34 C
Makassar
Jumat, September 18, 2026

Lewat PLN UID Sulselrabar, 8 Sapi Limousin Jadi Aset Produktif Pengembangan Ekonomi Desa di Sinjai

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Sinjai – Pengembangan ekonomi desa di Kabupaten Sinjai mendapat dukungan melalui program pemberdayaan yang menggabungkan penguatan usaha peternakan sapi dan peningkatan keterampilan digital masyarakat. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar).

Program ini merupakan kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai dan Nusantara Muda Berdaya mengembangkan sentra peternakan NUMA Farm sekaligus menggelar Digital Skill Bootcamp bagi pelaku UMKM.

Pengembangan NUMA Farm ditandai dengan dukungan delapan ekor sapi Limousin yang ditempatkan sebagai aset produktif. Bantuan tersebut dilengkapi kandang, pakan, vitamin, vaksin, serta dukungan tenaga kesehatan untuk menunjang pengelolaan peternakan.

Aset peternakan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu sumber ekonomi produktif masyarakat desa dan dikembangkan secara berkelanjutan melalui pengelolaan serta pendampingan.

Selain pengembangan peternakan, penguatan kapasitas masyarakat dilakukan melalui Digital Skill Bootcamp yang berlangsung pada 31 Agustus hingga 1 September 2026 di Aula Paripurna.

Baca juga:  Nasaruddin Umar Tegaskan Tak Maju sebagai Ketum PBNU di Muktamar ke-35 NU

Puluhan pelaku UMKM di Sinjai mengikuti pelatihan yang mencakup desain grafis, digital marketing, dan content creation. Keterampilan tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha memanfaatkan teknologi digital dalam mempromosikan produk dan memperluas jangkauan pemasaran.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Sinjai, Sudirman selaku Bendahara Kecamatan Sinjai Selatan mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, pengembangan peternakan dan peningkatan keterampilan digital dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Sinjai menyambut baik dan memberikan apresiasi atas dukungan PLN Peduli melalui program ini. Digital Skill Bootcamp memberikan keterampilan yang relevan bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya di era digital, sementara pengembangan NUMA Farm membuka peluang ekonomi produktif melalui sektor peternakan. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang semakin luas serta turut mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Kabupaten Sinjai,” ujar Sudirman.

Baca juga:  Bupati Gowa Klaim Belum Dihubungi DPRD Soal APBD Perubahan, Taufik Surullah: Dua Kali Kami Surati

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya PLN meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus mengembangkan potensi ekonomi daerah.

“PLN tidak hanya hadir melalui penyediaan energi listrik, tetapi juga berupaya menghadirkan energi perubahan bagi masyarakat. Melalui Digital Skill Bootcamp, kami mendorong para pelaku UMKM di Sinjai agar semakin adaptif, kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar. Sementara melalui NUMA Farm, dukungan delapan ekor sapi Limousin kami harapkan dapat menjadi aset produktif yang terus berkembang dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Kolaborasi keduanya diharapkan mampu menciptakan ekosistem pemberdayaan yang mendorong masyarakat semakin mandiri dan berkelanjutan,” ungkap Edyansyah.

Salah seorang peserta Digital Skill Bootcamp, Bahtiar (23), mengatakan pelatihan tersebut memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha.

Baca juga:  Pengamat Desa Soroti Isu Kipas Angin Rp1,8 Triliun : Mesti Ada Skala Prioritas

“Pelatihan Digital Skill Bootcamp ini memberikan pengalaman dan ilmu praktis yang sangat kami butuhkan. Kami diajarkan cara membuat desain produk yang menarik, mengelola media sosial, hingga memahami strategi pemasaran digital. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk lebih percaya diri dalam mempromosikan produk dan potensi Sinjai serta mengembangkannya menjadi peluang bisnis,” ungkap Bahtiar.

Pengembangan NUMA Farm dan pelatihan digital tersebut menjadi dua pendekatan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di Sinjai. Peternakan diarahkan untuk membangun aset produktif berbasis potensi lokal, sementara keterampilan digital ditujukan untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengakses pasar.

Dengan dukungan delapan sapi Limousin beserta sarana pendukungnya, NUMA Farm diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan usaha produktif masyarakat desa. Sementara kemampuan digital yang diperoleh pelaku UMKM diharapkan dapat memperluas pemasaran produk lokal Sinjai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru