25 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

Pertama Kali Rayakan Kathina, Umat Buddha di Desa Terpencil Merindukan Pembinaan Berkelanjutan

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Kepulauan Meranti – Keterbatasan sumber daya manusia dan tantangan geografis masih menjadi kendala pelayanan keagamaan di sejumlah wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kondisi tersebut turut menjadi perhatian dalam pembinaan umat Buddha di Desa Batin Suir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Untuk pertama kalinya, masyarakat Buddhis di desa tersebut menggelar perayaan Hari Kathina pada Kamis 29 Oktober 2026. Perayaan ini menjadi momentum bagi umat untuk memperkuat kehidupan spiritual sekaligus mendorong keberlanjutan pelayanan dan pembinaan keagamaan di wilayah terpencil.

Perayaan dan puja bakti berlangsung sederhana di balai desa yang merupakan fasilitas umum masyarakat Suku Akit. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang ibadah bersama, tetapi juga mempererat persaudaraan di antara umat Buddha setempat.

Baca juga:  BYD M6 DM Sabet Favorite Hybrid Car di GIIAS Makassar 2026, Ini Keunggulan Teknologi Dual-Mode

Penyelenggara Bimas Buddha Kabupaten Kepulauan Meranti, Metawati, mengatakan keterbatasan sumber daya manusia dan kondisi geografis menjadi tantangan dalam menjangkau umat Buddha di wilayah terpencil.

Menurutnya, kolaborasi antara lembaga pendidikan keagamaan, organisasi Buddhis, dan pemerintah telah membantu memperkuat pelayanan keagamaan di Kepulauan Meranti.

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui nota kesepahaman (MoU) antara STIAB Jinarakkhita, Majelis Buddhayana Indonesia (MBI), dan Penyelenggara Buddha Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti pada periode 2025–2026.

“Besar harapan kami agar kerja sama ini tidak hanya menjadi bentuk kemitraan secara kelembagaan, tetapi juga terus tumbuh menjadi sinergi positif dan berkelanjutan dalam memperkuat kaderisasi, meningkatkan kapasitas SDM, serta memperluas jangkauan pelayanan dan pembinaan umat Buddha di Kepulauan Meranti,” ujar Metawati.

Baca juga:  Appi Meninggalkan Golkar, Serahkan Surat Pengunduran Diri ke IAS

Pembinaan umat tersebut melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIAB Jinarakkhita Lampung, Penyelenggara Buddha Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti, Sangha Agung Indonesia (SAGIN) Setwil Riau, PD MBI Provinsi Riau, PC MBI Kabupaten Kepulauan Meranti, Wihara Buddha Dharma dan Wihara Patria Dharma Selatpanjang, serta program Upaya Prajna Foundation.

Ketua MBI Kabupaten Kepulauan Meranti, Ali Alatas, mengatakan keterlibatan berbagai organisasi dan lembaga keagamaan merupakan bentuk komitmen untuk memberikan penguatan serta pendampingan kepada umat Buddha, terutama yang tinggal di wilayah terpencil.

Menurutnya, pembinaan secara berkelanjutan diperlukan agar kehidupan keagamaan masyarakat dapat tumbuh dan berkembang.

“Kami hadir untuk memberikan penguatan dan pembinaan kepada umat Buddha. Harapannya, melalui kebersamaan dan sinergi yang terus terjalin, umat semakin memiliki semangat dalam menjalankan kehidupan beragama, memperkuat persaudaraan, serta mampu menjaga dan mengembangkan kehidupan Buddhis di Desa Batin Suir secara mandiri dan berkelanjutan,” sebut Ali.

Baca juga:  Darmawangsyah Muin Mulai Pulihkan Koordinasi Birokrasi Gowa, Serapan Dikebut-Jabatan Pejabat Dikembalikan

Melalui perayaan Kathina perdana tersebut, berbagai pihak berharap pelayanan keagamaan bagi masyarakat Buddhis di Desa Batin Suir semakin diperkuat, termasuk melalui kaderisasi generasi muda, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan akses pendidikan dan pembinaan umat.

Reporter : Bayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer