Desa Terkini, Makassar – Sejumlah sekolah di Sulawesi Selatan (Sulsel) akan menerapkan pembelajaran secara online atau daring menyusul kondisi distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram yang masih mengalami kendala di sejumlah wilayah.
Kebijakan tersebut tidak berlaku untuk seluruh sekolah di Sulsel. Pemerintah daerah diminta menyesuaikan penerapannya dengan kondisi dan dampak kelangkaan BBM di masing-masing wilayah.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan pembelajaran daring selama sepekan menjadi salah satu langkah sementara untuk mengurangi mobilitas masyarakat di tengah antrean BBM dan persoalan distribusi LPG.
“Kita mengambil langkah pembelajaran daring selama satu minggu. Pembelajaran tetap berlangsung hanya tidak tatap muka langsung. Ini sifatnya sementara, karena kita melihat kondisi di lapangan dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat,” kata Andi Sudirman kepada wartawan, Jumat 11 September 2026.
Menurutnya, pengalihan pembelajaran ke sistem daring tidak menghentikan kegiatan pendidikan. Proses belajar tetap berjalan dengan memanfaatkan berbagai media dan platform pembelajaran yang dapat diakses siswa.
Makassar Berlakukan Daring 12-19 September
Di Kota Makassar, Dinas Pendidikan telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.3.5/17/Disdik/IX/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Daring bagi Murid Jenjang TK, SD, dan SMP di Kota Makassar.
Surat edaran yang ditetapkan di Makassar pada 11 September 2026 itu mengatur satuan pendidikan jenjang TK, SD, dan SMP negeri maupun swasta untuk melaksanakan pembelajaran secara daring mulai 12 hingga 19 September 2026.
Dalam surat tersebut, Dinas Pendidikan Kota Makassar menyebut kebijakan ini merupakan langkah antisipatif terhadap kondisi kelangkaan dan keterbatasan ketersediaan BBM yang dapat berdampak terhadap mobilitas murid, guru, tenaga kependidikan, serta orang tua atau wali murid.
Guru diberikan keleluasaan menggunakan berbagai platform atau media pembelajaran yang tersedia dan mudah diakses murid. Sekolah juga diminta berkomunikasi dengan orang tua atau wali apabila terdapat murid yang mengalami kendala mengikuti pembelajaran.
Kepala satuan pendidikan bertanggung jawab memastikan kegiatan belajar tetap berjalan sesuai tujuan pembelajaran dan kalender pendidikan.
Dinas Pendidikan Kota Makassar juga akan melakukan evaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan ketersediaan BBM dan situasi di Kota Makassar.
Jika kondisi kembali normal dan memungkinkan pembelajaran tatap muka dilaksanakan, Dinas Pendidikan akan menyampaikan pemberitahuan lebih lanjut.
Kabupaten/Kota Diminta Sesuaikan Kondisi
Andi Sudirman mengatakan kebijakan serupa dapat diterapkan pemerintah kabupaten/kota lain sesuai kondisi wilayah masing-masing.
“Kami telah berkoordinasi Bapak Walikota Makassar dan akan dilakukan kebijakan yang sama untuk sekolah pada tingkat kewenangannya. Untuk kabupaten kota lainnya dapat menyesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing,” ungkapnya.
Ia mengatakan pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk mencari solusi atas persoalan distribusi BBM dan LPG 3 kg, terutama di wilayah yang terdampak.
“Kita mohon masyarakat tetap bersabar. Pemerintah provinsi dan kabupaten kota terus bekerja dan melakukan koordinasi dengan Pertamina. Kita berharap Pertamina dapat melakukan langkah-langkah cepat termasuk distribusi BBM untuk amankan stok, menambah kuota BBM untuk Sulsel, sidak operasional Nozzle SPBU dan pengetatan lainnya. Kita siap backup bersama TNI Polri dan Satpol serta dishub Kabupaten/Kota,” pungkasnya.
Kebijakan pembelajaran daring tersebut bersifat sementara dan akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi BBM serta situasi mobilitas masyarakat di masing-masing daerah.
Reporter : Andi Alfath


