33 C
Makassar
Rabu, November 4, 2026

Mahasiswa Unhas Berpeluang Kuliah di Australia Lewat Program Double Degree

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Universitas Hasanuddin (Unhas) dan University of Queensland (UQ), Australia, memperkuat kerja sama pendidikan dan penelitian melalui pengembangan program gelar ganda (double degree), beasiswa, hingga riset bersama mengenai mineral kritis.

Kolaborasi tersebut membuka peluang bagi mahasiswa kedua universitas untuk memperoleh pengalaman akademik lintas negara. Kerja sama penelitian juga diarahkan untuk mengkaji potensi sumber daya mineral di Sulawesi, termasuk teknologi pengolahan dan aspek keberlanjutan pengelolaannya.

Penguatan kemitraan itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Makassar, Senin 12 Oktober 2026. Dokumen tersebut ditandatangani Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., dan Wakil Rektor UQ Bidang Kemitraan Global, Prof. Brett Lovegrove.

Baca juga:  Pendaftar UKM Protokoler Unhas Tembus 1.233, Kampus Soroti Pengembangan Talenta Mahasiswa

Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, mengatakan hubungan akademik kedua universitas telah terjalin sejak 2017. Salah satu bentuk kolaborasi yang telah berjalan ialah keberadaan Australia-Indonesia Centre (AIC) Lab di Unhas.

Laboratorium tersebut menjadi penghubung peneliti Indonesia dan Australia untuk mengembangkan penelitian lintas negara. Unhas juga berperan sebagai pusat penghubung bagi peneliti dari kedua negara.

“Keberadaan AIC Lab merupakan peluang sekaligus kepercayaan bagi Unhas untuk memperkuat kolaborasi peneliti Indonesia dan Australia. Unhas berperan sebagai hub yang menghubungkan peneliti kedua negara dan mendorong pengembangan penelitian bersama,” kata Jamaluddin.

Selain penelitian, kedua universitas membahas pengembangan program double degree yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar di institusi mitra.

Baca juga:  Perluas Kawasan CFD, Unhas Ingin UMKM dan Olahraga Tumbuh Bersamaan

Melalui skema tersebut, mahasiswa Unhas berpeluang melanjutkan sebagian masa studinya di UQ. Sebaliknya, mahasiswa UQ juga berkesempatan mengikuti kegiatan akademik di Unhas.

Wakil Rektor UQ Bidang Kemitraan Global, Brett Lovegrove, mengatakan kerja sama tersebut diharapkan memberikan manfaat akademik bagi mahasiswa kedua universitas sekaligus memperkuat hubungan pendidikan Indonesia dan Australia.

“Kami ingin membangun kolaborasi yang memberikan manfaat bagi mahasiswa Unhas maupun UQ. Melalui kerja sama ini, mahasiswa dari kedua universitas berpeluang memperluas perspektif internasional, dan mempererat hubungan Indonesia–Australia,” ujar Lovegrove.

Kerja sama juga mencakup penjajakan pendidikan doktoral melalui kolaborasi penelitian dan peluang pembimbingan bersama. Pembahasan beasiswa turut diarahkan untuk memperluas akses pendidikan serta mendukung mobilitas akademik mahasiswa dan peneliti.

Baca juga:  Daftar Lengkap Pemenang Favorite Car GIIAS Makassar 2026, Ada Geely Hingga Toyota

Di bidang riset, potensi mineral di Sulawesi menjadi salah satu bidang yang dijajaki untuk dikembangkan bersama. Kajian tersebut dapat mencakup karakteristik mineral, teknologi pengolahan, hingga keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam.

Meski demikian, kedua universitas masih perlu memetakan bidang penelitian prioritas, menyelaraskan program akademik, serta merumuskan agenda riset berdasarkan kepakaran masing-masing.

Dengan demikian, implementasi kerja sama tidak hanya bergantung pada kesepakatan antarlembaga, tetapi juga pada perumusan program konkret yang dapat diakses mahasiswa dan peneliti kedua universitas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer