33 C
Makassar
Rabu, November 4, 2026

Hadapi Era AI, Munafri Arifuddin Ingatkan Guru Tak Terpaku Metode Konvensional

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) menuntut tenaga pendidik atau guru untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan perubahan karakteristik siswa dan siswi. Guru tidak cukup hanya mengandalkan pola pengajaran konvensional, tetapi juga perlu menguasai teknologi digital agar tetap relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan, kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dari profesionalitas guru di tengah transformasi digital.

Pesan tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Koding dan Kecerdasan Artifisial melalui program PGRI Power Tahun 2026 yang diselenggarakan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Makassar di Aula BBGTK Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Adiyaksa, Makassar, Selasa 20 Oktober 2026.

Menurut Munafri, pendidikan berkaitan langsung dengan persiapan masa depan. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga pendidik perlu menjadi fondasi dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

Baca juga:  Darije Kalezic Kembali ke PSM, Mengaku Terpanggil Selamatkan Juku Eja dari Masa Sulit

“Kalau kita berpikir dalam dan detail tentang pendidikan, artinya kita berpikir tentang masa depan. Masa depan yang baik, masa depan yang berhasil harus dimulai dengan kuatnya fondasi masa sekarang,” ujarnya.

Ia menilai perkembangan teknologi telah mengubah berbagai aspek kehidupan, mulai dari komunikasi, akses informasi, hingga cara generasi muda belajar dan berinteraksi.

Meski demikian, Munafri mengingatkan teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran guru. Sebab, pendidikan bukan sekadar proses penyampaian materi atau transfer pengetahuan, melainkan juga melibatkan empati, nilai-nilai kemanusiaan, dan hubungan emosional antara pendidik dengan peserta didik.

Karena itu, guru perlu menjadikan teknologi sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan justru menghindarinya.

“Kita mau, bagaimana guru-guru mampu menaklukkan teknologi dan menjadikan teknologi sebagai sarana yang tepat untuk menghasilkan proses belajar-mengajar yang baik bagi anak-anak kita,” jelasnya.

Karakter Generasi Berubah, Guru Harus Menyesuaikan

Munafri juga menyoroti perubahan karakteristik peserta didik dari satu generasi ke generasi berikutnya. Menurutnya, pola komunikasi dan perilaku anak-anak saat ini tidak bisa sepenuhnya dinilai menggunakan ukuran pengalaman pendidikan pada masa lalu.

Baca juga:  Avtur Turun, Biaya Tambahan Tiket Pesawat Kini Maksimal 30 Persen

Ia menggambarkan, hubungan antara guru dan murid pada masa lalu cenderung memiliki jarak. Sementara saat ini, peserta didik lebih terbuka untuk berkomunikasi, bertanya, hingga menyampaikan pendapat secara langsung kepada guru.

Perubahan tersebut, kata dia, perlu dipahami oleh tenaga pendidik agar pendekatan pembelajaran tidak tertinggal dari perkembangan zaman.

“Yang harus menjadi tugas kita adalah menjadi guru yang adaptif. Kuncinya ini, adaptif, mampu mengikuti perkembangan,” ungkapnya.

Ia mengingatkan agar guru tidak terpaku pada metode pendidikan masa lalu dan menerapkannya dengan cara yang sama kepada generasi sekarang.

Pendekatan pembelajaran perlu disesuaikan dengan perkembangan bahasa, pola pikir, serta lingkungan digital peserta didik. Namun, penyesuaian tersebut tetap harus memperhatikan pembentukan karakter dan etika.

Baca juga:  Krisis Air Musim Kemarau, Andi Sudirman Beri Bantuan Sumur Bor untuk Petani Desa Bori Tallasa Gowa

PGRI Dorong Peningkatan Kompetensi Guru di Bidang AI

Dalam kesempatan tersebut, Munafri mengapresiasi langkah PGRI Kota Makassar yang mendorong peningkatan kemampuan tenaga pendidik dalam bidang koding dan kecerdasan artifisial.

Menurutnya, penguasaan teknologi oleh guru dapat membantu menciptakan kesetaraan pemahaman dengan peserta didik yang semakin akrab dengan perkembangan digital.

Ia berharap Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Koding dan Kecerdasan Artifisial melalui program PGRI Power Tahun 2026 dapat dimanfaatkan peserta untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kompetensi profesional.

Munafri menegaskan, persiapan menghadapi masa depan harus dimulai dari peningkatan kualitas guru sebagai salah satu unsur utama dalam pembangunan sumber daya manusia.

“Artinya, kita sudah berpikir jauh ke depan, berpikir tentang masa depan, berpikir tentang persiapan landasan untuk membangun sebuah generasi masa depan. Dimulai dari kemampuan guru itu sendiri,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer