23.8 C
Makassar
Senin, Agustus 3, 2026

Museum Marsinah Resmi Dibuka Presiden Prabowo, Perkuat Desa Wisata Sejarah

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Nganjuk – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu 16 Mei 2026.

Peresmian tersebut menjadi bentuk penghormatan negara terhadap perjuangan Marsinah dalam memperjuangkan hak asasi manusia dan hak-hak pekerja, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah terhadap perlindungan kaum buruh di Indonesia.

Setibanya di lokasi, Presiden lebih dahulu mengunjungi rumah yang pernah ditempati Marsinah semasa hidupnya. Dalam kesempatan itu, Kepala Negara juga bertemu dan menyapa keluarga besar Marsinah sebelum melanjutkan peninjauan ke kompleks Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah.

Kompleks yang berdiri di atas lahan seluas 938 meter persegi itu terdiri atas dua bangunan utama, yakni museum memorial dan rumah singgah. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus ruang refleksi bagi masyarakat mengenai sejarah perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia.

Saat meninjau museum, Prabowo melihat berbagai koleksi peninggalan Marsinah yang dipamerkan, di antaranya seragam kerja pabrik, tas, dompet, sepeda ontel, hingga dokumen pribadi berupa ijazah dari tingkat sekolah dasar sampai sekolah menengah atas. Sejumlah piagam penghargaan dari organisasi buruh juga dipamerkan sebagai bagian dari perjalanan perjuangan Marsinah.

Baca juga:  Paripurna Kuorum 100 Persen, DPRD Gowa Terima Hasil Penyelidikan Pansus Hak Angket-Ini Detailnya

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengatakan peresmian Museum Ibu Marsinah menjadi momentum penting untuk mengenang perjuangan kaum buruh sekaligus menghormati keberanian Marsinah sebagai simbol perjuangan masyarakat kecil dalam memperjuangkan hak dan keadilan.

“Ini adalah sekiranya mungkin peristiwa yang langka, mungkin di seluruh dunia baru sekarang ada museum buruh. Tapi tolong dicek, mungkin pasti adalah. Tapi ini peristiwa langka,” ujar Presiden.

Menurut Prabowo, museum tersebut dibangun sebagai simbol sekaligus penanda sejarah atas perjuangan seorang perempuan muda yang memperjuangkan hak-hak buruh dan menjadi representasi masyarakat yang lemah serta tidak memiliki kekuasaan.

“Saya kira museum ini didirikan sebagai lambang, sebagai simbol dan sebagai tonggak peringatan untuk memperingati keberanian seorang pejuang. Seorang pejuang muda, seorang pejuang perempuan yang berjuang untuk hak-hak kaum buruh,” ujar Presiden.

Baca juga:  Momen Salah Ucap di Paripurna DPRD Gowa, Darmawangsyah Muin Disebut Bupati

Sebagai penanda peresmian, Presiden Prabowo menandatangani prasasti Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah. Keberadaan museum tersebut diharapkan menjadi destinasi wisata edukasi sejarah di Kabupaten Nganjuk sekaligus media pembelajaran bagi generasi muda tentang pentingnya keadilan sosial, perlindungan hak asasi manusia, dan penghormatan terhadap perjuangan buruh.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menyambut baik kehadiran Museum Marsinah yang dinilai dapat memperkuat posisi Desa Wisata Nglundo sebagai destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya.

Sebelum meninjau museum, Wamenpar terlebih dahulu mengunjungi rumah keluarga Marsinah di Desa Wisata Nglundo.

“Kehadiran Museum Marsinah bukan hanya menjadi ruang pembelajaran sejarah, tetapi juga dapat memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya dan edukasi di Desa Wisata Nglundo,” kata Ni Luh Puspa.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Nglundo, Eko Fitri Puji Harto, berharap penetapan Marsinah sebagai pahlawan nasional dapat semakin meningkatkan daya tarik desa tersebut sebagai destinasi wisata sejarah di Jawa Timur.

Baca juga:  Dukung Revalidasi UNESCO, Semen Tonasa Klaim Jalankan Seluruh Rekomendasi Konservasi

“Harapannya tentu, mari bersama-sama ikut meramaikan. Dengan diangkatnya Marsinah sebagai pahlawan buruh, kami dari Pokdarwis akan menyiapkan berbagai hal yang dapat membuat pengunjung merasa nyaman saat datang ke Desa Wisata Nglundo,” kata Eko.

Menurutnya, sebagai desa wisata yang masih dalam tahap rintisan, Nglundo masih membutuhkan pendampingan, mulai dari penyusunan paket wisata, peningkatan kualitas layanan, hingga aspek keamanan dan kenyamanan wisatawan.

“Kami sangat berharap dukungan dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat agar Desa Wisata Nglundo dapat berkembang dengan baik,” ujarnya.

Eko menambahkan, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk mendukung promosi, pemasaran, serta distribusi produk-produk unggulan desa. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan suvenir, produk kreatif, hingga paket wisata yang mengangkat sejarah dan budaya lokal.

“Kami ingin pengunjung benar-benar merasa nyaman datang dan menikmati pengalaman wisata di Desa Wisata Nglundo,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru