28 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

Ribuan Warga Ikuti Hekrafnas, HAR Dorong Pengembangan Ekonomi Kreatif Gowa

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Wakil Ketua DPRD Gowa, Hasrul Abdul Rajab, mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu upaya mengembangkan potensi ekonomi daerah dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Menurut Hasrul, pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, komunitas, dan pelaku usaha agar potensi lokal dapat diolah menjadi produk maupun kegiatan ekonomi yang memiliki nilai tambah.

Dorongan tersebut sejalan dengan langkah Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, yang mengajak masyarakat dan pelaku usaha meningkatkan daya saing produk lokal.

Darmawangsyah menyampaikan hal itu saat menghadiri Fun Walk Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Sulawesi Selatan dalam rangka Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) di kawasan Istana Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sabtu (24/10).

Dalam kesempatan tersebut, Darmawangsyah menekankan pentingnya pengembangan kualitas produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Ia menyebut Kabupaten Gowa memiliki beragam potensi ekonomi, mulai dari produk UMKM hingga komoditas unggulan yang berpeluang menjangkau pasar internasional.

Baca juga:  Husniah Talenrang Dicegah ke Luar Negeri, Polda Sulsel Dalami Dugaan Intervensi Saksi

Beberapa di antaranya adalah madu dan ikan terbang. Menurut Darmawangsyah, madu asal Gowa telah menembus pasar ekspor seperti India dan China. Sementara itu, Gowa juga menjadi salah satu daerah pengekspor ikan terbang di Sulawesi Selatan.

Potensi tersebut perlu didukung peningkatan kualitas produksi, pengemasan, inovasi, serta strategi pemasaran agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Hasrul Abdul Rajab menilai pengembangan ekonomi kreatif tidak cukup hanya melalui kegiatan promosi dan pameran. Diperlukan program berkelanjutan yang mampu memperkuat kapasitas pelaku usaha dan membuka peluang pasar.

Menurut dia, Gowa memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui berbagai subsektor ekonomi kreatif. Karena itu, dukungan terhadap pelaku ekonomi kreatif perlu diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi, akses pembiayaan, hingga perluasan jaringan pemasaran.

Baca juga:  Timothy Ronald Kuasai 1,26% Saham Tempo Inti Media, Nilainya Rp2,94 Miliar

“Ekonomi kreatif harus kita dorong berkembang. Potensi lokal yang dimiliki Gowa perlu mendapatkan ruang dan dukungan agar mampu menghasilkan nilai tambah serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Hasrul.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan komunitas ekonomi kreatif dalam menghadirkan program konkret.

Dukungan tersebut, lanjut Hasrul, dapat diwujudkan melalui pelatihan, pendampingan usaha, promosi, fasilitasi perizinan, perlindungan merek, serta akses terhadap pasar dan pembiayaan.

Ia berharap pengembangan ekonomi kreatif di Gowa tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut menjadi ekosistem usaha yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Di sisi lain, Ketua DPW Gekrafs Sulawesi Selatan, Andi Rahmat Manggabarani, mengatakan pemilihan Kabupaten Gowa sebagai lokasi kegiatan tidak terlepas dari kekayaan sejarah dan budaya daerah tersebut.

Menurut dia, ekonomi kreatif memiliki keterkaitan erat dengan kebudayaan, seni, dan tari. Kawasan Istana Balla Lompoa dinilai menjadi lokasi strategis untuk memperkenalkan warisan budaya Sulawesi Selatan kepada masyarakat luas.

Baca juga:  Imbas Keputusan MSCI, Hashim Wanti-Wanti Rupiah Bisa Tembus Rp22 Ribu

Gekrafs Sulsel juga menyiapkan program Kontainer Merah Putih untuk menghimpun produk unggulan dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan agar dapat dipasarkan ke luar negeri.

“Produk-produk unggulan dari seluruh wilayah Sulawesi Selatan akan kita kumpulkan, termasuk produk unggulan Kabupaten Gowa, untuk menjadi bagian dari perwakilan Sulawesi Selatan yang akan kita ekspor bersama melalui program Kontainer Merah Putih,” ungkapnya.

Selain itu, Gekrafs berkomitmen mendukung pelaku ekonomi kreatif melalui pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI) melalui kerja sama dengan Kementerian Hukum.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, mengoptimalkan potensi daerah, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Kegiatan Fun Walk Gekrafs Sulsel itu diikuti ribuan masyarakat dan menghadirkan sekitar 30 UMKM dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Reporter : Andi Alfath

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer