34 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

Cerita Surya, Pemilah Sampah yang Jadi Kades Kalahkan Petahana di Mekarwangi

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Bekasi – Surya bin Samid menjalani keseharian dengan mengumpulkan dan memilah sampah berupa barang bekas dari kawasan industri. Namun pada Pilkades Mekarwangi 2026, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, ia justru berhasil terpilih menjadi kepala desa (kades) setelah mengungguli calon petahana.

Surya yang maju sebagai calon nomor urut 1 memperoleh 4.117 suara. Ia unggul tipis 102 suara dari calon petahana yang meraih 4.015 suara.

Sebelum maju dalam kontestasi desa, Surya bersama istrinya, Ratih Ratna Sari, menjalankan usaha mengumpulkan dan memilah barang bekas. Barang yang masih memiliki nilai ekonomi dipisahkan untuk kemudian dijual kembali.

Usaha tersebut dijalankan di lahan sewaan yang berada di belakang rumah mereka.

Di tengah kondisi ekonomi tersebut, Surya memutuskan maju dalam Pilkades Mekarwangi. Ia mengatakan pencalonannya didorong keinginan untuk mengabdi dan membangun desa.

Baca juga:  Kopdes Merah Putih Kini Boleh Kelola Tambang, Sumur Minyak hingga PLTS

“Saya kaget. Kalau melihat keadaan saya, sangat-sangat tidak mungkin bisa meraih keberhasilan seperti ini. Tapi saya memang dari hati ingin mengabdi dan membangun Desa Mekarwangi,” ujar Surya, Rabu 23 September 2026.

Sejak awal, Surya mengaku tidak sekadar ingin mengikuti kontestasi. Ia menargetkan kemenangan.

“Saya ingin menang. Saya ingin berhasil dan ngabdi kepada masyarakat,” katanya.

Surya juga mengaku tidak gentar menghadapi calon lain yang dinilainya memiliki kesiapan finansial lebih besar.

“Saya tidak takut. Saya punya keyakinan bahwa rezeki bukan manusia yang menentukan. Allah yang menentukan rezeki seseorang,” tuturnya.

Surya dan keluarganya tinggal di rumah berukuran sekitar 6 x 8 meter di Kampung Rawa Banteng, Dusun III, RT 001/RW 02, Desa Mekarwangi.

Rumah tersebut dihuni delapan orang, terdiri atas Surya, istrinya, lima anak, serta seorang mertua.

Ratih mengatakan penghasilan dari usaha pilah barang bekas tidak selalu tetap. Dalam kondisi ramai, hasil penjualan bisa mencapai sekitar Rp1,5 juta per minggu. Namun ketika kondisi sepi, pendapatan turun hingga sekitar Rp700 ribu per minggu.

Baca juga:  Pilkades Serentak Lutra Digelar 25 November, 41 Desa Siap Memilih

“Suami saya kerja ambil barang dari pabrik. Sampah yang masih bisa dijual kami pilah. Saya dan ibu saya biasanya memilah di sini,” kata Ratih.

Barang yang dikumpulkan antara lain kardus, botol plastik, dan berbagai material bekas dari kawasan industri. Sebagian barang berasal dari limbah pabrik yang masih dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai jual.

Dalam usaha tersebut, Surya bertugas mengambil barang dari kawasan industri. Sementara proses pemilahan dilakukan oleh istrinya bersama anggota keluarga dan pekerja.

Setelah terpilih menjadi kepala desa, Surya tidak sepenuhnya meninggalkan usaha tersebut. Aktivitas pemilahan barang bekas tetap akan berjalan dengan bantuan pekerja.

“Usahanya tetap dijalankan, tetapi nanti pakai pekerja,” ujar Surya.

Baca juga:  Mazda CX-30 Kini Dirakit di Indonesia, Harga OTR Makassar Rp509,6 Juta

Kini, perhatian Surya beralih pada sejumlah persoalan yang ingin dibenahi di Desa Mekarwangi.

Ia membawa agenda membangun pemerintahan desa yang transparan, membuka akses lapangan kerja bagi pemuda melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), serta membenahi sejumlah persoalan infrastruktur.

Persoalan banjir, drainase, dan kondisi jalan di lingkungan warga menjadi beberapa hal yang masuk dalam perhatiannya.

Selain pembangunan infrastruktur, Surya juga berencana membantu warga dalam kebutuhan pemulasaraan jenazah. Salah satunya melalui penyediaan kain kafan agar keluarga yang sedang berduka tidak semakin terbebani.

Kemenangan Surya kini membawa konsekuensi baru. Dari pekerjaan mengumpulkan barang bekas bersama keluarga, ia harus menjalankan tanggung jawab sebagai kepala desa dan mengelola kebutuhan pemerintahan serta pelayanan masyarakat Desa Mekarwangi.

Reporter : Bayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer