Desa Terkini, Bulukumba – Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba mencanangkan sekaligus menyosialisasikan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang dirangkaikan dengan pembinaan desa di Kecamatan Rilau Ale, Kamis 16 April 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Desa Bonto Matene tersebut menetapkan tiga desa sebagai lokus pelaksanaan, yakni Desa Bonto Matene, Desa Tanah Harapan, dan Desa Topanda.
Program Desa Cantik merupakan inisiatif BPS untuk meningkatkan literasi, pengelolaan, dan pemanfaatan data statistik di tingkat desa dan kelurahan. Program ini bertujuan mewujudkan pembangunan berbasis data yang akurat, tepat sasaran, dan berkelanjutan melalui pembinaan langsung kepada aparatur desa agar mampu mengelola data statistik secara mandiri dan berkesinambungan.
Melalui program tersebut, BPS mendorong peningkatan literasi statistik, standardisasi pengelolaan data, serta optimalisasi pemanfaatan data sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan. Selain memberikan pembinaan dan pendampingan, BPS juga mendorong terbentuknya agen statistik di desa sehingga pemerintah desa tidak lagi hanya menjadi objek pendataan, tetapi menjadi subjek pembangunan yang mampu memetakan potensi dan permasalahan wilayahnya secara mandiri.
Program Desa Cantik sendiri telah diterapkan di ribuan desa dan kelurahan di berbagai daerah di Indonesia dengan melibatkan pemerintah desa, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat Sistem Statistik Nasional hingga ke tingkat desa.
Pencanangan program di Bulukumba dihadiri Kepala BPS Kabupaten Bulukumba Herbudiman Suwandi, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Bulukumba Andi Uke Indah Permatasari, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Fadli Nadjib, Camat Rilau Ale Andi Amaluddin, Kepala Bidang Persandian dan Statistik Andi Eliz Indayani, para kepala desa dari Bonto Matene, Topanda, dan Tanah Harapan, serta tokoh masyarakat.
Kepala Desa Bonto Matene, Syahiruddin, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Program Desa Cantik.
“Kami merasa terhormat dan berterima kasih atas kepercayaan BPS serta Pemerintah Kabupaten yang telah menunjuk Desa Bonto Matene sebagai salah satu lokus Desa Cantik tahun ini. Kami berkomitmen untuk mendukung penuh seluruh tahapan pembinaan statistik ini agar aparat desa kami semakin cakap dalam mengelola data demi pembangunan desa yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Camat Rilau Ale, Andi Amaluddin, berharap program tersebut mampu mendorong kemandirian aparatur desa dalam mengelola data sekaligus memperkuat integrasi antara data dan pembangunan.
“Sinergitas kegiatan pembangunan dan data harus terkoneksi dengan baik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. Kami berharap ketiga desa ini bisa menjadi desa percontohan bagi desa-desa lain di Kecamatan Rilau Ale maupun di Kabupaten Bulukumba,” ujar Andi Amaluddin.
Dalam sambutannya, Kepala BPS Bulukumba Herbudiman Suwandi menegaskan bahwa desa perlu diposisikan sebagai subjek utama dalam pengelolaan data karena menjadi sumber data dasar yang sangat penting bagi pembangunan nasional.
“Bayangkan jika hari ini kita menanam benih kesadaran data di tiga desa ini, suatu hari nanti kita akan memanen kebijakan yang tepat guna untuk masyarakat. Desa yang punya rancangan teknis berbasis data pasti akan memiliki peluang lebih besar untuk menyerap alokasi anggaran dan bantuan dari pusat,” imbuhnya.
Herbudiman juga menargetkan setiap desa peserta mampu menjadi desa percontohan dengan menghasilkan data monografi desa, website desa, serta publikasi statistik yang berkualitas.
Usai pencanangan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dimoderatori Kepala Bidang Persandian dan Statistik, Andi Eliz Indayani.
Pada sesi tersebut, Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Bulukumba Andi Uke Indah Permatasari menegaskan peran instansinya sebagai walidata daerah yang mendukung penuh implementasi Program Desa Cantik.
Menurutnya, ketersediaan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.
“Keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi yang kuat antara BPS sebagai pembina statistik, Dinas Kominfo sebagai walidata, dan pemerintah desa sebagai produsen serta pengguna data. Desa bukan lagi sekadar objek, melainkan pelaku utama dalam pembangunan berbasis data,” jelas Andi Uke.
Sementara itu, perwakilan Kepala Dinas PMD Bulukumba, Fadli Nadjib, menjelaskan bahwa data memiliki peran penting dalam penyusunan dokumen perencanaan desa, seperti RPJMDes dan RKPDes. Menurutnya, pemahaman statistik akan membantu aparatur desa menyusun perencanaan pembangunan yang berbasis bukti.
“Dengan adanya data yang kuat, perencanaan pembangunan menjadi lebih tepat sasaran. Desa Cantik memberi ruang bagi desa untuk mengenal potensinya sendiri dan memetakan masalahnya secara lebih tajam, sehingga transparansi serta akuntabilitas dapat lebih mudah dijaga,” ungkapnya.
Melalui sinergi antara BPS, Dinas Kominfo, Dinas PMD, pemerintah desa, dan masyarakat, Program Desa Cantik diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa berbasis data yang andal, sehingga pembangunan dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bulukumba.



