28 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

Desa Sanding Bali Mulai Wujudkan Desa Hijau dan Rendah Emisi

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Bali – Desa Sanding, Kabupaten Gianyar, Bali, menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan dan mengurangi emisi dapat dimulai dari tingkat desa.

Melalui program “Desa Sanding Bebas Emisi: Mewujudkan Desa Hijau & Ramah Lingkungan”, masyarakat desa tersebut mulai didampingi untuk menerapkan strategi dekarbonisasi berbasis data sekaligus memperkuat pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian Maybank Marathon Sustainability Day 2026 yang digelar menjelang pelaksanaan Maybank Marathon 2026. Maybank Indonesia menggandeng World Resources Institute (WRI) Indonesia untuk mendampingi Desa Sanding dalam membangun strategi pengurangan emisi yang menyeluruh, adil, dan inklusif.

Pendampingan tersebut mencakup pemetaan emisi secara mandiri serta pengelolaan sampah organik berbasis komunitas. Warga mendapatkan pelatihan agar mampu mengenali sumber emisi di lingkungan mereka sekaligus mengembangkan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Kepala Desa Sanding Kompyang Ambarayusa mengatakan, program tersebut mulai memberikan dampak bagi masyarakat. Menurutnya, keterlibatan warga menjadi bagian penting agar upaya dekarbonisasi tidak berhenti sebagai program, tetapi dapat menjadi kebiasaan di tingkat desa.

Baca juga:  Karhutla Terjadi di Sekitar Bandara Sulhas, Kades Tenrigangkae Soroti CSR Angkasa Pura

“Kami bangga Desa Sanding dapat menjadi contoh desa dekarbonisasi adat di Bali yang membuktikan bahwa aksi iklim dapat dimulai dari tingkat desa,” ujar Kompyang, Jumat, 21 Agustus 2026.

Pengembangan Desa Sanding sebagai desa rendah emisi juga diarahkan agar dapat menjadi contoh yang bisa diterapkan di desa adat lainnya di Bali.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa isu perubahan iklim tidak selalu harus dimulai dari kebijakan berskala besar. Pemetaan emisi, pengelolaan sampah organik, edukasi, hingga keterlibatan masyarakat dapat menjadi langkah awal yang dilakukan langsung dari lingkungan desa.

Upaya lingkungan tersebut menjadi bagian dari agenda keberlanjutan Maybank Indonesia yang menargetkan netralitas karbon pada 2030.

Head of Sustainability Maybank Indonesia Maria Trifanny Fransiska mengatakan strategi keberlanjutan Maybank Marathon dibangun melalui tiga pilar, yakni pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta lingkungan dan dekarbonisasi.

Baca juga:  Kalosi Alau Juara Lomba Desa Berprestasi Sulsel, Siap Wakili ke Tingkat Nasional

Pada aspek lingkungan, program yang dijalankan mencakup penanaman mangrove, pengelolaan sampah organik, pemanfaatan transportasi ramah lingkungan, edukasi, serta berbagai kegiatan pengurangan emisi yang melibatkan pelari, sponsor, masyarakat lokal, dan pemangku kepentingan.

“Ketiga pilar ini kami arahkan untuk saling memperkuat dan membawa Maybank Marathon menuju target netralitas karbon 2030,” ujar Maria.

Selain lingkungan, agenda keberlanjutan juga menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat. Salah satunya dilakukan melalui Piduh Charity Café di Gianyar, yang menjadi wadah pelatihan keterampilan bagi anak-anak dan pemuda berkebutuhan khusus di bawah naungan Yayasan Widya Guna.

Dukungan terhadap ruang pemberdayaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses kelompok rentan agar memiliki kesempatan untuk belajar, berkarya, dan membangun kemandirian.

Co-Founder Yayasan Widya Guna Ketut Satya mengatakan kemitraan tersebut memberikan semangat bagi anak-anak dan pemuda yang mengikuti berbagai kegiatan di yayasan.

“Kemitraan ini mewujudkan prinsip keberlanjutan untuk membangun masa depan yang inklusif di mana tidak ada satu orang pun yang ditinggalkan (leave no one behind),” kata Ketut, Jumat, 21 Agustus 2026.

Baca juga:  Kapal Listrik Bantu Nelayan Desa Kelan Hemat BBM dan Kembangkan Wisata Mangrove

Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra turut mengapresiasi konsistensi program keberlanjutan yang hadir bersamaan dengan penyelenggaraan Maybank Marathon. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan dampak yang tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga ekonomi, pariwisata, sosial, dan lingkungan.

“Maybank Marathon tidak hanya mendorong perputaran ekonomi dan pariwisata Gianyar, tetapi juga menghadirkan dampak sosial dan lingkungan,” tuturnya.

Desa Sanding kini menjadi salah satu contoh bahwa desa memiliki peran penting dalam agenda lingkungan. Dari pemetaan emisi dan pengelolaan sampah organik, masyarakat mulai membangun kebiasaan baru untuk mengurangi jejak karbon dari lingkungannya sendiri.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa perjalanan menuju desa hijau tidak harus menunggu program besar. Ketika masyarakat dilibatkan dan memiliki pengetahuan untuk mengelola lingkungannya, desa dapat menjadi bagian dari solusi menghadapi perubahan iklim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer