30.2 C
Makassar
Selasa, Agustus 4, 2026

Biaya Produksi Melonjak, Apple Diprediksi Naikkan Harga iPhone 18 Pro Max

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Calon pembeli iPhone kemungkinan perlu menyiapkan anggaran lebih besar. Laporan terbaru dari Counterpoint Research memperkirakan harga iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max akan mengalami kenaikan akibat melonjaknya biaya produksi, terutama pada komponen memori.

Berdasarkan estimasi lembaga riset tersebut, biaya komponen atau bill of materials (BOM) untuk setiap unit iPhone 18 Pro Max diperkirakan meningkat sekitar 300 dolar AS dibandingkan iPhone 17 Pro Max. Kenaikan biaya ini dinilai berpotensi mendorong Apple menaikkan harga jual perangkat kepada konsumen.

Counterpoint Research memperkirakan harga iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max bisa naik sekitar 200 dolar AS atau setara Rp3,4 juta dengan asumsi kurs Rp17.200 per dolar AS. Jika prediksi itu terealisasi, iPhone 18 Pro Max yang sebelumnya dipasarkan mulai 1.199 dolar AS berpotensi dijual mulai sekitar 1.399 dolar AS.

Baca juga:  Walhi Sulsel : Luwu Raya hingga Makassar Masuk Zona Merah Rentan Ekologis dan Penyempitan Ruang Sipil

Meski demikian, Apple hingga kini belum memberikan informasi resmi mengenai harga maupun spesifikasi lini iPhone 18.

Analis menilai lonjakan biaya produksi kali ini terutama dipicu oleh kenaikan harga chip memori. Untuk varian iPhone 18 Pro Max dengan konfigurasi RAM 12 GB dan penyimpanan 1 TB, harga chip NAND diperkirakan meningkat hingga empat kali lipat, sementara harga DRAM hampir empat kali lipat dibanding generasi sebelumnya.

Sebaliknya, biaya prosesor diperkirakan relatif stabil. Kenaikan pada modul kamera disebut tidak terlalu signifikan, sedangkan biaya panel OLED justru diperkirakan sedikit menurun.

Meningkatnya harga memori terjadi di tengah tingginya permintaan global terhadap chip untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI). Produsen semikonduktor seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron kini lebih banyak mengalokasikan kapasitas produksi untuk memasok pusat data AI dan server, sehingga pasokan memori bagi perangkat konsumen menjadi lebih terbatas.

Baca juga:  Rachmat Gobel Wafat, Ini Jejak Karier Pengusaha, Menteri, hingga Wakil Ketua DPR RI

Situasi tersebut dinilai menempatkan Apple pada posisi yang tidak mudah. Di satu sisi, perusahaan perlu meningkatkan kapasitas RAM dan penyimpanan untuk mendukung pengembangan fitur Apple Intelligence. Namun di sisi lain, kenaikan biaya komponen berpotensi menekan margin keuntungan apabila harga jual tidak disesuaikan.

Counterpoint Research juga menilai Apple memiliki sejumlah opsi untuk meredam dampak kenaikan biaya. Salah satunya adalah strategi yang pernah diterapkan saat peluncuran iPhone 15 Pro Max, yakni menghapus varian penyimpanan paling rendah sehingga harga awal tetap terlihat kompetitif meski konfigurasi dasar perangkat menjadi lebih mahal.

Selain biaya komponen, Apple juga harus mempertimbangkan sejumlah faktor lain dalam menentukan harga jual, mulai dari biaya riset dan pengembangan (R&D), pengembangan perangkat lunak, distribusi global, pemasaran, fluktuasi nilai tukar, hingga negosiasi dengan pemasok.

Baca juga:  Bappenas Sebut Revalidasi UNESCO Jadi Momentum Perkuat Tata Kelola Geopark Maros-Pangkep

Sebagai salah satu pembeli komponen terbesar di dunia, Apple memiliki posisi tawar yang kuat dalam memperoleh harga lebih kompetitif. Namun, para analis menilai tekanan biaya pada tahun ini jauh lebih besar dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Laporan tersebut juga menyinggung rencana Apple meluncurkan iPhone Fold pada 2026. Kehadiran perangkat lipat pertama Apple di tengah kenaikan biaya komponen dinilai dapat menjadi tantangan tersendiri, mengingat perangkat tersebut sejak awal diperkirakan akan dibanderol dengan harga premium.

Jika proyeksi Counterpoint Research terbukti, iPhone 18 Pro Max berpotensi menjadi salah satu model iPhone dengan kenaikan harga paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kepastian mengenai harga dan strategi Apple baru akan diketahui saat perusahaan memperkenalkan lini iPhone terbaru yang diperkirakan berlangsung pada September 2026.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru