28 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

BBM Sulsel Masih Antre, Gubernur Soroti Nozel SPBU hingga Minta Tambahan Kuota

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman akan meminta pemerintah pusat menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) untuk Sulsel. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya permintaan BBM yang masih memicu antrean di sejumlah SPBU.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan permintaan BBM di Sulsel saat ini meningkat dibanding sebelumnya. Hal tersebut disampaikannya setelah memantau langsung kondisi penyaluran BBM bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan jajaran Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi di SPBU Jalan AP Pettarani, Makassar, Sabtu 12 September 2026.

Pemantauan tersebut merupakan tindak lanjut evaluasi penyaluran BBM yang dilakukan dalam dua hari terakhir.

“Kita akan meminta ke kementerian menambah kuota ke Sulsel karena banyak permintaan. Dulunya 700, sekarang 1.000-an lebih. Memang ada peningkatan,” kata Andi Sudirman dikutip dari Antara.

Evaluasi SPBU

Selain persoalan peningkatan permintaan, pemerintah daerah menemukan kendala teknis dalam proses pengisian BBM di SPBU.

Baca juga:  Menko Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga Akhir 2026

Andi Sudirman mengatakan masih terdapat nozel yang belum dioptimalkan. Pemprov Sulsel kemudian mendorong agar seluruh nozel yang tersedia dapat difungsikan untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

“Kita kembali melakukan pemantauan kondisi setelah evaluasi dua hari. Kita melihat pertama, kita temukan di lapangan adanya nozel yang perlu ditertibkan. Kita mendorong untuk mengaktifkan semua nozel agar bisa digunakan,” ujarnya.

Pemprov Sulsel juga mendorong Pertamina melakukan penyesuaian penggunaan nozel berdasarkan jenis BBM yang paling banyak dibutuhkan masyarakat.

“Kita akan inovasi nozel, yang kosong kita akan ubah jadi Pertalite dan Pertamax untuk diakses. Kita terus dorong Pertamina,” kata Andi Sudirman.

Selain optimalisasi nozel, pengaturan kendaraan, khususnya truk, dilakukan untuk mengurangi kepadatan antrean di SPBU.

Persoalan operasional SPBU sebelumnya juga ditemukan Andi Sudirman saat melakukan inspeksi mendadak pada Kamis 10 September 2026 di lokasi yang sama.

Baca juga:  Bupati Gowa Dorong Lulusan Polbangtan Jadi Penggerak Pertanian Berbasis Teknologi

Saat itu, dari empat nozel yang tersedia, hanya satu operator yang melayani konsumen. Kondisi tersebut dinilai memperlambat proses pengisian BBM dan berpotensi memperpanjang antrean.

Pemprov Kurangi Mobilitas

Pemprov Sulsel juga mengambil langkah sementara untuk mengurangi mobilitas masyarakat dengan menerapkan pembelajaran secara daring selama sepekan di sejumlah daerah terdampak.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi volume kendaraan di jalan sehingga kepadatan, termasuk antrean di SPBU, dapat ditekan.

Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan penyaluran BBM berjalan dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Andi Sudirman meminta masyarakat tetap bersabar selama proses penanganan persoalan BBM berlangsung.

“Saya mohon kesabaran masyarakat,” katanya.

Pertamina Klaim Stok Aman

Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM di wilayah Sulawesi Selatan masih aman. Pertamina juga menyatakan tidak ada pengurangan pasokan maupun armada distribusi.

Baca juga:  BYD Haka Karebosi Kenalkan Perbedaan M6 EV dan M6 DM di GIIAS Makassar

Community Relation PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Okky Aditya mengatakan penyaluran BBM tetap dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas tangki masing-masing SPBU.

“Stok masih mencukupi dan tidak ada pengurangan armada. Masing masing SPBU punya kapasitas tangki yang berbeda beda untuk penampungan BBM-nya. Jadi pengiriman disesuaikan dengan kapasitas tangki SPBU tersebut,” kata Okky saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Menurutnya, pengiriman BBM dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kapasitas penyimpanan SPBU.

“Jika minta 16 ton baru dikirim 8, maka 8 nya lagi akan dikirim setelahnya sesuai tangki di SPBU tersebut,” sambungnya.

Dengan demikian, persoalan antrean BBM di Sulsel tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan stok. Pemerintah daerah juga menyoroti peningkatan permintaan, optimalisasi fasilitas pengisian, serta pengaturan kendaraan di SPBU.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer