Desa Terkini, Makassar – Ketua Partai Perindo Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat Gani mengatakan bahwa pihaknya mulai memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat desa sebagai bagian dari strategi menghadapi Pemilu Legislatif dan Pilkada 2029.
Ia menyebut penguatan struktur partai di tingkat desa menjadi salah satu fokus utama sembari menunggu kepastian regulasi terkait revisi Undang-Undang Pemilu dan Pilkada yang masih berproses.
“Yang sementara kita siapkan adalah memperkuat konsolidasi kader di tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa,” kata mantan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel itu.
Selain membangun struktur organisasi, Perindo juga mengembangkan organisasi sayap seperti Pemuda Perindo dan Kartini Perindo.
Menurutnya, kedua organisasi tersebut kini mulai diperluas hingga tingkat desa untuk memperkuat basis kader sekaligus menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Ia menjelaskan, strategi tersebut juga dibarengi dengan upaya merangkul tokoh agama dan tokoh masyarakat di berbagai wilayah serta menyiapkan calon legislatif potensial sejak dini.
“Kita mengembangkan organisasi sayap dan bagaimana caranya mengambil simpati tokoh agama dan masyarakat. Begitu juga mempersiapkan calon legislatif yang potensial,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Abdul Hayat, struktur kepengurusan Partai Perindo di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan telah rampung. Selanjutnya, konsolidasi diarahkan ke tingkat kecamatan, kelurahan, hingga desa.
Dari total 313 kecamatan di Sulawesi Selatan, sekitar 50 persen di antaranya telah memiliki struktur kepengurusan yang lengkap.
Perindo juga mulai menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk bertugas di tempat pemungutan suara (TPS) pada pemilu mendatang.
“Fokus sekarang kepada kecamatan dan kelurahan, sekaligus menyiapkan kader untuk mengantisipasi kebutuhan SDM di TPS-TPS,” katanya.
Abdul Hayat menambahkan, pihaknya terus mengikuti perkembangan pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu dan Pilkada, termasuk kemungkinan perubahan ambang batas parlemen maupun ketentuan lain yang akan menjadi dasar pelaksanaan Pemilu 2029.
Menurutnya, Perindo menargetkan mampu memenuhi persyaratan keanggotaan yang kemungkinan akan ditetapkan dalam regulasi baru, termasuk target memiliki sedikitnya seribu kader di setiap kabupaten.
“Kita berharap memenuhi target dari aturan yang nantinya ditetapkan,” pintanya.
Ia juga menilai besaran ambang batas parlemen, apakah tetap 4 persen atau berubah misalnya menjadi 2 persen, akan menjadi faktor penting bagi seluruh partai politik.
Karena itu, Perindo memilih memperkuat organisasi hingga akar rumput sembari menunggu kepastian aturan dari pemerintah dan DPR.



