34 C
Makassar
Kamis, September 17, 2026

Fakta-Fakta Kebakaran Kantor Pemerintahan Puncak Papua Tengah, 11 Terbakar dan 3 Dirusak

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Puncak – Aksi pembakaran dan perusakan sejumlah kantor pemerintahan terjadi di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Selasa 11 Agustus 2026.

Peristiwa tersebut terjadi setelah penyaluran Dana Desa Tahap I Reguler berlangsung.

Berikut fakta-fakta kebakaran dan kerusakan kantor pemerintahan di Puncak:

  1. 11 kantor pemerintahan terbakar

Polisi mencatat total 11 kantor pemerintahan terdampak pembakaran massa. Dari jumlah tersebut, tiga kantor terbakar habis, sedangkan delapan kantor lainnya mengalami kebakaran sebagian.

  1. Tiga kantor terbakar habis

Kapolres Puncak AKBP Domingos De F. Ximenes mengatakan tiga fasilitas pemerintahan mengalami kerusakan paling parah hingga terbakar habis.

Ketiga kantor tersebut yakni Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes), Gudang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan kantor DPRK.

“Berdasarkan data Kantor yang terbakar habis, di antaranya Kantor Dinas Kesehatan, Kantor Gudang BNPB, dan Kantor DPRK,” kata Domingos kepada detikcom, Rabu (12/8/2026).

  1. Delapan kantor terbakar sebagian
Baca juga:  Pemkot Makassar Relokasi Pedagang Kelapa Muda Benteng Rotterdam ke Pasar Kampung Baru

Selain tiga kantor yang terbakar habis, delapan kantor lainnya mengalami kebakaran sebagian.

Kedelapan fasilitas tersebut yakni Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK), Kantor Dinas Sosial, Kantor Bupati dan Wakil Bupati, Kantor Sekda, Kantor Keuangan, Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), serta Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

  1. Tiga kantor dirusak massa

Polisi juga mencatat tiga kantor pemerintahan mengalami kerusakan akibat aksi massa tanpa dibakar.

Ketiganya adalah Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta Kantor Inspektorat.

“sementara kantor yang dirusak massa Kantor Diskominfo, Kantor Kesbangpol, dan Kantor Inspektorat,” ujar Domingos.

  1. Berawal dari penyaluran Dana Desa

Polisi menyebut aksi tersebut terjadi setelah Pemerintah Kabupaten Puncak melakukan penyaluran Dana Desa Tahap I Reguler pada Selasa 11 Agustus 2026.

Meski penyebab pasti aksi masih didalami, penyaluran Dana Desa menjadi konteks yang mendahului terjadinya kericuhan.

  1. Massa mendatangi Kantor PMK
Baca juga:  Nipah Mall Makassar Terbakar, Damkar Sebut Dugaan Awal Korsleting Listrik

Sekitar pukul 17.40 WIT, sekelompok massa mendatangi Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK).

Bupati Puncak Elvis Tabuni kemudian datang ke lokasi untuk menemui dan berkomunikasi dengan massa.

Namun, upaya dialog tersebut tidak meredakan situasi.

  1. Kantor PMK menjadi sasaran pertama

Sekitar pukul 18.45 WIT, massa yang disebut tidak puas kemudian membakar Kantor PMK.

“Sekitar pukul 18.45 WIT, massa aksi tidak puas sehingga melakukan aksi pembakaran Kantor PMK,” ungkap Domingos.

Dari lokasi tersebut, aksi kemudian meluas ke sejumlah fasilitas pemerintahan lainnya.

  1. Pembakaran meluas ke kantor pemerintah lainnya

Dalam data awal, polisi sempat mencatat tujuh kantor pemerintahan dibakar, yakni Kantor PMK, Kantor Bupati, Kantor DPRD, Kantor Dukcapil, Kantor Kesbangpol, Kantor Dinas Sosial, dan Kantor Keuangan.

Namun, berdasarkan pendataan terbaru, jumlah kantor yang terbakar bertambah menjadi 11 titik.

  1. Satu kendaraan dinas ikut terbakar
Baca juga:  Suami-Istri hingga Saudara Kandung Bertarung, Ini Daftar Pemenang Pilkades Barru 2026

Selain bangunan pemerintahan, satu unit kendaraan roda empat milik Dinas Ketahanan Pangan yang terparkir di halaman Kantor Bupati juga turut terbakar dalam peristiwa tersebut.

  1. Polisi tambah personel untuk pengamanan

Kepolisian memperkuat pengamanan setelah aksi pembakaran terjadi. Tambahan personel Brimob sebanyak satu Satuan Setingkat Kompi (SST) dari Yon B Polda Papua Tengah dikerahkan ke lokasi.

Personel tersebut saat ini melakukan patroli untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan lanjutan.

  1. Situasi kini kondusif

Kapolres Puncak memastikan kondisi di wilayah tersebut telah berangsur kondusif. Meski demikian, aparat masih disiagakan di sejumlah titik untuk mencegah kejadian susulan.

“Situasi sudah kondusif. Kami ada tambahan Brimob 1 SST dari Yon B Polda Papua Tengah dan sementara melakukan patroli,” tegas Domingos.

Polisi masih melakukan pendalaman mengenai pemicu aksi dan rangkaian peristiwa yang menyebabkan sejumlah fasilitas pemerintahan di Kabupaten Puncak terbakar dan rusak.

Reporter : Rivan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru