34 C
Makassar
Jumat, September 18, 2026

Bursa Ketum PBNU Memanas, Prof Muammar Bakry Bocorkan Peta Dukungan NU Sulsel dan Nama Nasaruddin Umar

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof Muammar Bakry, bocorkan peta dukungan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Sulsel menjelang Muktamar NU ke-35 masih sangat dinamis.

Menurut Muammar yang juga Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali itu, sejumlah PCNU disebut telah memiliki pilihan masing-masing terkait sosok yang dinilai layak memimpin organisasi keagamaan tersebut.

Hal itu disampaikan Muammar saat ditemui usai menghadiri Wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026 UIM Al-Gazali di Hotel Dalton Makassar, Kamis 20 Agustus 2026.

Muammar mengatakan NU Sulsel telah mencermati sejumlah nama yang masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU, termasuk figur yang berasal dari Sulsel.

“NU Sulsel sendiri tentu sudah melihat, ya. Dan kita tahu bahwa dari calon yang ada, ya ada juga kader atau orang Sulawesi Selatan. Tentu teman-teman PC juga sudah punya pilihan dan pertimbangan-pertimbangan untuk diamanahkan siapa yang memimpin jam’iyah yang terbesar ini, Nahdlatul Ulama. Ya,” ujar Muammar saat ditemui awak media selepas acara Wisuda UIM di Hotel Dalton Makassar, Kamis 20 Agustus 2026.

Baca juga:  Di UIM, Nusron Wahid Ungkap Alasan Syekh Yusuf Layak Disebut Ulama Rabbani

Saat ditanya mengenai kemungkinan dukungan NU Sulsel terhadap Menteri Agama Nasaruddin Umar yang merupakan putra Sulawesi Selatan, Muammar mengakui sudah ada sejumlah PCNU yang menyatakan dukungan.

Namun, ia menegaskan dinamika dukungan menjelang Muktamar NU masih dapat berubah.

“Ya, tentu sebagian sebagian PC-PC di Indonesia, ya bukan hanya di Makassar, di Sulsel, ya tapi dengan pertimbangan profesionalisme dan ya mungkin istilah orang sini siri’ na pacce juga. Ya, jadi PC-PC itu sudah ada yang menyatakan. Sekalipun ya itu sangat dinamis, ya. Sangat dinamis, apalagi di NU itu ya sebagai kultur, kultur Nahdliyin, kultur pesantren, nah kadang-kadang juga ada hal-hal yang sifatnya ya faktor X, ada ada pengaruh politik, ada pengaruh lain-lain. Nah, sehingga ini semakin dinamis,” katanya.

Muammar memilih tidak memastikan arah dukungan NU Sulsel kepada salah satu kandidat. Ia menyerahkan keputusan mengenai sosok yang akan memimpin PBNU kepada para peserta Muktamar.

“Ya wallahu a’lam, karena saya tidak punya suara,” singkatnya.

Terkait polemik aturan mengenai kandidat yang sedang menjabat sebagai menteri, Muammar juga tidak ingin masuk terlalu jauh dalam persoalan tersebut.

Baca juga:  Museum Marsinah Resmi Dibuka Presiden Prabowo, Perkuat Desa Wisata Sejarah

Ia menilai seluruh keputusan terkait mekanisme dan kepemimpinan NU merupakan kewenangan muktamirin.

“Kita serahkan sepenuhnya ke muktamirin. Apa saja keputusan muktamirin itu kita tentu hormati. Apa pun itu, apakah nanti pilihannya itu one man one vote atau diserahkan kepada Ahlul Halli wal Aqli (Ahwa), ya tentu sepenuhnya kita serahkan kepada muktamirin,” katanya.

Menurut Muammar, sosok yang nantinya dipilih menjadi Ketua Umum PBNU harus memiliki rekam jejak yang kuat di organisasi serta memahami kebutuhan NU.

Ia menilai pengalaman dan pemahaman terhadap visi-misi NU menjadi modal penting bagi calon pemimpin organisasi tersebut.

“Kriteria? Ya tentu mereka yang betul-betul kiprahnya di NU itu sudah tidak diragukan lagi. Lalu kemudian harus memahami betul visi dan misi NU sendiri dan kira-kira apa yang dibutuhkan NU. Saya kira ini yang paling penting ini. Ya, apa yang dibutuhkan Nahdlatul Ulama lalu kemudian bisa dijadikan sebagai program utama dalam melakukan perbaikan-perbaikan yang tentu kita harapkan lebih lebih produktif lagi bagi Nahdlatul Ulama,” tutur Muammar.

Baca juga:  Menteri Agama Jadi Kandidat Ketum PBNU, Benarkah Terbentur Aturan Rangkap Jabatan?

Ia pun mengimbau warga NU Sulsel agar menentukan pilihan dengan mempertimbangkan berbagai aspek dan tidak terlepas dari nilai keagamaan.

“Ya, tentu kita memilih dengan arahan dan bimbingan serta mohon petunjuk Allah SWT,” pungkasnya.

Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026. Salah satu nama yang menguat dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Nasaruddin Umar, yang saat ini menjabat Menteri Agama dan merupakan tokoh asal Sulsel.

Selain itu, ada nama Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya yang merupakan petahana, Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, Pengasuh Pesantren Mamba’ul Ma’arif Jombang KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikinserta Bendahara Umum PBNU Gudfan Arif.

Reporter : Andi Alfath

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru