23.8 C
Makassar
Senin, Agustus 3, 2026

Jalan Licin Akibat Proyek Sedimen Dibersihkan, BBWS Kerahkan Truk Tangki Air

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Jalan berlumpur di kawasan Benteng Somba Opu, tepatnya di Jalan Daeng Tata, Kecamatan Tamalate, Makassar, akhirnya dibersihkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang.

Pembersihan dilakukan menyusul keluhan warga setelah sejumlah pengendara sepeda motor dilaporkan terjatuh akibat jalan yang licin karena tumpahan material lumpur dari proyek pengerukan sedimen.

Pantauan di lokasi pada Rabu 16 Juli 2026 sore menunjukkan sekitar 20 petugas BBWS dikerahkan untuk membersihkan material lumpur yang menutupi badan jalan sepanjang kurang lebih 300 meter.

Para petugas menggunakan sekop untuk mengangkat endapan lumpur, sementara satu unit truk tangki air disiagakan guna menyemprot sisa-sisa lumpur yang masih menempel di permukaan jalan.

Baca juga:  Ground Breaking Jalan Rantepao-Baruppu Torut Jadi Langkah Perkuat Mobilitas dan Distribusi Hasil Pertanian

Proses pembersihan dimulai sekitar pukul 13.55 Wita dan rampung pada pukul 15.16 Wita. Selama kegiatan berlangsung, sejumlah pengendara sempat memperlambat laju kendaraan bahkan berhenti sejenak saat petugas bekerja.

Petugas Lapangan Kawasan Waduk Pantai Longstorage BBWS Pompengan Jeneberang, Irhan, mengatakan pembersihan dilakukan sebagai respons atas banyaknya laporan masyarakat terkait kecelakaan yang dipicu jalan licin.

“Hari ini kami turun ke lapangan membawa satu truk mobil tangki air untuk menyiram bekas lumpur di jalan. Sekitar 20 pekerja juga kami kerahkan dengan peralatan masing-masing, targetnya hari ini selesai,” ujarnya.

Irhan menjelaskan, lumpur yang mengotori jalan berasal dari proyek pengerukan sedimen di sekitar PDAM Unit Tamalate. Pengerukan tersebut dilakukan untuk mengangkat endapan sedimen yang dinilai mengganggu kualitas air.

Baca juga:  BYD Gandeng PSG dan Manchester City Perkuat Strategi Global Kendaraan Listrik

“Ini pengerukan sedimen di depan PDAM, tujuannya agar kualitas air lebih berkualitas,” katanya.

Menurut Irhan, proyek tersebut merupakan pekerjaan BBWS Pompengan Jeneberang. Ia mengakui pembersihan jalan sebenarnya dijadwalkan setelah pekerjaan pengerukan selesai, namun dipercepat karena banyaknya keluhan dari masyarakat.

“Ini dari balai, kalau kami hanya bagian pembersihan. Seharusnya pembersihan nanti setelah selesai, tapi sudah banyak keluhan hari ini kami turun,” pungkasnya.

Sebelumnya, beberapa pengendara motor dilaporkan terjatuh saat melintasi Jalan Daeng Tata yang dipenuhi lumpur akibat material tanah dari proyek pengerukan sedimen.

Reporter : Andi Alfath

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru