33 C
Makassar
Rabu, November 4, 2026

Telkomsel : Belanja dan Mudik Berubah, Ini Peta Perilaku Konsumen Ramadan 2027

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Jakarta – Persaingan merebut perhatian konsumen selama Ramadan 2027 diperkirakan semakin bergantung pada ketepatan membaca perubahan perilaku masyarakat. Brand tidak cukup hanya meningkatkan frekuensi iklan, tetapi juga perlu menyesuaikan pesan dan strategi pemasaran dengan kebutuhan konsumen di setiap fase Ramadan.

Temuan tersebut tertuang dalam whitepaper Ramadan Insight 2027: Reading the Rhythms of Ramadan yang diluncurkan Telkomsel Enterprise melalui solusi DigiAds.

Berdasarkan analisis data telekomunikasi Telkomsel, perilaku konsumen selama Ramadan terbagi dalam tiga pola utama, yakni fase beradaptasi dan mencari inspirasi, bersosialisasi dan berbelanja, serta mudik dan berkumpul bersama keluarga.

Ketiga fase tersebut menghadirkan peluang pemasaran berbeda bagi industri fashion, fast-moving consumer goods (FMCG), perjalanan, hingga produk kebutuhan Idulfitri.

Pada 10 hari pertama Ramadan, konsumen memasuki fase adaptasi terhadap perubahan rutinitas sahur, berbuka puasa, dan ibadah.

Dalam periode ini, trafik seluler saat sahur meningkat 77 persen. Trafik layanan video dan streaming tumbuh 38 persen, sedangkan konsumsi konten religi naik 63 persen dibandingkan hari biasa.

Baca juga:  Bayar Rp800 Ribu Dapat 50 Jam Biliar, Ini Keuntungan Member Elite Dalton

Pola tersebut menunjukkan meningkatnya aktivitas digital masyarakat untuk mencari informasi, hiburan, dan inspirasi selama awal Ramadan.

Memasuki 10 hari kedua, aktivitas konsumen mulai bergeser pada kegiatan sosial dan pemenuhan kebutuhan keluarga. Momen buka puasa bersama serta persiapan Idulfitri turut mendorong aktivitas belanja.

Penggunaan aplikasi transportasi meningkat 58 persen, sementara aplikasi kebutuhan sehari-hari dan ritel tumbuh 32 persen. Kunjungan ke pusat perbelanjaan juga meningkat 19 persen.

Menariknya, sebanyak 88 persen konsumen yang berbelanja kebutuhan Ramadan masih memilih datang langsung ke toko fisik.

Temuan ini memperlihatkan bahwa interaksi digital belum sepenuhnya menggantikan transaksi konvensional. Brand perlu menghubungkan kampanye digital dengan pengalaman berbelanja langsung agar dapat menjangkau konsumen hingga tahap pembelian.

Sementara itu, 10 hari terakhir Ramadan ditandai dengan meningkatnya aktivitas perjalanan dan persiapan mudik.

Baca juga:  Telkomsel Hadirkan Paket Sacred Octagon, Belajar Matematika Mulai Rp12.500

Akses terhadap aplikasi perjalanan tercatat meningkat 32 persen. Selain itu, sebanyak 73 persen pemudik tercatat singgah di rest area untuk beristirahat, beribadah, dan makan.

Perubahan tersebut membuka peluang bagi brand untuk menghadirkan informasi maupun penawaran yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat selama perjalanan mudik.

VP Corporate Innovation, Sustainability, Marketing, and Digital Advertising Telkomsel, Mia Melinda, mengatakan pemahaman terhadap perubahan kebutuhan konsumen menjadi faktor penting dalam menentukan efektivitas kampanye Ramadan.

“Brand yang menang di Ramadan bukan yang paling lantang, melainkan yang paling memahami ritme konsumennya. Kebutuhan konsumen pada awal Ramadan sangat berbeda dengan kebutuhan mereka menjelang Idulfitri. Melalui solusi DigiAds dari Telkomsel Enterprise, kami membantu agency, advertiser, dan brand membaca perubahan tersebut agar kampanye dapat dirancang lebih tepat sasaran dan memberikan hasil bisnis yang lebih baik,” kata Mia.

Untuk mendukung strategi tersebut, Telkomsel DigiAds menawarkan sejumlah solusi periklanan, mulai dari Contextual Messaging, komunikasi berbasis lokasi, integrasi brand dalam tayangan spesial Ramadan di MAXStream, hingga penempatan iklan di titik perjalanan mudik.

Baca juga:  Andi Sudirman Mulai Pembangunan Paket 6 MYP Jalan di Desa Tiromanda Luwu

Telkomsel juga mengklaim penerapan solusi Contextual Messaging pada momen yang relevan mampu meningkatkan rasio klik hingga 2,6 kali lipat.

Temuan Ramadan Insight 2027 dipaparkan dalam forum bertajuk Ramadan Insight 2027: The Rhythms of Ramadan yang berlangsung pada 16 Oktober 2026 di Jakarta.

Forum tersebut mempertemukan perwakilan agensi, pengiklan, brand, dan praktisi industri, dengan menghadirkan pembicara dari Telkomsel, Meta, Nestlé, dan WPP.

Telkomsel menyatakan seluruh data yang digunakan dalam penyusunan insight telah diolah secara agregat dan dianonimkan sehingga tidak mengidentifikasi pelanggan secara personal.

Pelaku usaha, pemilik merek, dan agensi dapat mengakses laporan lengkap DigiAds Ramadan Insight 2027: Reading the Rhythms of Ramadan melalui laman resmi Telkomsel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer