Desa Terkini, Jakarta – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama World Bank meluncurkan Program Swasemba Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI) yang ditargetkan menjangkau 7.000 hingga 10.000 desa di seluruh Indonesia. Melalui program tersebut, setiap desa berpeluang memperoleh dukungan hingga Rp2,5 miliar untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendorong ekonomi hijau.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, mengatakan Program SEHATI menjadi salah satu upaya pemerintah mempercepat pembangunan desa sekaligus memperkuat sektor pertanian dan perikanan sebagai penopang ekonomi masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Yandri saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Sektor Kelautan dan Perikanan di Ballroom Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gedung Mina Bahari III, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Dipaparkan Yandri, Program SEHATI akan difokuskan pada pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan, termasuk memperkuat ketahanan pangan melalui berbagai potensi lokal.
“Salah satu yang disasar adalah Desa Nelayan. Kami akan menggerakkan budidaya perikanan darat, termasuk mungkin budidaya rumput laut,” kata Mendes Yandri.
Ia menjelaskan, program tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kapasitas desa dalam mengembangkan sektor unggulan, mulai dari pertanian, perikanan, hingga ekonomi hijau berbasis potensi lokal.
Selain Program SEHATI, Kemendes PDT terus memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) sebagai penggerak ekonomi desa. Saat ini, jumlah BUMDesa telah mencapai lebih dari 45 ribu unit yang bergerak di berbagai sektor, termasuk pangan, pertanian, dan kelautan.
“BUMDesa saat ini jumlahnya lebih dari 45 ribu dengan usaha di bidang Desa Tematik, yaitu pangan, pertanian, dan kelautan,” kata Mendes Yandri.
Menurutnya, kolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan telah memberikan hasil nyata. Saat ini hampir 1.000 BUMDesa telah menjadi pemasok bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami berterima kasih kepada Kementerian Keluatan atas pendampingan program Kemendes selama ini. Saat ini hampir 1.000 BUMDesa jadi penyuplai bahan baku Makan Bergizi Gratis,” kata Mendes Yandri.
Yandri berharap semakin banyak BUMDesa yang dilibatkan sebagai pemasok utama bahan baku MBG melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga manfaat ekonomi dari program prioritas pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa.
Rakornas tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati, Wakil Menteri Dalam Negeri Ahmad Wiyagus, serta para gubernur dan bupati dari berbagai daerah di Indonesia.



