34 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

MUI Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Isu Dukungan terhadap Israel

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah membatalkan rencana konser penyanyi asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia. Desakan ini muncul setelah pemerintah membatalkan konser musisi asal Amerika Serikat, Israel Houghton, bersama grup musik Israel & New Breed.

Konser Andrea Bocelli dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026 dan di Jakarta pada 3 November 2026.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, meminta pemerintah konsisten menolak kegiatan yang melibatkan figur yang dinilai mendukung Zionisme.

Menurut Sudarnoto, Indonesia memiliki landasan historis dan konstitusional untuk menentang penjajahan serta mendukung perjuangan bangsa Palestina.

“Kali ini kembali saya ingin menegaskan bahwa rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan kita pada kemanusiaan,” ujar Sudarnoto, Sabtu 10 Oktober 2026.

Sudarnoto menilai sikap pemerintah terhadap rencana konser tersebut harus sejalan dengan keputusan pembatalan konser Israel Houghton dan Israel & New Breed.

MUI Soroti Rekam Jejak Andrea Bocelli

MUI menyampaikan penolakan terhadap konser Andrea Bocelli dengan menyoroti rekam jejak penyanyi tersebut. Sudarnoto menyebut Bocelli pernah terlibat dalam kegiatan penggalangan dana untuk pasukan militer Israel (IDF) di Los Angeles pada 2010. Selain itu, Bocelli juga pernah menggelar konser di Tel Aviv pada 2022.

Berdasarkan hal tersebut, MUI menilai pemberian panggung kepada figur yang dianggap mendukung kekuatan militer Israel tidak dapat ditoleransi, terutama di tengah situasi kemanusiaan di Gaza.

Sudarnoto juga menyoroti dugaan dukungan kementerian terkait, termasuk Kementerian Pariwisata serta Kementerian Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif, terhadap rencana kedatangan Bocelli.

Ia mengingatkan pemerintah agar tidak mengutamakan keuntungan ekonomi dengan mengabaikan sikap Indonesia terhadap penjajahan Palestina.

Menurut Sudarnoto, menghadirkan figur yang dinilai pro-Zionisme demi kepentingan ekonomi bertentangan dengan semangat bangsa Indonesia dalam menentang penjajahan.

Baca juga:  Kemenpar Garap Wisata Tematik Lewat Famtrip, Libatkan 10 Biro Perjalanan

“Jangan berikan panggung kepada siapa pun yang ikut mendanai pembunuh warga Gaza dan Palestina,” kata Sudarnoto.

MUI Minta Kementerian Tidak Mendukung Konser

Lebih lanjut, Sudarnoto merujuk pada ketetapan fatwa MUI yang mengharamkan dukungan terhadap Israel maupun pihak-pihak yang mendukung penjajahan Israel atas Palestina.

Ia meminta seluruh kementerian dan lembaga negara mempertimbangkan ketetapan tersebut dalam menyikapi rencana konser Andrea Bocelli.

Menurutnya, pemerintah perlu mengutamakan kemaslahatan, ketenteraman, dan harmoni masyarakat Indonesia yang mengecam serangan Israel di Gaza.

MUI berharap pemerintah segera mengambil keputusan terkait konser tersebut, sebagaimana sikap yang sebelumnya diambil terhadap rencana konser Israel Houghton dan Israel & New Breed.

“Kami sangat mengapresiasi jika pemerintah segera mengambil sikap tegas untuk membatalkan konser ini,” tutup Sudarnoto.

Profil Andre Bocelli

Andrea Bocelli merupakan penyanyi tenor asal Italia yang dikenal lewat kemampuannya memadukan musik klasik, opera, dan pop. Lahir di Lajatico, Tuscany, pada 22 September 1958, Bocelli membangun karier internasional meski kehilangan penglihatannya saat berusia 12 tahun akibat komplikasi glaukoma dan cedera kepala ketika bermain sepak bola.

Perjalanan Bocelli di industri musik dimulai sejak kecil. Ia belajar piano pada usia enam tahun, kemudian mempelajari sejumlah instrumen lain, termasuk flute dan saksofon. Dukungan keluarga turut membantunya mengembangkan bakat musik yang kelak mengantarkannya ke panggung internasional.

Sebelum sepenuhnya menekuni dunia musik, Bocelli juga menempuh pendidikan hukum di Universitas Pisa. Ia sempat bekerja sebagai pengacara, sembari mengasah kemampuan menyanyi dan tampil di sejumlah bar untuk membiayai pelajaran vokalnya.

Nama Andrea Bocelli mulai dikenal luas di Italia setelah memenangkan kategori pendatang baru dalam Festival Sanremo 1994 melalui lagu Il mare calmo della sera. Pada tahun yang sama, ia merilis album debut dengan judul serupa.

