27.1 C
Makassar
Selasa, Agustus 4, 2026

Viral! Gubernur Andi Sudirman Jelaskan Maksud Pernyataan “Semakin Tanam Pisang, Semakin Tidak Saya Kerja”

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Maros – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman viral di sosial media setelah pernyatannya di Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-67 Kabupaten Maros di Kantor DPRD Maros, Selasa 7 Juli 2026.

Ia mengaku bahwa aksi protes masyarakat dengan menanam pohon pisang di ruas jalan provinsi yang rusak tidak akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan prioritas pembangunan. Ia bahkan mengaku semakin diprotest, semakin tidak dikerjakan.

“Sudah banyak di TikTok protes. Ini saja kita bangun jalan 1.000 km, perencanaannya masih banyak tanam pisang. Kenapa? Karena ada yang bocorkan jumlah jalan. Saya bilang semakin tanam pisang semakin saya tidak kerja,” kata Andi Sudirman.

Ia mengaku tidak ingin muncul anggapan bahwa aksi protes tertentu dapat memengaruhi atau mengubah prioritas pembangunan pemerintah. Menurutnya, jika hal tersebut terjadi, aksi serupa dikhawatirkan akan meluas di berbagai daerah.

Baca juga:  Flash Charging dan Dual Mode Jadi Senjata Baru BYD Haka Auto Gaet Calon Pengguna

Andi Sudirman bahkan mencontohkan proyek pembangunan stadion yang sempat tertunda selama tiga tahun akibat aksi demonstrasi.

“Bayangkan kalau demo semua yang lain, saya tersiksa Pak,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan bahwa seluruh program pembangunan, termasuk pembangunan infrastruktur jalan, disusun berdasarkan perencanaan dan kemampuan keuangan daerah.

“Kita bekerja sesuai dengan perencanaan dan program. Kalau cukup uang saya akan kerjakan semua bahkan dengan pakai emas kalau perlu,” tambahnya.

Andi Sudirman juga mengungkapkan pernah ada proyek jalan yang kehilangan sebagian alokasi dana dari pemerintah pusat setelah polemik di lapangan mencuat. Bantuan yang semula mencapai Rp110 miliar sempat berkurang menjadi Rp48 miliar sebelum akhirnya ditambah melalui APBD sebesar Rp30 miliar sehingga total anggaran menjadi Rp78 miliar.

Menanggapi beredarnya pernyataannya tersebut, Andi Sudirman kemudian memberikan klarifikasi bahwa ucapannya bukan berarti Pemerintah Provinsi (Pemprov Sulsel) tidak akan memperbaiki jalan yang rusak apabila masyarakat melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang.

Baca juga:  DPRD Gowa Jadwalkan Ulang Rapat Pansus Hak Angket dengan Bupati, Ini Alasannya

Menurutnya, pernyataan itu dimaksudkan sebagai ajakan agar masyarakat tidak melakukan tindakan yang berpotensi menghambat proses penanganan maupun pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

“Kita pahami penanaman pisang itu bentuk protes masyarakat. Tapi kita sudah memiliki kontrak pekerjaan jalan 1.000 kilometer. Jadi pemerintah bekerja berdasarkan perencanaan, bukan karena ada pohon pisang yang ditanam di jalan,” ujar Andi Sudirman Sulaiman.

Ia memastikan Program Pembangunan Jalan Provinsi sepanjang 1.000 kilometer melalui skema Multi Years Project (MYP) tetap berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan dengan mempertimbangkan skala prioritas, kesiapan teknis, kontrak pekerjaan, dan kemampuan anggaran.

“Insya Allah semuanya akan ditangani secara bertahap sesuai perencanaan dan kontrak kerja. Yang kita harapkan adalah dukungan masyarakat agar pekerjaan bisa berjalan lancar,” katanya.

Baca juga:  Desa Perlu Optimalkan HT sebagai Sistem Komunikasi Darurat

Pemprov Sulsel, lanjutnya, terus merealisasikan program tersebut. Pada 5 Juli 2026 telah dilakukan groundbreaking Paket 6 MYP di ruas Bua–Rantepao, Kabupaten Luwu, yang mencakup penanganan sekitar 20 ruas jalan di sembilan kabupaten/kota.

Sementara itu, pekerjaan pada Paket 1 hingga Paket 5 juga terus berlanjut. Sejumlah ruas telah memasuki tahap pengaspalan, pembangunan drainase, bahu jalan, dinding penahan tanah, hingga preservasi jalan di Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Sidrap, Wajo, Soppeng, Bone, Barru, Pinrang, Enrekang, dan Pangkep.

Sebelum menghadiri rapat paripurna HUT ke-67 Kabupaten Maros, Andi Sudirman juga melakukan groundbreaking proyek duplikasi atau pelebaran Jembatan Sungai Maros A di ruas poros Makassar–Maros. Proyek tersebut diharapkan dapat mengurangi kemacetan di salah satu titik lalu lintas tersibuk di wilayah tersebut.

Reporter : Andi Alfath

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru