22.8 C
Makassar
Senin, Agustus 3, 2026

Tak Sekadar Jual Roti, Roti Maros Salenrang Bangun Ekosistem UMKM

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Maros – Di balik hamparan tebing karst raksasa yang menjadi ikon UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep, toko oleh-oleh Roti Maros Salenrang, Kabupaten Maros, menjadi bukti bahwa status geopark bukan hanya tentang konservasi alam, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

Dari lokasi ini, bentang alam karst tampak menjulang di kejauhan, sementara di dalam toko, puluhan produk UMKM lokal tersusun rapi berdampingan dengan roti khas Maros.

Pemilik Roti Maros Salendrang, Muhammad Reski, mengatakan nama “Salenrang” sengaja dipilih untuk memperkenalkan desa tempat usaha itu berdiri.

“Kenapa namanya Roti Maros Salenrang? Karena ini nama desa kami. Kami ingin kampung halaman ini semakin dikenal. Banyak orang yang awalnya bertanya, Salendrang itu apa? Dari situ mereka jadi tahu kalau itu nama desa,” ujarnya.

Menurut Reski, produk yang dijual pada dasarnya sama-sama mengangkat kuliner khas Maros.

Namun, ia berusaha menghadirkan konsep berbeda melalui kawasan istirahat atau rest area yang memadukan pusat oleh-oleh, tempat makan, area parkir luas, gazebo, hingga fasilitas ibadah dalam satu lokasi.

Baca juga:  Bappenas Sebut Revalidasi UNESCO Jadi Momentum Perkuat Tata Kelola Geopark Maros-Pangkep

Inspirasi itu muncul setelah dirinya melihat konsep rest area saat bepergian ke Pulau Jawa menggunakan bus.

“Orang sekarang waktunya terbatas. Mereka maunya sekali singgah semua kebutuhan selesai. Bisa istirahat, makan, salat, sekaligus beli oleh-oleh. Tidak perlu berhenti di banyak tempat lagi,” katanya.

Salah satu daya tarik yang langsung mencuri perhatian pengunjung adalah tersedianya teh dan kopi gratis selama 24 jam.

Reski menjelaskan, awalnya tradisi menyediakan minuman gratis sebenarnya sudah lama dilakukan oleh penjual Roti Maros, tetapi hanya diperuntukkan bagi sopir langganan dan ditempatkan di ruang khusus.

Ia kemudian mengubah konsep tersebut agar bisa dinikmati semua orang yang singgah, tanpa syarat harus membeli produk.

“Kami ingin siapa pun yang mampir punya pengalaman pernah minum teh atau kopi di sini, walaupun tidak membeli apa-apa. Kalau suatu saat mereka ingin membeli oleh-oleh, mereka pasti ingat tempat ini,” tuturnya.

Baca juga:  Dukung Revalidasi UNESCO, Semen Tonasa Klaim Jalankan Seluruh Rekomendasi Konservasi

Selain memberikan pengalaman bagi wisatawan, menurutnya penyediaan minuman gratis juga menjadi bentuk sedekah yang ingin terus dijaga setiap hari.

Tak hanya mengembangkan usahanya sendiri, Roti Maros Salenrang juga menjadi etalase bagi produk-produk UMKM lokal.

Puluhan pelaku usaha kecil menitipkan produknya di toko tersebut melalui sistem kerja sama bagi hasil tanpa dikenakan biaya sewa tempat.

Reski mengaku sebelumnya pernah menjadi pemateri dalam pelatihan UMKM binaan Geopark Maros-Pangkep.

Dalam kesempatan itu, ia mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas produk, mulai dari rasa hingga kemasan agar mampu bersaing di pasar wisata.

“Kami tidak menarik biaya sewa tempat. Produk UMKM bisa dipasarkan di sini dengan sistem bagi hasil. Yang penting kualitas produk dan kemasannya memenuhi standar sehingga menarik minat pembeli,” jelasnya.

Bahan baku yang digunakan pun sebagian besar berasal dari pelaku usaha lokal, termasuk gula yang dipasok dari UMKM di sekitar kawasan.

Baca juga:  AZWI Ungkap Bahaya Plastik yang Tak Terlihat, Ancam Kesuburan Pasutri

Keberadaan UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep, lanjut Reski, turut memberikan dampak positif terhadap perkembangan usahanya.

Kunjungan berbagai pihak, termasuk media dan tim asesor UNESCO, dinilai meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap usahanya.

“Kami mendapat exposure yang luar biasa. Orang-orang yang sebelumnya belum tahu tentang geopark akhirnya mencari informasi, lalu datang berkunjung. Tentu ini berpengaruh terhadap jumlah pengunjung,” katanya.

Usaha yang beroperasi selama 24 jam itu kini mempekerjakan sekitar 100 karyawan yang dibagi dalam tiga sif kerja. Mayoritas merupakan warga Desa Salendrang dan kawasan sekitarnya, terutama anak-anak muda.

Kisah Roti Maros Salenrang menjadi gambaran bahwa keberadaan UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep tidak hanya menjaga warisan geologi dunia, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya usaha lokal, memperkuat UMKM, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di sekitar kawasan geopark.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru