manuba: Hasnah Sultan, yang memenangkan persaingan melawan keponakannya, Sufriadi.
- Desa Madello: Arman Rifai.
- Desa Binuang: Andi Sandra, yang unggul atas dua saudara kandungnya, Andi Dharwana dan Andi Hendra.
- Desa Siawung: Sudirman.
- Desa Tompo: Alyas.
- Desa Garessi: Abdul Wahid.
- Desa Pancana: Muh Idris T.
- Desa Libureng: Rahmatullah.
- Desa Lempang: Sakaruddin.
- Desa Jangan-Jangan: Ibrahim, yang mengalahkan istrinya sendiri, Andi Hasbiah.
- Desa Bulo-Bulo: Rahman.
- Desa Bacu-Bacu: Ansar.
Secara umum, tahapan pemungutan hingga penghitungan suara berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Situasi tersebut didukung pengamanan aparat gabungan yang disiagakan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Partisipasi masyarakat juga terpantau tinggi sejak pagi hari. Warga memadati TPS untuk menggunakan hak pilih mereka dalam menentukan pemimpin desa.
Keberhasilan penyelenggaraan Pilkades serentak mendapat apresiasi dari Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari. Melalui akun Instagram resminya, @inakartikasarii, ia mengungkapkan rasa syukur karena seluruh proses penghitungan suara dapat diselesaikan tanpa hambatan berarti.
“Alhamdulillah, malam ini seluruh proses perhitungan suara di 12 desa telah selesai dilaksanakan dengan lancar. Selanjutnya, kita menunggu hasil resmi yang akan diumumkan oleh Dinas PMD sesuai mekanisme dan tahapan yang berlaku,” tulis mantan Ketua DPRD Sulsel tersebut, Senin malam.
Ina Kartika juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang berperan menyukseskan Pilkades, mulai dari panitia penyelenggara, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), jajaran TNI-Polri, Forkopimda, hingga insan pers yang turut mengawal jalannya proses demokrasi di tingkat desa.
Menurutnya, pengamanan yang dilakukan aparat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga situasi tetap kondusif selama proses pemungutan dan penghitungan suara.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat, termasuk para pendukung setiap calon, untuk tetap menjaga persatuan setelah Pilkades usai. Menurutnya, perbedaan pilihan politik tidak boleh mengganggu hubungan sosial yang telah terjalin di tengah masyarakat.
“Pesan saya, siapa pun yang dipercaya masyarakat untuk memimpin, itulah pilihan demokrasi yang harus kita hormati bersama. Jangan sampai perbedaan pilihan politik merusak hubungan kekeluargaan dan persaudaraan YASSIBERRUI yang selama ini kita jaga bersama,” katanya menegaskan.
Ina Kartika menambahkan bahwa berakhirnya Pilkades harus menjadi momentum memperkuat kembali kebersamaan demi kemajuan Kabupaten Barru.
“Karena setelah pemilihan selesai kita semua tetap hidup dalam satu kampung, satu desa, dan satu keluarga besar yang harus terus saling menjaga,” ujar Ina Kartika dalam posting-annya.



