33 C
Makassar
Rabu, November 4, 2026

Kemendes PDT dan Malaysia Sepakati Kerja Sama, Desa Ekspor Jadi Program Awa

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Jakarta – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menggandeng Pemerintah Malaysia untuk memperluas kerja sama pembangunan perdesaan, termasuk membuka akses pasar bagi produk-produk yang dihasilkan desa di Indonesia.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto dan Wakil Perdana Menteri Malaysia sekaligus Menteri Kemajuan Desa dan Wilayah Dato’ Seri Ahmad Zahid Hamidi di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Kamis 17 September 2026.

Yandri mengatakan kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti dengan pembentukan Tim Kerja yang bertugas menyusun program-program konkret antara kedua negara.

“Kami berharap MoU ini bukan hanya sekedar dokumen yang tak bernilai, tapi kami ingin implementasi itu bisa dieksekusi, karena sejatinya kita diberi mandat oleh rakyat, ingin memberikan yang terbaik buat kesejahteraan rakyat,” kata Mendes Yandri.

Baca juga:  Prabowo Bentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional, Cegah Karhutla dari Desa

Salah satu program yang akan dikembangkan adalah desa ekspor. Yandri mengatakan Kemendes PDT telah memiliki program yang mendorong produk desa untuk masuk ke pasar luar negeri.

“Kami punya desa ekspor. Saya sebagai Menteri Desa sudah melepas ekspor perdana dari Jawa Timur di Kabupaten Pacitan, gula aren organik ke Malaysia,” ujar Mendes Yandri.

Menurut Yandri, kerja sama dengan Malaysia berpotensi memperluas pasar bagi berbagai produk yang dihasilkan masyarakat desa di Indonesia.

Selain perdagangan produk desa, kerja sama juga diarahkan pada pengembangan desa wisata. Kedua negara dapat mendorong promosi dan pertukaran kunjungan wisatawan ke destinasi perdesaan masing-masing.

“Pengembangan kerja sama dilakukan melalui pertukaran pengalaman dan data antara Indonesia dan Malaysia dalam pembangunan perdesaan,” kata Mendes Yandri.

Baca juga:  Liga Desa Resmi Bergulir, Mendes Tegaskan Pemain Wajib Ber-KTP Desa 2 Tahun

Kerja sama tersebut mencakup sejumlah bidang, mulai dari peningkatan kapasitas pengelolaan desa, digitalisasi untuk mendukung kemajuan perdesaan, pengembangan kewirausahaan dan usaha desa, hingga ekowisata dan agrowisata.

Selain itu, kedua negara akan menjajaki kerja sama pendidikan dan pelatihan vokasi serta teknis bagi pemuda desa dan program pengentasan kemiskinan.

Yandri mengatakan kerja sama dengan Malaysia juga diharapkan dapat membantu menjawab tantangan pembangunan desa di Indonesia.

Saat ini terdapat 75.266 desa di Indonesia. Dari jumlah tersebut, masih terdapat desa yang masuk kategori tertinggal dan sangat tertinggal.

Karena itu, Yandri berharap kerja sama bilateral tersebut tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi menghasilkan program yang dapat dirasakan langsung masyarakat desa.

Baca juga:  Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026, Menunggu Aksi Marquez dan Pembalasan Veda

Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi menyatakan harapan agar kerja sama tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan memberikan manfaat bagi kedua negara.

“Kita berharap kerja sama ini bisa kita laksanakan dengan sebaik-baiknya,” kata Dato’ Seri Ahmad Zahid Hamidi.

Penandatanganan kerja sama tersebut turut dihadiri Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Muzafar Shah Mustafa serta sejumlah pejabat Kementerian Kemajuan Desa dan Wilayah dan Kementerian Luar Negeri Malaysia.

Dari Kemendes PDT, hadir Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria, Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid serta sejumlah pejabat tinggi madya dan pratama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer