34 C
Makassar
Kamis, September 17, 2026

Ini Strategi Sidrap Menyelamatkan 51 Ribu Hektare Sawah di Tengah Kekeringan El Nino

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif menyampaikan bahwa pemerintahannya berhasil menghadapi ancaman kekeringan el nino dan menyelamatkan ribuan hektare lahan sawah.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengandalkan penguatan sistem irigasi, pompanisasi, hingga Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) untuk menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino.

Lebih dari 51 ribu hektare lahan persawahan di daerah itu diklaim tetap aman dan produktif.

“Sidrap dampak El Nino sudah mulai terasa, tapi penanganan yang serius dilakukan. Sawah irigasi terdistribusi airnya dengan bagus, akhirnya sawah irigasi alhamdulillah sudah ada yang mulai panen,” ujar Syaharuddin saat ditemui di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Rabu, 5 Agustus.

Distribusi air untuk sawah irigasi masih berjalan baik sehingga sebagian petani bahkan telah memasuki masa panen.

Baca juga:  Kalosi Alau Juara Lomba Desa Berprestasi Sulsel, Siap Wakili ke Tingkat Nasional

Ia menjelaskan, sekitar 30 ribu hektare dari total 52.200 hektare sawah di Sidrap merupakan lahan irigasi yang pasokan airnya masih terjaga.

Sementara untuk sawah tadah hujan, pemerintah mengoptimalkan program listrik masuk sawah, pompanisasi, serta JIAT yang dibangun melalui Balai Kementerian Pekerjaan Umum.

“Untuk sawah tadah hujan sudah kita antisipasi kemarin melalui listrik masuk sawah dan pompanisasi program Balai Kementerian PU melalui JIAT, akhirnya terkendali,” katanya.

Menurut Syaharuddin, kombinasi berbagai upaya tersebut membuat dampak kekeringan dapat ditekan. Dari total 52.200 hektare lahan persawahan di Sidrap, hanya sekitar 1.000 hektare yang terdampak akibat berkurangnya debit air dari embung, bendungan kecil, dam parit, maupun aliran sungai.

“Dari total sawah 52.200 hektare, ada kurang lebih 1.000 hektare yang terdampak kekeringan. Sementara 51 ribu lebih berhasil,” jelasnya.

Baca juga:  Banyak Mengungsi Mandiri, Wagub NTT Minta Desa Aktif Data Warga Terdampak Gempa

Pemerintah daerah, lanjut Syaharuddin, terus menyalurkan bantuan pompa dan mendistribusikan air ke titik-titik yang mengalami kekeringan. Salah satu langkah yang sempat menjadi perhatian publik adalah pemanfaatan mobil pemadam kebakaran untuk menyuplai air ke lahan pertanian yang membutuhkan.

Ia pun optimistis musim panen raya di Sidrap akan berlangsung pada awal hingga pertengahan Agustus.

“Insyaallah kalau di Sidrap sedikit lagi panen. Minggu pertama Agustus, minggu kedua Agustus itu sudah panen raya,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan pemerintah provinsi juga memperkuat langkah mitigasi El Nino dengan menyiapkan 300 unit pompa pertanian yang akan disalurkan ke daerah-daerah yang membutuhkan.

“Kita siapkan 300 pompa untuk pertanian. Ini ada permohonan yang kita proses 100 titik,” kata Andi Sudirman.

Baca juga:  Suami-Istri hingga Saudara Kandung Bertarung, Ini Daftar Pemenang Pilkades Barru 2026

Menurutnya, bantuan pompa diprioritaskan bagi wilayah yang memiliki sumber air agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menjaga tanaman padi yang masih berada pada fase pertumbuhan.

“Belum musim panen, sekarang lagi butuh-butuh air. Fasenya pertumbuhan, cuma kita akan kasih pompa yang betul ada sumber air dan sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Selain sektor pertanian, Pemprov Sulsel juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan serta memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah yang terdampak kekeringan.

“Perkotaan kita mitigasi kekeringan dan kebakaran hutan. Beberapa wilayah sudah kita siagakan tim tanggap karhutla. Untuk masalah air bersih, kita koordinasi dengan kabupaten/kota memastikan titik yang membutuhkan,” ujarnya.

Reporter : Andi Alfath

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru