27.1 C
Makassar
Selasa, Agustus 4, 2026

Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti Jabat Plt

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto akan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) sebagai tindak lanjut atas Perry Warjiyo yang mundur dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI).

Proses administrasi tersebut dilakukan setelah pemerintah secara resmi menerima surat pengunduran diri yang diajukan Perry.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan surat pengunduran diri Perry telah diterima Presiden pada Minggu 26 Juli 2026.

Pemerintah selanjutnya akan memproses pemberhentian secara hormat sesuai ketentuan yang berlaku.

“Secara administratif akan kami tindak lanjuti hari ini. Sesuai mekanisme, akan diterbitkan Keputusan Presiden terkait pemberhentian beliau secara hormat sebagai Gubernur Bank Indonesia,” ujar Prasetyo.

Prasetyo menjelaskan Presiden Prabowo menerima pengunduran diri tersebut dengan menyampaikan apresiasi atas pengabdian Perry selama memimpin bank sentral.

Baca juga:  Aparatur Desa di Gorontalo Kini Lebih Mudah Akses Kredit Melalui Kerja Sama Pemkab dan BSG

Pemerintah, kata dia, memberikan penghargaan atas dedikasi Perry Warjiyo yang telah menjalankan tugas sebagai Gubernur Bank Indonesia selama masa kepemimpinannya.

Mengacu pada ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia, kekosongan jabatan Gubernur BI akan diisi sementara oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, hingga proses penetapan pejabat definitif dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.

Prasetyo juga memastikan pergantian kepemimpinan di BI tidak akan mengganggu stabilitas kebijakan ekonomi nasional.

Pemerintah menegaskan koordinasi antara kebijakan moneter yang dijalankan Bank Indonesia dan kebijakan fiskal oleh Kementerian Keuangan akan tetap berlangsung erat.

“Kami mewakili pemerintah menyampaikan kepada masyarakat agar tetap menjalankan tugas masing-masing sesuai kewenangan yang diatur dalam undang-undang. Bank Indonesia memiliki peran menjaga stabilitas moneter, sementara pemerintah melalui Kementerian Keuangan menjaga fiskal dengan koordinasi yang kuat,” kata Prasetyo.

Baca juga:  Tiga Rekomendasi APDESI Merah Putih untuk Prabowo: HGU Desa, Dana Sawah, hingga Reforma Agraria

Perry Warjiyo merupakan ekonom senior yang telah mengabdikan sebagian besar kariernya di Bank Indonesia. Lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 25 Februari 1959, ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1982 sebelum meraih gelar doktor di Iowa State University, Amerika Serikat.

Kariernya di Bank Indonesia dimulai pada 1984 sebagai staf di bidang penyelamatan kredit dan pengawasan perbankan. Seiring waktu, ia menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Staf Gubernur BI, Kepala Biro Gubernur, hingga memimpin Program Transformasi Bank Indonesia.

Perry juga pernah menjabat Direktur Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan, Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial, serta menjadi Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF) yang mewakili 13 negara anggota dalam South-East Asia Voting Group.

Baca juga:  Kades Rinjani Kartosem Marten Tutup Usia, Ratusan Masyarakat Antar ke Rumah Duka

Sebelum dipercaya sebagai Gubernur BI, Perry menjabat Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2013–2018 dan menangani berbagai bidang, termasuk kebijakan moneter, makroprudensial, serta hubungan internasional. Ia resmi menjabat sebagai Gubernur BI sejak 23 Mei 2018 dan kembali dipercaya untuk periode kedua yang dimulai pada 2023.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru