23.8 C
Makassar
Senin, Agustus 3, 2026

Atue, Desa Berprestasi di Lutim yang Jadi Contoh Pengelolaan Lingkungan

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Lutim – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Wagub Sulsel), Fatmawati Rusdi, melanjutkan agenda kunjungan kerjanya di Kabupaten Luwu Timur (Lutim) dengan menghadiri kegiatan Gerakan Pola Hidup Sehat dan Lingkungan Bersih di Desa Atue, Kecamatan Malili, Senin (8/6/2026). Kegiatan tersebut digelar usai menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten tersebut.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut menjadi ajang untuk mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menerapkan pola hidup sehat berbasis keluarga dan komunitas.

Fatmawati menjelaskan, pemilihan Desa Atue sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan didasarkan pada berbagai prestasi yang berhasil diraih desa tersebut dalam bidang lingkungan, statistik desa, dan pemberdayaan masyarakat.

Prestasi Desa Atue

Desa Atue diketahui telah menerima penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim), ditetapkan sebagai Desa Cantik (Desa Cinta Statistik), meraih Juara II Lomba Kebersihan Tingkat Desa, serta masuk dalam jajaran 500 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).

Menurutnya, berbagai capaian tersebut mencerminkan tingginya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengembangkan potensi desa.

“Kalau berbicara lingkungan sehat, tentu Luwu Timur harus menjadi yang terdepan. Saya yakin karena saya tahu bagaimana partisipasi dan kebersamaan masyarakatnya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Fatmawati mengajak masyarakat memulai perubahan dari lingkungan rumah tangga dengan membiasakan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Baca juga:  BRIN Tawarkan Konsep Desa Inovasi, Pembangunan Tak Lagi Bertumpu pada Infrastruktur

Ia menilai sampah yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai ekonomi sebenarnya dapat menjadi sumber pendapatan apabila dipisahkan dan dikelola secara tepat. Sampah plastik, misalnya, dapat dijual atau diolah terlebih dahulu menggunakan mesin pencacah sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi sebagai bahan baku daur ulang.

Pentingnya 3R Untuk Lingkungan

Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong pengelolaan sampah berbasis rumah tangga melalui penerapan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).

Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan bantuan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) lengkap dengan sarana pendukung berupa motor pengangkut sampah dan mesin pencacah plastik.

Fatmawati juga menyerahkan dua unit bak sampah secara simbolis kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Pemerintah Desa Atue guna memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Menurutnya, pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga dengan memisahkan sampah organik, anorganik, residu hingga limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) agar volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dapat terus ditekan.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kawasan hutan lindung dan hutan produksi yang menjadi bagian penting dari ekosistem Kabupaten Luwu Timur.

“Kebersihan dan kelestarian lingkungan bukan hanya untuk kita hari ini, tetapi juga untuk masa depan anak cucu kita. Karena itu, menjaga lingkungan harus menjadi kesadaran bersama,” tegasnya.

Baca juga:  Dana Desa Sulsel Baru Terserap 8,82 Persen per Maret, Ini Fokus Penggunaannya

Dalam kegiatan tersebut, Fatmawati juga menyoroti pentingnya penguatan ketahanan pangan keluarga sebagai salah satu langkah pengendalian inflasi daerah.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan parcel bibit hortikultura yang terdiri atas cabai Juwita, cabai Baskara, dan kangkung Bangkok kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Selain itu, bibit cabai siap tanam juga diberikan kepada lima kepala keluarga sebagai perwakilan penerima manfaat. Fatmawati mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam sedikitnya lima pohon cabai.

Menurutnya, cabai merupakan salah satu komoditas yang kerap memicu inflasi ketika pasokan menurun dan harga melonjak. Karena itu, gerakan menanam cabai di rumah dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.

Program tersebut juga sejalan dengan upaya pemanfaatan lahan pekarangan yang terus didorong pemerintah untuk memperkuat kemandirian pangan masyarakat dari tingkat rumah tangga.

Fatmawati bahkan berjanji akan kembali mengunjungi Desa Atue dalam beberapa bulan mendatang untuk melihat perkembangan program penanaman cabai yang telah dijalankan warga.

Tidak hanya itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menyerahkan bantuan 500 bibit tanaman produktif yang terdiri atas 50 pohon durian Musang King, 100 pohon durian sambung, 50 pohon alpukat sambung, 50 pohon mangga Mahathir, 50 pohon rambutan, 50 pohon manggis, 50 pohon cempedak, dan 100 pohon jengkol.

Baca juga:  Mengenal Kampung Redam, Dorong Desa Sadar HAM dan Cegah Konflik Sosial yang Akan Dibentuk di Sulsel

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada lima kepala keluarga sebagai perwakilan penerima manfaat dan diharapkan dapat mendukung penghijauan lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas lahan dan pendapatan masyarakat.

Fatmawati juga mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam tanaman obat keluarga (TOGA), jahe merah, serta berbagai komoditas produktif lainnya yang memiliki nilai ekonomi.

Sementara itu, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kepada masyarakat Luwu Timur, khususnya warga Desa Atue.

Menurutnya, Gerakan Pola Hidup Sehat dan Lingkungan Bersih sejalan dengan sejumlah program yang telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, seperti Jumat Bersih Juara dan Sabtu Sehat Juara.

“Kehadiran Ibu Wakil Gubernur menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan daerah, terutama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, lingkungan yang bersih, dan kehidupan yang berkelanjutan,” ujar Irwan.

Ia berharap sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga berbagai program lingkungan dan pemberdayaan masyarakat berjalan lebih optimal.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya dalam memperkuat gerakan hidup sehat, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, ketahanan pangan keluarga, serta pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru