28 C
Makassar
Selasa, November 3, 2026

Suhardi Duka di Hari Jadi ke-22 Sulbar: Jangan Terpecah, Fokus pada Kesejahteraan Rakyat

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Sulbar – Peringatan Hari Jadi ke-22 Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menjadi momentum bagi Gubernur Sulbar Suhardi Duka untuk mengevaluasi kinerja pemerintah sekaligus mengingatkan agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Suhardi Duka dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-22 Sulbar yang berlangsung di Mamuju, Selasa 22 September 2026.

Menurut Suhardi Duka, usia 22 tahun Sulbar tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga kesempatan untuk melihat kembali kerja pemerintah selama satu tahun terakhir.

“Oleh karena itu kita peringati 22 tahun Sulawesi Barat ini untuk kita menilai apa kerja-kerja kita dalam satu tahun ini. Apakah rakyat merasakan hasil kerja kita? Apakah uang yang kita belanjakan untuk infrastruktur benar-benar diperlukan oleh masyarakat kita,” tuturnya.

Ia menekankan pembangunan Sulbar membutuhkan persatuan karena masyarakat hidup dalam keberagaman suku, bahasa, dan agama.

“Kenapa kita perlu bersatu? Karena kita berbeda. Kita beda suku, kadang beda bahasa, bahkan beda agama. Seandainya tidak ada perbedaan itu maka himbauan persatuan tidak perlu. Karena justru ada perbedaan itu maka kita perlu bersatu. Untuk apa kita bersatu? Untuk satu kekuatan dan cita-cita,” ujar SDK.

Menurutnya, persatuan diperlukan agar pembangunan Sulbar tetap bergerak menuju tujuan yang sama, yakni mewujudkan daerah yang maju dan masyarakat yang sejahtera.

Baca juga:  Rayakan HUT RI, Pelindo Makassar Gelar Senam, Fun Games hingga Bazar UMKM

“Kita ingin bangun Sulbar, tidak boleh kita terpecah. Harus kita tetap satu tujuan, yaitu ingin mewujudkan Sulbar menjadi daerah yang maju,” katanya.

“Maju wilayahnya, maju infrastrukturnya, maju pendidikannya, maju kesehatannya, dan sejahtera rakyatnya, itu harapan kita,” lanjutnya.

Pelayanan Dasar di Tengah Efisiensi Anggaran

Suhardi Duka juga menyinggung kondisi anggaran pemerintah di tengah kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.

Ia menyatakan pemerintah provinsi dan kabupaten di Sulbar masih dapat menjaga pelayanan dasar, khususnya sektor kesehatan masyarakat.

“Alhamdulillah di tengah efisiensi pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi masih bisa menjamin kesehatan rakyatnya,” ujarnya.

Bagi Suhardi Duka, pembangunan tidak cukup diukur dari besarnya anggaran yang dibelanjakan. Pemerintah perlu memastikan belanja tersebut menjawab kebutuhan masyarakat.

Pesan itu juga menjadi bagian dari amanat Hari Jadi ke-22 Sulbar yang mengusung tema “Mengabdi dan Berkarya Bersama Menuju Sulbar Maju dan Sejahtera.”

“Mengabdi berarti menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi dan kelompok. Bagi saya, mengabdi berarti menggunakan kewenangan untuk menyelesaikan masalah rakyat,” kata Suhardi Duka.

Ia kemudian mengajak seluruh pihak tetap optimistis terhadap pembangunan Sulbar.

“Selamat kepada kita semua atas 22 tahun Sulawesi Barat berdiri dan yakinlah bahwa tidak ada pemerintah yang berniat tidak baik untuk rakyatnya. Setiap pemerintah, bupati, camat, gubernur, presiden semua niatnya, nawaitunya ingin Indonesia baik dan ingin Indonesia maju dan ingin Indonesia sejahtera,” pungkas SDK.

Baca juga:  Pilkades 2026 Polman Sulbar: 230 Pendaftar Berebut Kursi Kades di 77 Desa

Desa Antikorupsi Jadi Bagian Peringatan

Dalam rangkaian Hari Jadi ke-22 Sulbar, Pemprov Sulbar juga memberikan penghargaan Desa Antikorupsi kepada lima desa.

Kelima desa tersebut yakni Desa Tarailu Kabupaten Mamuju, Desa Malei Kabupaten Pasangkayu, Desa Lalatedzong Kabupaten Majene, Desa Salupangkang Kabupaten Mamuju Tengah, dan Desa Batulaya Kabupaten Polewali Mandar.

Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap komitmen pemerintah desa dalam membangun tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Penghargaan itu merupakan tindak lanjut Monitoring dan Evaluasi Penilaian Perluasan Percontohan Desa Antikorupsi Tahun 2025 yang dilaksanakan Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Inspektur Daerah Provinsi Sulbar M. Natsir mengatakan penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi pemerintah desa untuk mempertahankan dan meningkatkan praktik pencegahan korupsi.

“Penghargaan Desa Antikorupsi ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan upaya pemerintah desa dalam membangun tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Kami berharap penghargaan ini menjadi motivasi untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan praktik-praktik baik dalam pencegahan korupsi di tingkat desa,” ujar Natsir.

Menurutnya, penguatan tata kelola desa perlu dilakukan melalui transparansi, akuntabilitas, partisipasi masyarakat, serta pengelolaan anggaran sesuai ketentuan.

Baca juga:  HUT ke-74 KALLA, Program Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Jangkau 884 Rumah

“Desa memiliki peran strategis dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih karena pelayanan dan pembangunan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, nilai-nilai antikorupsi harus menjadi bagian dari budaya kerja dan tata kelola pemerintahan desa,” lanjutnya.

Sulbar Fair Ramaikan HUT ke-22

Selain upacara dan pemberian penghargaan, Pemprov Sulbar menggelar Sulbar Fair 2026 di Anjungan Pantai Manakarra, Mamuju.

Kegiatan yang mengangkat tema “Berkarya, Kreatif dan Inovatif” tersebut berlangsung 22 hingga 24 September 2026.

Sulbar Fair diisi pameran produk UMKM dari enam kabupaten se-Sulbar, lomba lagu daerah, pertunjukan seni tari tradisional, serta hiburan musik.

Pemprov Sulbar juga menghadirkan Sri Devi jebolan Dangdut Academy 5 dan Anggini jebolan Dangdut Academy 8 sebagai pengisi acara.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi ke-22 Sulbar, sekaligus ruang bagi pelaku UMKM dan komunitas seni untuk menampilkan produk dan karya mereka.

Peringatan Hari Jadi ke-22 Sulbar turut dihadiri Konsul Jenderal Australia Sanci Davis, jajaran DPRD Sulbar, Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parhulutan Sianipar, Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, Forkopimda Sulbar, para tokoh pejuang pembentukan Sulbar, para bupati dan Forkopimda kabupaten se-Sulbar, pimpinan instansi vertikal, perbankan, serta tamu undangan lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Populer