Baca juga:  Konflik Timur Tengah, MUI Desak Pemerintah Lindungi WNI di Arab Saudi

Kemenangan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya. Bocelli tidak hanya memperoleh perhatian publik, tetapi juga mulai memasuki dunia opera. Pada 1994, ia menjalani debut opera melalui Macbeth karya Giuseppe Verdi dengan memerankan Macduff.

Popularitasnya semakin meluas setelah membawakan lagu Con te partirò, yang kemudian dikenal secara internasional melalui versi duet berbahasa Inggris, Time to Say Goodbye, bersama penyanyi Inggris Sarah Brightman.

Lagu tersebut menjadi salah satu karya paling identik dengan Bocelli dan memperkenalkan karakter vokalnya kepada pendengar di berbagai negara.

Album Sukses dan Perpaduan Musik Klasik-Pop

Setelah menembus pasar internasional, Bocelli merilis sejumlah album yang memperkuat posisinya di industri musik. Album Bocelli dirilis pada 1995, disusul Romanza pada 1997 dan Sogno pada 1999.

Karya-karyanya menjangkau pendengar musik klasik maupun pop. Kemampuan membawakan repertoar opera dengan pendekatan vokal yang mudah diterima pendengar umum menjadi salah satu ciri khasnya.

Sepanjang kariernya, Bocelli juga tampil di berbagai panggung prestisius, termasuk pertunjukan opera dan konser berskala besar di Eropa serta Amerika Serikat.

Menurut biografi pada situs resminya, Bocelli telah menjual lebih dari 90 juta album di seluruh dunia. Angka tersebut mencerminkan jangkauan komersial kariernya yang melampaui batas genre musik klasik.

Selain dikenal sebagai penyanyi solo, Andrea Bocelli juga kerap berkolaborasi dengan musisi dari berbagai genre.

Salah satu kolaborasinya yang terkenal adalah lagu The Prayer bersama Celine Dion. Lagu tersebut memperoleh nominasi Grammy pada 2000 dalam kategori Best Pop Collaboration With Vocals.

Bocelli juga berkolaborasi dengan Sarah Brightman melalui Time to Say Goodbye, yang menjadi salah satu lagu paling dikenal sepanjang kariernya.

Baca juga:  Bendahara Desa Lampoko Sulbar Jadi Tersangka Korupsi Dandes Rp764 Juta, Diduga Untuk Judol

Pada 2017, ia bekerja sama dengan Ed Sheeran dalam lagu Perfect Symphony, adaptasi bernuansa klasik dari lagu Perfect. Kolaborasi tersebut mempertemukan vokal pop Sheeran dengan karakter tenor Bocelli dan dirilis melalui kanal resmi Sheeran.

Kerja sama lintas genre tersebut memperlihatkan bagaimana Bocelli tetap menjangkau pendengar generasi baru tanpa meninggalkan akar musik klasik yang membentuk kariernya.

Penghargaan dan Pengakuan Internasional

Sepanjang kariernya, Andrea Bocelli memperoleh berbagai penghargaan dan nominasi musik internasional.

Bocelli tercatat masuk nominasi Grammy Awards kategori Best New Artist pada 1999. Namun, ia tidak memenangkan penghargaan tersebut. Pemenangnya adalah Lauryn Hill.

Ia juga memperoleh nominasi Grammy untuk sejumlah karya lain, termasuk The Prayer bersama Celine Dion dan album Sì.

Selain penghargaan musik, Bocelli menerima bintang di Hollywood Walk of Fame pada 2010 sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam industri hiburan.

Pengakuan tersebut melengkapi perjalanan panjangnya sebagai penyanyi yang berhasil mempertemukan tradisi vokal opera Italia dengan musik populer.

Kegiatan Kemanusiaan dan Dukungan bagi Penyandang Disabilitas

Di luar karier musik, Bocelli terlibat dalam kegiatan filantropi melalui Andrea Bocelli Foundation. Yayasan tersebut menjalankan berbagai program yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan peningkatan akses terhadap kesempatan hidup yang lebih baik.

Pengalaman hidup sebagai penyandang tunanetra juga menjadi bagian penting dari perjalanan personalnya. Namun, karier Bocelli tidak hanya bertumpu pada kisah disabilitasnya, melainkan juga pada pendidikan musik, latihan vokal, dan konsistensi mengembangkan kemampuan sebagai penyanyi profesional.

Perjalanan hidupnya menunjukkan bagaimana pendidikan, dukungan keluarga, dan pengembangan keterampilan berperan dalam membentuk karier panjang di industri musik internasional.

Reporter : Bayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer