Desa Terkini, Barru – Wakil Bupati (Wabup) Barru Abustan A. Bintang mengusulkan pembangunan stockpile atau gudang pupuk di Kabupaten Barru. Menurutnya, posisi Barru yang strategis sebagai daerah penyangga pertanian di Sulawesi Selatan (Sulsel) serta didukung pelabuhan yang representatif menjadikan daerah tersebut layak menjadi pusat distribusi pupuk.
Hal ini ia ungkapkan saat menghadiri Gerakan Panen Bersama yang dirangkaikan dengan Tanam Bersama di kawasan penangkaran benih seluas 200 hektare milik Kelompok Tani Sipurennu II, Desa Corawali, Kecamatan Tanete Rilau, Jumat 10 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) Musim Tanam 2026 sekaligus menjaga kesinambungan produksi pangan di Kabupaten Barru.
Ia menjelaskan, keberadaan gudang pupuk akan mempercepat distribusi kepada petani, mengurangi antrean pembongkaran di Makassar, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan pelabuhan yang telah dibangun di Kabupaten Barru.
Selain itu, Abustan meminta bantuan alat dan mesin pertanian, khususnya pompa air, dimanfaatkan secara adil oleh seluruh anggota kelompok tani agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
Ia juga menginstruksikan Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Barru segera memetakan kebutuhan pompa air di lapangan untuk diusulkan kembali kepada Kementerian Pertanian. Sementara di wilayah yang telah terjangkau jaringan listrik PLN, penggunaan pompa listrik dinilai menjadi solusi mengatasi potensi keterbatasan bahan bakar.
Tidak hanya fokus pada peningkatan produksi padi, Abustan mengajak petani memanfaatkan pematang sawah dengan menanam komoditas bernilai ekonomi seperti pisang guna menambah pendapatan keluarga.
Ia juga mendorong petani mengandangkan ternak sapi agar limbahnya dapat diolah menjadi pupuk organik atau bokashi. Langkah tersebut dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus mendukung praktik pertanian yang berkelanjutan.
“Kemandirian pertanian tidak hanya ditentukan oleh hasil panen, tetapi juga bagaimana petani mampu mengelola sumber daya yang dimiliki secara optimal. Karena itu, sinergi antara petani dan penyuluh pertanian harus terus diperkuat agar produktivitas tetap meningkat,” tegasnya.
Di hadapan para petani, Abustan juga mengimbau agar petani yang telah mampu secara ekonomi menunaikan zakat pertanian melalui Baznas serta melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebelum hasil penjualan gabah digunakan untuk kebutuhan lainnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian RI atas berbagai program yang telah dialokasikan untuk Kabupaten Barru, mulai dari Optimasi Lahan (OPLA), Brigade Pangan, bantuan alat dan mesin pertanian hingga program strategis lainnya yang dinilai mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Sulawesi Selatan, Muhammad Taufiq Ratule, mengatakan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, penyuluh pertanian, BUMN, sektor swasta hingga para petani.
Menurutnya, tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan swasembada melalui peningkatan produktivitas. Untuk itu, Kementerian Pertanian mendorong penerapan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PMAAS) yang mengintegrasikan teknologi budidaya modern dan diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas hingga sekitar 50 persen.
Muhammad Taufiq mengungkapkan Kabupaten Barru memperoleh target pengembangan PMAAS seluas sekitar 2.280 hektare. Seluruh penyuluh pertanian diminta terus mengawal peningkatan Luas Tambah Tanam, menjaga indeks pertanaman, serta memastikan proses tanam berlangsung secara berkelanjutan setiap bulan.
Ia juga mengapresiasi kontribusi Sulawesi Selatan sebagai salah satu lumbung pangan nasional, termasuk Kabupaten Barru yang dinilai terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan produksi pangan nasional.
Pada kesempatan tersebut, Kementerian Pertanian RI menyerahkan secara simbolis 10 unit pompa air kepada 10 kelompok tani di Kabupaten Barru. Bantuan itu diharapkan mampu mengantisipasi dampak El Nino sekaligus mempercepat Luas Tambah Tanam pada Musim Tanam III Tahun 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Lingkungan Pertanian, Anggota DPRD Sulawesi Selatan Nurhasbiah Main, perwakilan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pertanian, Wakapolres Barru, perwakilan Kodim 1405/Parepare, PT Pupuk Indonesia, BPS Kabupaten Barru, Perum Bulog Cabang Parepare, Bank Mandiri Cabang Barru, jajaran Pemerintah Kabupaten Barru, penyuluh pertanian, kelompok tani, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin, serta sejumlah undangan lainnya.



