23.8 C
Makassar
Senin, Agustus 3, 2026

Irigasi Lengkong Pini dan Makawa Desa Sampeang Resmi Dibangun, Layani 600 Hektare Sawah di Luwu

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Luwu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) memulai pembangunan Daerah Irigasi Lengkong Pini dan Makawa di Desa Sampeang, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, melalui prosesi groundbreaking yang dipimpin Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Sabtu 4 Juli 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Andi Sudirman didampingi Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Bupati Luwu Patahuddin, Wali Kota Palopo Naili Trisal, anggota DPRD Sulsel, serta disaksikan masyarakat setempat.

Pembangunan tersebut merupakan bagian dari Paket 4 Program Multiyears Project (MYP) rehabilitasi daerah irigasi yang mencakup delapan daerah irigasi di Kabupaten Enrekang, Luwu, Toraja Utara, Luwu Utara, dan Luwu Timur dengan total anggaran sekitar Rp120 miliar.

Baca juga:  BUMDes Tenrigangkae Sulap Lahan Tidur Jadi Cuan Lewat Sentra Budidaya Ikan Nila

Andi Sudirman mengatakan proyek tersebut menjadi upaya pemerintah daerah mengembalikan fungsi jaringan irigasi yang selama ini tidak berjalan optimal, sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Selatan.

“Alhamdulillah, hari ini kita memulai pembangunan irigasi Lengkong Pini dan Makawa. Selama sekitar tujuh tahun, sebagian besar kawasan irigasi ini tidak lagi dialiri air karena jaringan irigasinya belum dikerjakan. Kini kita mulai membangunnya secara bertahap hingga tuntas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rehabilitasi Daerah Irigasi Lengkong Pini akan mengairi sekitar 300 hektare lahan pertanian. Sementara Daerah Irigasi Makawa juga ditargetkan melayani sekitar 300 hektare areal persawahan.

Menurutnya, kedua daerah irigasi tersebut masih memiliki potensi pengembangan yang besar. Dengan dukungan sumber air yang memadai, cakupan layanan irigasi di masa mendatang dapat diperluas hingga menjangkau ribuan hektare lahan pertanian.

Baca juga:  Dulu Habiskan Rp35 Juta, Kini Cuma Rp14 Juta, Petani Enrekang Rasakan Manfaat Electrifying Agriculture

“Pembangunan ini bukan hanya menyelesaikan persoalan irigasi yang telah lama terbengkalai, tetapi juga membuka peluang peningkatan luas layanan irigasi karena potensi sumber airnya sangat baik,” jelasnya.

Andi Sudirman berharap seluruh tahapan pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal dengan kualitas yang baik agar manfaatnya segera dirasakan para petani. Ia juga mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan proyek tersebut.

“Semoga pembangunan daerah irigasi ini segera rampung dan memberikan manfaat besar bagi para petani. Mari kita awasi bersama proses pembangunannya agar hasilnya benar-benar berkualitas dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru