28 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

Genap 62 Tahun, Desa Tenrigangkae Maros Fokus Jaga Budaya dan Kembangkan Program Unggulan

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Maros – Desa Tenrigangkae, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), akan memperingati hari jadi ke-62 pada 21 Agustus 2026. Peringatan tahun ini dirangkaikan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat serta momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala Desa Tenrigangkae, Wahyu Febry, mengatakan peringatan hari jadi desa tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk menjaga warisan budaya dan nilai-nilai kehidupan bermasyarakat yang telah diwariskan dari generasi sebelumnya.

“Kalau maknanya tentunya kami sebagai pemerintah desa selalu berpikir bagaimana sehingga apa yang menjadi warisan ini tidak bisa hilang. Adat istiadat, pertahanan pemerintahan, resopan santun, menjaga keharmonisan dalam bermasyarakat, itu harus terjaga semua seperti dahulu,” kata Wahyu.

Menurutnya, pelaksanaan hari jadi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan sejarah dan identitas Desa Tenrigangkae kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Inilah kami selalu mengadakan ini, supaya mempersatukan semua besar masyarakat yang tidak tahu apa itu, sampai dia mengenal bagaimana Trigangka ini sampai hari ini,” ujarnya.

Dorong Inovasi Air Bersih

Dalam setahun terakhir, Pemerintah Desa Tenrigangkae berupaya menjalankan sejumlah program yang dinilai dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Wahyu mengatakan, di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, pemerintah desa berupaya menjaga tertib administrasi sekaligus mencari terobosan yang dapat menjawab kebutuhan warga.

Baca juga:  Diikuti 250 Peserta, Plogging Run Meriahkan Anniversary ke-6 Vasaka Hotel Makassar

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah penyediaan sarana air bersih. Program tersebut dihadirkan sebagai respons terhadap persoalan ketersediaan air yang kerap terjadi dari tahun ke tahun.

“Alhamdulillah untuk tahun ini kami mempertaskan mengenai masalah sarana air bersih, untuk pelayanan umum, melihat situasi tahun ke tahun selalu terjadi polemik, jadi kami desa membentuk tim bagaimana bisa, bisa untuk menjadi penopan pelayanan masyarakat ketika suasana air seperti saat ini,” terang Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Maros itu.

Ia menyebut fasilitas tersebut telah diluncurkan dan diresmikan. Pengelolaan air bersih itu nantinya diarahkan menjadi PDAM mini desa.

“Alhamdulillah kami sudah ada, jadi kami sudah launching kemarin, dibuka lepah upati diresmikan, dan air bersih kami sudah menjadi PDM mini desa sementara terproses, itu pertama,” ujar Wahyu.

Manfaatkan Lahan Tidur untuk Budidaya Ikan

Selain air bersih, Pemerintah Desa Tenrigangkae juga mendorong pemanfaatan lahan yang selama ini belum produktif untuk kegiatan ekonomi masyarakat.

Wahyu mengatakan, kondisi geografis Tenrigangkae menjadi pertimbangan dalam menentukan program pengembangan ekonomi desa.

“Yang kedua, melihat ekonomi yang mulai harus bekerja dan betul-betul memperlihatkan suatu-suatu hal yang positif, jadi kami berpikir apa yang cocok tergangkai, kami tidak punya pegunungan, kami tidak punya lautan, kami tidak punya yang lain, kami punya daratan, dan kami punya banyak lahan tidur,” katanya.

Baca juga:  Pascakebakaran, 40 Rumah Adat Sade Dibangun Kembali, Perajin Terima 45 Alat Tenun

Potensi air payau kemudian dimanfaatkan untuk budidaya ikan nila. Pemerintah desa berharap program tersebut tidak hanya menjadi kegiatan ekonomi, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata desa.

“Jadi kami membuat terobosan bahwa tergangkai ini memiliki air payau, air payau itulah kami gali, kami jadikan sebagai sarana pertama untuk ekonomi, mudah-mudahan bisa di tingkat kami jadi wisata ke depannya,” ujarnya.

Saat ini, kolam ikan nila telah tersedia dan dilengkapi dengan lokasi pemancingan yang juga telah diresmikan.

Libatkan Warga dalam Perayaan

Rangkaian peringatan hari jadi ke-62 Desa Tenrigangkae digelar dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Wahyu mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan secara swadaya dengan partisipasi warga, tokoh masyarakat dan berbagai kelompok di desa.

“Kalau memperingati hari jadi, Alhamdulillah banyak kegiatan, karena kami melakukan dengan swadaya dengan masyarakat, dengan semua warga terlibat, semua tokoh, sehingga kami melakukan kegiatan itu secara musawarah,” pintanya.

Sejumlah kegiatan telah digelar, di antaranya lomba bola bagi perempuan, lomba makan makanan pedas, pengajian akbar, lomba oper tepung perempuan, khitanan massal, donor darah hingga lomba domino.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Puncak hari jadi Desa Tenrigangkae akan berlangsung pada 21 Agustus 2026. Saat ini pemerintah desa masih mematangkan persiapan panggung untuk pelaksanaan acara puncak, termasuk agenda pemberian hadiah dan penyampaian sambutan serta penerimaan tamu undangan.

Baca juga:  Mendes Yandri: 34.323 Desa Bersinggungan dengan Kawasan Hutan

Target Desa: Kemandirian Ekonomi

Memasuki usia ke-62, Pemerintah Desa Tenrigangkae menargetkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas masyarakat dan kemandirian ekonomi.

Wahyu mengatakan pemerintah desa ingin masyarakat terus berkembang, berpikir sehat, berkarya dan tidak bergantung kepada pihak lain.

“Jadi kalau kami di desa terigangkai, targetnya sederhana saja. Selalu berpikir bagaimana bisa mencerdaskan masyarakat, berpikir sehat, dan jangan pernah mau tergantung dengan orang lain,” paparnya.

“Terus berkarya. Dan kita memperlihatkan karyanya itu seperti apa. Kita berjuang bagaimana bisa menghidupkan yang tidak mungkin menjadi mungkin,” tambahnya.

Upaya penguatan ekonomi masyarakat juga dilakukan melalui pengembangan UMKM. Saat ini, terdapat enam kelompok UMKM yang telah menjalankan berbagai usaha dan menghasilkan produk.

“UMKM-UMKM sudah berjalan. UMKM-UMKM ada 6 kelompok. Itulah UMKM yang sudah membuat karyanya,” tuturnya.

Ia menambahkan, sejumlah produk UMKM Desa Tenrigangkae bahkan telah mulai dipasarkan di berbagai tempat, termasuk produk Batik Sibori.

Dengan bertambahnya usia desa, Wahyu berharap seluruh program yang dijalankan dapat memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus menjaga identitas dan warisan Desa Tenrigangkae.

Reporter : Andi Alfath

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer