23.8 C
Makassar
Senin, Agustus 3, 2026

Kampus UI Latih 434 Kades dari 32 Provinsi, Mendagri Soroti Pentingnya SDM Desa

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Depok – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan Program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat pembangunan dari desa sebagai fondasi pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Hal tersebut disampaikan Tito saat membuka Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II di Balai Purnomo Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Selasa (14/7/2026).

Menurut Tito, penguatan desa menjadi langkah strategis untuk menekan laju urbanisasi sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.

“Di kita, 56 persen penduduk tinggal di kota [44 persen tinggal di perdesaan]. Ini kita harus dorong supaya tumbuh desa-desa ini, diperkuat,” ujar Tito.

Baca juga:  Penyaluran Dana Desa Tahap I di Sulsel Tembus 60 Persen, PMD Tunggu Juknis Baru dari Pusat

Ia menjelaskan, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah penting untuk memperkuat pemerintahan desa.

Pertama melalui penerbitan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagai landasan hukum pembangunan berbasis desa.

Kedua, pembentukan kementerian yang secara khusus menangani urusan desa sebagai bentuk penguatan kelembagaan.

Ketiga, pengalokasian dana desa untuk mempercepat pembangunan sekaligus mengurangi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan perdesaan.

“Sekali lagi tujuannya adalah untuk mendorong agar desa lebih berkembang dan kemudian bisa membuka lapangan kerja, memberikan kontribusi ekonomi dan juga memberikan keleluasaan supaya desa mandiri secara keuangan,” katanya.

Melalui Program Kepala Desa Masuk Kampus, para kepala desa mendapatkan pembekalan mengenai kemampuan manajerial, administrasi pemerintahan, hingga pengembangan inovasi dan kreativitas dalam mengelola desa.

Baca juga:  Siskeudes Diakui PBB, Kemendagri Perluas Transaksi Nontunai di Desa

Tito mengatakan program tersebut juga dirancang untuk menyamakan standar kompetensi kepala desa di seluruh Indonesia yang memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman berbeda, namun mengemban tanggung jawab yang sama dalam memimpin pemerintahan desa.

Kampus UI dipilih sebagai mitra pelaksana karena dinilai memiliki kapasitas akademik yang mumpuni dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur desa.

“Harapan kita dengan kerja sama ini nanti bisa menambah kemampuan kepala desa sehingga pengelolaan desa jadi lebih baik dan memberikan kontribusi untuk pembangunan nasional,” tutupnya.

Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II diikuti sebanyak 434 kepala desa yang berasal dari 291 kecamatan di 149 kabupaten dan tersebar di 32 provinsi. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 16 Juli 2026.

Baca juga:  Dana Desa Sulsel Baru Terserap 8,82 Persen per Maret, Ini Fokus Penggunaannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru