35 C
Makassar
Kamis, September 17, 2026

Unhas Bentuk Lembaga Transformasi Digital dan AI, Prof Muhammad Niswar Ditunjuk sebagai Ketua

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Universitas Hasanuddin (Unhas) membentuk Lembaga Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial atau AI sebagai langkah strategis mempercepat transformasi digital di lingkungan kampus. Lembaga baru tersebut dipimpin Prof. Dr. Eng. Ir. Muhammad Niswar, S.T., M.InfoTech. yang dilantik bersama 20 pejabat lainnya di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Selasa 7 Juli 2026.

Pembentukan lembaga ini menjadi bagian dari restrukturisasi organisasi yang dilakukan Unhas untuk memperkuat tata kelola perguruan tinggi dalam menghadapi perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

Selain membentuk lembaga baru, Unhas juga menambah jumlah wakil rektor dari empat menjadi lima sebagai upaya memperluas mandat kepemimpinan dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi.

Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., mengatakan kehadiran Lembaga Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial merupakan langkah strategis agar Unhas tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga menjadi pelopor inovasi di era AI.

“Teknologi ini akan membentuk cara kita belajar, bekerja, melakukan riset, hingga melayani masyarakat. Karena itu, Unhas harus menjadi pemain sekaligus pencipta tren, bukan sekadar mengikuti perkembangan,” ujar Prof. Jamaluddin Jompa.

Baca juga:  Dua Mahasiswa dari Sulsel Tembus Talenta Digital Terbaik IndonesiaNEXT 2026

Menurutnya, pemanfaatan AI akan diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan, penelitian, tata kelola, hingga layanan kampus sebagai fondasi membangun universitas yang lebih modern, adaptif, dan berbasis teknologi.

Prof. Jamaluddin Jompa juga menekankan bahwa penguatan kelembagaan harus berjalan beriringan dengan hilirisasi hasil riset. Ia berharap berbagai inovasi yang dihasilkan sivitas akademika tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Hasil riset harus sampai ke hilir. Inovasi yang kita lahirkan harus berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjawab persoalan nyata yang dihadapi bangsa,” tegasnya.

Lembaga baru tersebut dipimpin oleh Prof. Muhammad Niswar yang telah lama berkecimpung dalam pengembangan teknologi informasi di Unhas. Akademisi kelahiran Ujung Pandang, 22 September 1973 itu sebelumnya pernah menjabat Direktur Sistem Teknologi Informasi Unhas dan terakhir memimpin Unit Kerja Khusus (UKK) Layanan Sains dan Jasa Laboratorium Unhas.

Baca juga:  Pembatasan Gawai di Sekolah Mulai Disiapkan, Ini Mekanismenya

Prof. Niswar menilai kecerdasan artifisial tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi dunia pendidikan. Menurutnya, AI justru dapat menjadi mitra yang memperluas kapasitas manusia apabila dimanfaatkan secara tepat dan tetap berpegang pada etika akademik.

“Banyak yang mengatakan AI akan membuat mahasiswa menjadi kurang berpikir. Saya justru melihat sebaliknya. Kita harus belajar hidup berdampingan dengan AI. Yang perlu dibangun bukan ketergantungan, tetapi kemampuan memanfaatkan AI untuk menghasilkan proses belajar yang lebih berkualitas dan lebih kritis,” jelasnya.

Sebagai tahap awal, Unhas akan mengembangkan sejumlah sistem berbasis AI, di antaranya AI Powered Assessment and Proctoring untuk membantu dosen menyusun instrumen evaluasi pembelajaran, menganalisis kualitas soal, hingga mendukung pengawasan ujian secara lebih objektif.

Selain itu, kampus juga menyiapkan AI Powered Manuscript Review and Editing Tools yang dirancang membantu penyuntingan naskah ilmiah, pemeriksaan struktur penulisan, serta memberikan rekomendasi penyempurnaan manuskrip sebelum dipublikasikan pada jurnal nasional maupun internasional.

Penguatan transformasi digital juga dilakukan melalui pengembangan sistem Data Processing and Analytics yang memungkinkan pengelolaan data akademik, penelitian, sumber daya manusia, hingga administrasi secara terintegrasi. Analisis berbasis AI tersebut diharapkan mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan berbasis data.

Baca juga:  Kelangkaan BBM dan LPG Berdampak ke Sekolah, Pembelajaran di Sulsel Dialihkan Daring

Untuk menunjang implementasinya, Unhas juga menyiapkan infrastruktur komputasi berkapasitas tinggi melalui penyediaan server yang akan menjadi fondasi berbagai aplikasi AI di lingkungan kampus.

“AI tidak boleh sekadar menjadi tren teknologi. AI harus menjadi mitra akademik yang membantu dosen mengajar lebih efektif, membantu mahasiswa belajar lebih mendalam, memperkuat kualitas riset, dan mendukung tata kelola universitas yang semakin cerdas. Di situlah transformasi digital menemukan maknanya,” tegas Prof. Niswar.

Sejalan dengan pembentukan lembaga tersebut, Unhas juga meluncurkan Artificial Intelligent System Unhas sebagai fondasi pengembangan berbagai layanan berbasis AI.

Sistem ini diharapkan mampu memperkuat mutu pembelajaran, meningkatkan daya saing riset, mempercepat pengambilan keputusan berbasis data, sekaligus mendukung visi Unhas menjadi perguruan tinggi yang memimpin transformasi pendidikan tinggi di era kecerdasan artifisial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru