30.2 C
Makassar
Selasa, Agustus 4, 2026

Rakernas APEKSI, Walkot Makassar Tegaskan Komitmen Bangun Kota Tangguh Bencana

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan daerah melalui pembangunan sistem penanggulangan bencana yang adaptif serta penguatan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri Dialog Kota Tangguh Bersama dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Grand City Hall, Medan, Rabu 1 Juli 2026.

Munafri mengatakan, forum tersebut menjadi wadah bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kesiapan menghadapi dampak perubahan iklim, potensi bencana, hingga menjaga stabilitas pasokan pangan bagi masyarakat.

“Forum ini membahas isu yang sangat strategis, yakni bagaimana pemerintah daerah mengantisipasi berbagai kondisi ekstrem sekaligus mempersiapkan sistem ketahanan pangan yang kuat untuk menghadapi tantangan ke depan,” ujar Munafri.

Baca juga:  Appi Warning 369 Kepsek yang Baru Dilantik, Era Titip-Menitip di SPMB Harus Berakhir

Dialog Kota Tangguh Bersama merupakan salah satu agenda strategis Rakernas XVIII APEKSI 2026 yang bertujuan memperkuat sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam membangun kota yang tangguh, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang.

Kegiatan tersebut diikuti kepala daerah dari 98 pemerintah kota di Indonesia dengan menghadirkan perwakilan Kementerian Dalam Negeri serta Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Dalam forum itu, pemerintah pusat dan daerah memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana sekaligus membangun sistem ketahanan pangan nasional yang lebih kokoh.

Munafri menilai, inisiatif Tangguh Bersama menjadi gerakan kolaboratif nasional untuk memperkuat budaya ketangguhan, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta menjaga keberlangsungan pelayanan publik di daerah.

Baca juga:  Sekprov Sulsel Belum Lihat Urgensi Mediasi Konflik Bupati Gowa-DPRD

Ia menjelaskan, program yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas kecamatan agar lebih siap, adaptif, dan responsif dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) penanggulangan bencana.

“Kedepan, kita penguatan kapasitas hingga level Kecamatan dan kelurahan menjadi langkah strategis untuk mempercepat respons terhadap kondisi darurat sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat,” tutur Appi.

Selain isu kebencanaan, Munafri menekankan pembahasan mengenai ketahanan pangan juga menjadi fokus utama dalam forum tersebut. Menurutnya, ketahanan pangan harus dibangun melalui pengelolaan empat aspek utama, yakni produksi, rantai pasok, ketersediaan, dan keterjangkauan pangan.

Keempat aspek tersebut, kata dia, perlu dikelola secara terpadu agar pemerintah daerah mampu menjamin kebutuhan masyarakat, terutama di tengah dinamika global yang berpotensi memengaruhi distribusi maupun harga pangan.

Baca juga:  Hadapi Risiko Kebakaran di Kepulauan, Damkarmat Makassar Hadirkan API BAHARI

“Yang harus dibangun adalah sistem ketahanan pangan yang tangguh, terintegrasi, sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan lokal dan nasional,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru