Desa Terkini, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan pemenuhan hak korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 terus dilakukan, termasuk penyaluran santunan kepada keluarga korban meninggal dunia.
Penyerahan santunan dilakukan PT Jasa Raharja dan PT Jasa Raharja Putera kepada keluarga korban di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu 19 September 2026 lalu.
Dari tiga korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi sebelumnya, ahli waris satu korban telah menerima santunan. Ketiga korban tersebut yakni Surya, Muhammad Abdianoor, dan Yuli.
Proses identifikasi ketiganya telah selesai dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan.
Ahli waris Surya telah menerima total santunan Rp70 juta. Rinciannya, Rp50 juta dari PT Jasa Raharja dan Rp20 juta dari PT Jasa Raharja Putera.
Sementara itu, ahli waris Muhammad Abdianoor dan Yuli belum melapor untuk proses penyaluran santunan. Masing-masing korban telah diberikan biaya penguburan sebesar Rp6 juta sebagai bagian dari penanganan awal.
Plt. Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) Kementerian Perhubungan, Triono, mengatakan pemerintah memastikan hak korban tetap dipenuhi melalui mekanisme santunan sesuai ketentuan.
“Penanganan korban menjadi perhatian kami, termasuk memastikan proses penyerahan jenazah dan pemenuhan hak melalui santunan dapat berjalan dengan baik. Untuk ahli waris yang sudah melapor, proses santunan dapat segera dilakukan, sedangkan untuk korban yang ahli warisnya belum melapor, kami tetap mengawal agar prosesnya dapat dilanjutkan sesuai dengan ketentuan,” ujar Triono.
Menurut Kemenhub, proses pemenuhan hak korban menjadi bagian dari penanganan pascakecelakaan KMP Virgo Transport 8. Pemerintah juga menyampaikan duka cita kepada keluarga korban meninggal dunia dan memastikan penanganan bersama pihak terkait terus dilakukan.
Pencarian Korban Masih Berlanjut
Di sisi lain, proses pencarian korban KMP Virgo Transport 8 masih berlangsung. Tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah pada Senin 21 September 2026.
Satu jenazah ditemukan di Pantai Seruyan, Kalimantan Tengah, sedangkan satu lainnya ditemukan di badan kapal oleh tim SAR. Kedua jenazah kemudian dievakuasi untuk menjalani proses identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.
Kepala SAR Mission Coordinator (SMC) Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan salah satu jenazah ditemukan di wilayah Pantai Seruyan dan proses evakuasinya dikoordinasikan dengan Kantor SAR Palangka Raya.
“Ada penemuan dari korban KM Virgo yang ditemukan di Pantai Seruyan, Kalteng. Kami koordinasikan dengan kantor SAR palangkaraya, jenazah dievakuasi dalam perjalanan menuju RS Bhayangkara Banjarmasin,” kata Putu, Selasa 22 September 2026.
Dengan tambahan dua jenazah tersebut, total korban yang telah ditemukan mencapai 123 orang. Sebanyak 15 orang di antaranya meninggal dunia dan 108 orang dinyatakan selamat, sementara 120 orang lainnya masih dalam pencarian.
Proses evakuasi korban terus dilakukan, termasuk dengan dukungan helikopter milik Basarnas yang mendarat di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.
Reporter : Bayu


