Desa Terkini, Jakarta – Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih hingga 2029. Program tersebut juga dibarengi distribusi 4.582 kapal perikanan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Target tersebut disampaikan Ketua Tim Kerja SDM Aparatur Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Taufik Budiman Atmamihardhja, di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Selasa 3 November 2026.
“Untuk kampung nelayan Merah Putih, ini sampai dengan tahun 2029 itu terbangun 5.000 kampung nelayan Merah Putih dan terdistribusi bantuan kapal sebanyak 4.582 kapal,” ujar Taufik dalam paparannya.
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari program prioritas pemerintah untuk meningkatkan produktivitas sektor perikanan sekaligus memperbaiki kesejahteraan nelayan.
Namun, pemerintah tidak hanya dituntut membangun infrastruktur. Keberlanjutan operasional dan pemanfaatan fasilitas juga menjadi tantangan agar pembangunan tersebut benar-benar berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat nelayan.
“Namun demikian menurut teman kami tidak cukup sampai dengan pembangunan saja. Tapi juga bagaimana setelah pembangunan ini, apa pelaksanaan atau produktivitas dari hasil pembangunan-pembangunan tadi bisa berjalan,” ujarnya.
Taufik menjelaskan, KKP menyiapkan sejumlah strategi untuk memastikan program tersebut memberikan manfaat berkelanjutan.
Strategi itu meliputi pemetaan produktivitas perikanan di wilayah pembangunan, identifikasi kebutuhan sarana dan prasarana, serta peningkatan kualitas produk perikanan agar mampu memenuhi standar pasar global.
Pemerintah juga berupaya menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan dan proses bisnis di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih.
Dalam paparannya, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih pada 2025-2026 direncanakan mencakup 1.369 lokasi. Pembangunan tersebut dibagi menjadi dua tipe, yakni hub dan penyangga.
Tipe hub dirancang memiliki fasilitas lebih lengkap dan kompleks. Sementara tipe penyangga menyediakan fasilitas lebih terbatas yang difokuskan untuk memenuhi kebutuhan primer dalam mendukung proses bisnis perikanan tangkap.
KKP memperkirakan program ini dapat memberikan manfaat kepada lebih dari 5,5 juta nelayan. Jika dihitung bersama anggota keluarga nelayan, penerima manfaat diperkirakan mencapai sekitar 2,2 juta keluarga.
Reporter : Bayu


