34 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

Wartawan Rentan Alami Gangguan Mental, Menkomdigi Dorong Debriefing

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mendorong perusahaan media menerapkan praktik debriefing atau pemberian waktu jeda bagi wartawan setelah menjalani peliputan berat.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kesehatan mental wartawan yang rentan mengalami tekanan akibat paparan informasi secara terus-menerus, terutama saat meliput konflik.

“Wartawan berpotensi yang rentan terhadap gangguan mental disorder karena tiap hari harus menyerap berbagai informasi. Dan saya dulu mengalami, bahwa memang tidak mudah. Seperti waktu dalam kondisi misalnya habis meliput daerah konflik,” kata Meutya saat menghadiri kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi wartawan senior di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Meutya menegaskan, perusahaan media perlu memberikan dukungan kepada wartawan setelah menjalani peliputan berat.

Baca juga:  Bukan di Lapangan, Warga Desa di Kalbar Ini Gelar Upacara HUT RI di Lahan Bekas Karhutla

“Jadi saya rasa itu yang menjadi penting. Praktik-praktik yang harus dijalankan oleh perusahaan-perusahaan media. Praktik debriefing atau memberi waktu teman-teman wartawan,” ujarnya.

Di sisi lain, wartawan juga perlu mengenali batas kemampuan diri dan berani mengambil jeda ketika merasa membutuhkannya.

Hal ini penting agar mereka dapat menjaga kondisi diri setelah menghadapi tekanan selama peliputan.

“Jadi kuncinya adalah jeda dari satu peliputan berat ke peliputan berat lainnya,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer