33 C
Makassar
Rabu, November 4, 2026

53 Jemaah Umrah Asal Sulsel Tertunda Berangkat, Penerbangan ke Madinah Dibatalkan

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Maros – Sebanyak 53 calon jemaah umrah asal Sulawesi Selatan (Sumsel) dari PT Mudah Menuju Baitullah tertunda keberangkatannya melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (Sulhas) Senin 12 Oktober 2026.

Penundaan tersebut terjadi setelah penerbangan lanjutan Malaysia Airlines MH158 rute Kuala Lumpur–Madinah dibatalkan. Akibatnya, puluhan calon jemaah yang sebelumnya dijadwalkan berangkat melalui Kuala Lumpur tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju Arab Saudi.

General Manager (GM) Bandara Internasional Sulhas, Ruly Artha, menjelaskan penerbangan Malaysia Airlines MH846 rute Makassar–Kuala Lumpur tetap beroperasi pada hari tersebut.

Namun, dari total 83 penumpang yang direncanakan melakukan perjalanan, hanya 30 penumpang reguler yang diberangkatkan menuju Kuala Lumpur. Sementara 53 calon jemaah umrah dari PT Mudah Menuju Baitullah mengalami penundaan keberangkatan.

“Dengan demikian, dari total 83 penumpang yang direncanakan melakukan perjalanan, hanya 30 penumpang reguler yang diberangkatkan menuju Kuala Lumpur, sedangkan 53 calon jemaah umrah mengalami penundaan keberangkatan,” kata Ruly dalam keterangan tertulis yang diterima desaterkini.id, Senin 12 Oktober 2026.

Baca juga:  Avtur Turun, Biaya Tambahan Tiket Pesawat Kini Maksimal 30 Persen

Ia menegaskan, pada hari tersebut tidak terdapat penerbangan langsung menuju Madinah maupun Jeddah dari Bandara Internasional Sulhas.

Angkasa Pura menyatakan terus memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah wabilkhusus serangan terhadap milisi Houthi Yaman dan Arab Saudi ke titik-titik krusial Arab Saudi seperti bandara.

Koordinasi juga dilakukan bersama maskapai penerbangan dan pemangku kepentingan terkait untuk mengantisipasi dampak terhadap operasional penerbangan.

Ruly mengatakan pihaknya memahami situasi tersebut dapat menimbulkan kekhawatiran bagi calon jemaah umrah beserta keluarga yang telah menantikan perjalanan ibadah ke Tanah Suci.

“Kami terus mencermati perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah dan memahami bahwa kondisi ini dapat menimbulkan kekhawatiran bagi calon jemaah umrah beserta keluarga yang sedang menantikan perjalanan ibadah ke Tanah Suci,” jelasnya.

Baca juga:  Rute Makassar-Jakarta di Bandara Sulhas Kembali Terbang

Ruly melalui mengimbau calon jemaah umrah dan keluarga untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing.

Langkah tersebut diperlukan agar calon jemaah memperoleh informasi terbaru dan akurat mengenai jadwal keberangkatan maupun ketentuan perjalanan.

Masyarakat juga diminta merujuk pada kanal informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Sebagai pengelola bandara, PT Angkasa Pura Indonesia melalui Kantor Cabang Bandara Internasional Sulhas menyatakan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Manajemen bandara berharap situasi keamanan di kawasan Timur Tengah segera membaik sehingga aktivitas penerbangan dapat kembali berlangsung aman dan perjalanan ibadah jemaah tidak terganggu.

Baca juga:  Momen Salah Ucap di Paripurna DPRD Gowa, Darmawangsyah Muin Disebut Bupati

Diberitakan sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulsel, Ikbal Ismail mengimbau penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) untuk mempertimbangkan penundaan keberangkatan jemaah menyusul meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), H.M Azhar Gazali meminta travel umrah berkoordinasi dengan maskapai penerbangan, pihak hotel, serta mitra di Arab Saudi untuk mengantisipasi perubahan jadwal. AMPHURI berharap penerbangan yang dibatalkan dapat kembali beroperasi dalam satu hingga dua hari, meski kepastian jadwal tetap bergantung pada kebijakan maskapai dan perkembangan situasi keamanan.

Reporter : Andi Alfath

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer