28 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

BNPB Ungkap Update Gempa NTT, 38 Orang Meninggal dan 13 Luka-luka

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Hingga Sabtu 15 Agustus, total korban jiwa mencapai 38 orang.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan data tersebut merupakan hasil pemutakhiran hingga pukul 15.00 WIB. Selain korban meninggal, terdapat dua orang yang mengalami luka berat dan 11 orang luka ringan.

“Korban jiwa sampai dengan pukul 15.00 WIB terdata ada 38 jiwa meninggal,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers bertajuk Update Kondisi dan Penanganan Pascagempa Bumi M7,7 di NTT yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Sabtu 15 Agustus 2026.

BNPB juga mencatat sekitar 2.000 warga memilih mengungsi secara mandiri setelah gempa mengguncang sejumlah wilayah NTT dan sempat memicu peringatan dini tsunami.

Baca juga:  Pascagempa, PLN Pulihkan 98,3 Persen Sistem Kelistrikan Flores

“Kurang lebih ada 2.000 jiwa mengungsi mandiri,” kata Suharyanto.

BNPB mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Warga juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau retakan akibat gempa karena masih terdapat kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, BNPB meminta agar terus memantau informasi dari pemerintah dan BMKG.

Meskipun peringatan dini tsunami telah dinyatakan berakhir, kewaspadaan tetap diperlukan karena potensi gempa susulan maupun risiko bangunan rusak masih dapat membahayakan.

Berdasarkan pemantauan BMKG, tidak ditemukan lagi kenaikan muka air laut yang signifikan dan berpotensi membahayakan. Peringatan dini tsunami kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07.31.30 WIB.

Baca juga:  Desa Wisata Wae NTT Lolos Jadi Lokasi Program TV Prancis, Pekín Express Musim 23,

Gempa tersebut dirasakan di sejumlah wilayah, mulai dari Kabupaten Nagekeo, Sikka dan Manggarai Barat di NTT, Kota Bima serta Kabupaten Bima di Nusa Tenggara Barat, hingga Kabupaten Jeneponto, Kepulauan Selayar dan Maros hingga Makassar di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Di sejumlah daerah pesisir, warga sempat melakukan evakuasi sebagai langkah antisipasi setelah peringatan dini tsunami dikeluarkan.

BNPB bersama BPBD dan berbagai unsur terkait masih melakukan pendataan serta verifikasi dampak gempa di lapangan.

Sejumlah kerusakan bangunan juga telah dilaporkan, meski data tersebut masih dapat berubah seiring proses asesmen.

Selain penanganan korban dan pendataan kerusakan, pemerintah menyiapkan dukungan logistik serta peralatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

BNPB juga mengerahkan satu unit helikopter untuk membantu distribusi logistik, mendukung operasional penanganan darurat, hingga mengantisipasi kebutuhan evakuasi jika diperlukan.

Baca juga:  Menko Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga Akhir 2026

Dukungan udara dinilai penting mengingat kondisi geografis NTT yang terdiri atas banyak pulau dan memiliki tantangan akses antardaerah.

Di Kabupaten Nagekeo, petugas masih melakukan penanganan di lapangan. Sejumlah ruas jalan dilaporkan mengalami kemacetan, sementara aliran listrik masih padam. Adapun kondisi masyarakat di Kota Bima secara umum dilaporkan kondusif.

BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTT dan BPBD kabupaten/kota terdampak, BMKG, Basarnas, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait.

Pemerintah memastikan dukungan penanganan akan terus diberikan sesuai kebutuhan di lapangan, termasuk untuk evakuasi, penanganan korban, pemenuhan kebutuhan dasar, distribusi logistik dan peralatan, serta proses pemulihan masyarakat yang terdampak gempa.

Reporter : Ivan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer