Desa Terkini, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) bakal membuka sekitar 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada pekan ini, dengan memprioritaskan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Pembukaan dapur baru tersebut akan diprioritaskan di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Bali, serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi hingga sangat tinggi.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan pembukaan ratusan dapur tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendahulukan wilayah yang dinilai membutuhkan layanan MBG.
“Minggu ini saya rencana buka ada sekitar 900, hampir 1.000 di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Bali. Ya, daerah 3T sama prevalensi stunting tinggi dan tinggi sekali. Jadi kita ingin yang prioritas kita beresin dulu lah,” ujar Sudaryono di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026).
Menurut Sudaryono, BGN juga melakukan pendataan terhadap dapur yang bangunannya telah selesai, tetapi belum mulai beroperasi untuk melayani penerima manfaat.
Pembukaan dapur SPPG tersebut dilakukan berdasarkan sistem yang telah disiapkan oleh BGN.
Sudaryono menegaskan bahwa seluruh proses pembukaan dapur dilakukan secara by system. Ia memastikan tidak ada pihak yang ditunjuk untuk menawarkan jasa maupun menjadi perantara dalam proses pembukaan SPPG.
“Tentunya pembukaan dapur ini tidak, ini by system semua, jadi enggak ada orang yang akan datang janjiin jasa, biasa kan suka ada calo ya, ini nanti kalau tolong diberitakan ya, enggak ada calonya di sini,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada biaya yang perlu dibayarkan dalam proses pembukaan tersebut karena program MBG merupakan program pemerintah.


