Desa Terkini, Jakarta – Pemerintah berencana membentuk badan usaha milik negara (BUMN) khusus tekstil untuk mengonsolidasikan industri tekstil nasional.
Perusahaan baru tersebut akan mengakuisisi sejumlah perusahaan, termasuk PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang telah dinyatakan pailit.
Menteri Perindustrian Sarmuji mengatakan, BUMN Tekstil akan menjadi wadah pengembangan perusahaan tekstil yang sudah beroperasi di Indonesia.
Langkah ini diharapkan dapat menyatukan keunggulan masing-masing perusahaan guna meningkatkan daya saing industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional.
“Memang nanti ada beberapa perusahaan tekstil yang diakuisisi. Iya [termasuk Sritex], dan beberapa perusahaan nanti diakuisisi,” ujar Sarmuji, Rabu (14/10/2026).
Menurut Sarmuji, setiap perusahaan memiliki keunggulan berbeda yang dapat disinergikan melalui konsolidasi.
“Itu menjadi lebih bermakna nanti karena menyatukan beberapa kekuatan. Satu tekstil dengan perusahaan tekstil lain punya kekuatan masing-masing. Nanti kita akan sinergikan,” tutur dia.
Sebagai informasi, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah membahas rencana tersebut bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, yang dipersiapkan untuk mendukung pendanaan pembentukan BUMN Tekstil.
Sebelumnya, CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan bahwa pemerintah akan mendirikan perusahaan baru untuk mengembangkan perusahaan tekstil yang sudah ada sekaligus mendorong integrasi kawasan industri TPT nasional.
“Kita akan bikin perusahaan baru unutk bisa mengembangkan perusahaan-perusahaan yang sudah ada. Kita lihat bisa berpartner dengan yang sudah ada,” ujar Rosan pada akhir September lalu.


