23.8 C
Makassar
Senin, Agustus 3, 2026

Astra Perkuat Desa Sejahtera Sumba Timur, Tenun Ikat Jadi Penggerak Ekonomi Perempuan

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Sumba Timur – PT Astra International Tbk terus memperkuat pengembangan Desa Sejahtera Astra Sumba Timur sebagai pusat pelestarian Tenun Ikat khas Sumba sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama kaum perempuan.

Program tersebut mencakup lima desa sentra tenun di Kabupaten Sumba Timur, yakni Kampung Raja Prailiu, Mbatakapidu, Mauliru, Lambanapu, dan Kawangu. Sejak bergabung dalam program Desa Sejahtera Astra pada 2025, inisiatif ini telah memberikan manfaat kepada 1.295 warga.

Program tersebut turut mendorong peningkatan pendapatan masyarakat hingga 50 persen, menciptakan 67 lapangan kerja baru, serta memastikan seluruh hasil produksi terserap pasar.

Saat ini, ekosistem Desa Sejahtera Astra Sumba Timur melibatkan sekitar 250 perajin, dengan 97 persen di antaranya merupakan perempuan. Melalui peningkatan kapasitas, pengembangan produk, dan perluasan akses pasar, Tenun Ikat khas Sumba terus dilestarikan sebagai warisan budaya sekaligus menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat.

Baca juga:  GMTD Edukasi Pencegahan Bullying kepada 105 Siswa SD di Hari Anak Nasional

“Melalui Desa Sejahtera Astra, kami percaya bahwa setiap daerah memiliki potensi yang dapat menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat. Di Sumba Timur, pelestarian Tenun Ikat tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya perempuan, melalui penguatan kapasitas, akses pasar, dan kolaborasi yang berkelanjutan,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto.

Pengembangan Desa Sejahtera Astra Sumba Timur juga diperkuat oleh penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2023, Reza Permadi, yang menjadi penggerak transformasi desa melalui program Digital Transformation for Sustainable Tourism, Culture & Heritage.

Melalui inisiatif tersebut, Reza mengembangkan sistem manajemen pengunjung berbasis digital untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan desa wisata sekaligus memperluas visibilitas destinasi di pasar domestik maupun internasional.

Baca juga:  BCA Syariah Bangun Masjid Desa di Aceh Tamiang, Awali Program Nasional 99 Masjid Asmaul Husna

Selain itu, transformasi digital juga dimanfaatkan untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM, khususnya perajin Tenun Ikat khas Sumba. Pendekatan tersebut mengintegrasikan teknologi dengan kearifan lokal agar produk budaya memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Reza juga menerapkan pendekatan multidisiplin dalam pengembangan desa wisata dengan mendampingi masyarakat mengadopsi teknologi secara menyeluruh, mulai dari proses produksi hingga pemasaran.

Model yang dikembangkannya membuka peluang standardisasi produk kerajinan untuk pasar ekspor serta memperkuat kewirausahaan desa melalui pengembangan unit usaha berbasis digital. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif tanpa menghilangkan identitas budaya masyarakat Sumba Timur.

Astra menyatakan pengembangan Desa Sejahtera Astra Sumba Timur merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan potensi lokal. Upaya tersebut juga sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di Indonesia.

Baca juga:  HUT Ke-58, PT Vale Genjot Hilirisasi, Lingkungan, dan SDM di Morowali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru