28 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

Kaddo Minyak Serentak di 80 Desa Takalar, Daeng Manye: Warisan Leluhur Kita Pertahankan

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menghadiri Malam Tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa 18 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Kaddo Minyak yang digelar secara serentak di 80 desa se-Kabupaten Takalar. Tradisi kuliner khas Bugis-Makassar itu diangkat pemerintah daerah sebagai bagian dari peringatan kemerdekaan sekaligus upaya menjaga kearifan lokal.

Kaddo Minyak merupakan olahan nasi ketan bercita rasa gurih dan biasanya disajikan bersama lauk seperti ayam goreng, telur rebus warna-warni, serta serondeng. Hidangan tersebut umumnya hadir dalam berbagai perayaan dan momentum penting masyarakat.

Desa Lengkese menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi Daeng Manye bersama jajaran pemerintah daerah. Puluhan tokoh masyarakat turut menghadiri malam tasyakuran yang berlangsung di Aula Kantor Desa Lengkese.

Baca juga:  Pangdam XIV/Hasanuddin Ground Breaking Kopdes Merah Putih ke-52 di Takalar

Dalam kegiatan tersebut, Daeng Manye hadir mengenakan batik bernuansa kuning yang dipadukan dengan kopiah hitam. Ia didampingi Kepala Badan Pendapatan Daerah Takalar Rusdi dan Camat Mangarabombang Mappaturung.

Kaddo Minyak di Tengah Efisiensi Anggaran

Daeng Manye menjelaskan, pelaksanaan Kaddo Minyak secara serentak di 80 desa merupakan bentuk penyesuaian perayaan kemerdekaan dengan kondisi fiskal daerah.

Menurutnya, peringatan HUT Kemerdekaan sebelumnya kerap diisi dengan berbagai kegiatan yang membutuhkan anggaran cukup besar. Tahun ini, semangat tersebut tetap dipertahankan melalui kegiatan sederhana yang memiliki nilai budaya.

Daeng Manye menegaskan tradisi Kaddo Minyak akan terus dipertahankan selama dirinya menjabat sebagai Bupati Takalar.

“Ini adalah warisan dari leluhur kita yang kita pertahankan,” kata Daeng Manye.

Baca juga:  Kemenpar Dorong Desa Wisata Jadi Destinasi Edutrip, Sasar Lebih dari 460 Sekolah

Ia berharap Kaddo Minyak tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana untuk menghubungkan nilai dan tradisi generasi terdahulu dengan generasi saat ini hingga generasi mendatang.

Selain menjaga budaya lokal, tradisi tersebut dinilai menjadi ruang bagi masyarakat untuk bersama-sama mensyukuri 81 tahun kemerdekaan Indonesia.

Dari Desa, Dorong Pembangunan Takalar

Dalam kesempatan tersebut, Daeng Manye juga mengajak masyarakat Desa Lengkese dan seluruh warga Takalar menjaga persatuan serta mendukung pembangunan daerah.

Ia mengakui kondisi fiskal Takalar saat ini mengalami penurunan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Situasi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk tetap menjaga pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Sejumlah program disebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mulai dari Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan, hingga pembangunan irigasi.

Baca juga:  Kepulauan Tanakeke Jadi Perhatian, Takalar Usulkan Percepatan Program Listrik Desa

“Yang masyarakat minta sebenarnya tidak macam-macam, hanya bagaimana hidupnya lebih dimudahkan dan pelayanan lebih baik,” ujar Daeng Manye.

Rangkaian Malam Tasyakuran kemudian ditutup dengan pemotongan Kaddo Minyak oleh Daeng Manye bersama Kepala Bapenda Takalar Rusdi dan Camat Mangarabombang Mappaturung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer