33 C
Makassar
Rabu, November 4, 2026

Antisipasi Banjir, Pemkot Makassar Jajaki Kendaraan Penyedot Berdaya Tinggi dari Jepang

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mulai menjajaki penggunaan teknologi asal Jepang untuk mengantisipasi genangan dan banjir menjelang puncak musim hujan.

Dua jenis kendaraan yang diperkenalkan melalui kerja sama dengan Kota Yokohama, Jepang, yakni mobil penyedot berdaya tinggi dan kendaraan penyemprot air bertekanan tinggi. Keduanya diproyeksikan membantu membersihkan sedimentasi serta sampah yang menyumbat saluran drainase.

Penjajakan tersebut difasilitasi Nippon Koei Co., Ltd. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, bahkan meninjau langsung demonstrasi penggunaan kedua kendaraan tersebut di kanal depan Dankeslap TNI AD, Jalan Gunung Bawakaraeng, Makassar, Selasa 27 Oktober 2026.

Munafri mengatakan, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kecepatan penanganan genangan, terutama pada saluran air yang sulit dibersihkan menggunakan metode konvensional.

“Ke depan, alat ini diharapkan bisa membantu mengantisipasi banjir dan genangan. Dengan begitu, penanganan air di kanal maupun selokan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif,” ujar Munafri.

Baca juga:  Prabowo Sebut Kopdes Merah Putih Berdampak ke Ekonomi Desa Mulai 2027

Menurutnya, kebutuhan peralatan penanganan drainase semakin mendesak seiring perkiraan peningkatan curah hujan di Makassar pada akhir November hingga awal Desember 2026 berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Karena itu, Pemkot Makassar mulai mengidentifikasi kebutuhan peralatan yang dapat mendukung pemeliharaan drainase, khususnya di kawasan yang selama ini menjadi langganan genangan.

“Tentu, antisipasi perlu kita lakukan sejak dini, terlebih berdasarkan prediksi cuaca dari BMKG, Makassar diperkirakan memasuki periode peningkatan curah hujan pada akhir November hingga awal Desember,” tuturnya.

Munafri menilai salah satu persoalan dalam penanganan drainase di Makassar adalah banyaknya saluran tertutup serta penumpukan sedimentasi dan sampah yang menghambat aliran air.

Baca juga:  GTR Ultra 2026 Tarik 900 Pelari dari 7 Negara, Tiga Gunung Jadi Tantangan

Kondisi tersebut membutuhkan dukungan peralatan yang mampu mengangkat endapan dan membersihkan kotoran secara lebih efektif.

Dalam demonstrasi tersebut, kendaraan penyedot diperkenalkan untuk membantu memindahkan air dari titik genangan menuju kanal utama atau saluran pembuangan yang sesuai. Sementara kendaraan penyemprot bertekanan tinggi berpotensi digunakan untuk membersihkan endapan dan kotoran yang melekat pada saluran.

“Kota Makassar memiliki banyak saluran, termasuk yang tertutup. Karena itu, kita membutuhkan alat yang bisa membantu proses penyedotan dan pembersihan secara lebih maksimal, sehingga persoalan sampah dan sedimentasi di saluran dapat ditangani dengan lebih baik,” ungkapnya.

Meski demikian, Munafri menegaskan demonstrasi tersebut masih menjadi tahap awal untuk mengukur kesesuaian teknologi dengan karakteristik drainase di Makassar.

Pemkot akan mengevaluasi efektivitas alat, kebutuhan operasional, serta manfaatnya sebelum menentukan langkah pemanfaatan lebih lanjut.

Baca juga:  Daftar Tanggal Merah 2027, Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur

“Kita ingin memastikan seluruh saluran drainase yang menjadi titik rawan banjir bisa diantisipasi sejak awal,” katanya.

Ia menambahkan, upaya mengantisipasi banjir tidak cukup hanya dilakukan ketika genangan muncul. Pemeliharaan saluran, pembersihan sedimentasi, dan pengangkatan sampah yang menyumbat aliran air juga perlu dilakukan secara berkala.

“Selain itu, pembersihan sedimen, pengangkatan sampah yang menyumbat aliran, serta pemeliharaan kanal dan drainase menjadi langkah penting untuk menjaga kapasitas saluran tetap optimal,” imbuh Appi.

Munafri berharap penjajakan kerja sama dengan Kota Yokohama dapat membuka peluang penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan penanganan banjir di Makassar.

“Melalui langkah antisipatif ini, kita berupaya memastikan penanganan genangan dan banjir dapat dilakukan secara lebih terukur, efektif, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan warga,” pungkas Ketua terpilih DPD Partai Demokrat Sulsel itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer