23.8 C
Makassar
Senin, Agustus 3, 2026

Trans Sulsel Telah Layani 1,15 Juta Penumpang dalam Setahun

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Bus Trans Sulsel mencatatkan peningkatan jumlah pengguna sejak pengelolaannya diambil alih Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kurun Juni 2025 hingga 2 Juni 2026, layanan ini telah melayani sekitar 1,15 juta penumpang pada tiga koridor yang beroperasi.

Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan, Andi Erwin Terwo, mengatakan capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi massal yang dikelola pemerintah daerah.

Menurutnya, pertumbuhan jumlah penumpang juga mencerminkan semakin tingginya penerimaan masyarakat terhadap transportasi publik sebagai pilihan mobilitas yang aman, terjangkau, dan efisien.

Andi Erwin menjelaskan, saat pengelolaan dialihkan dari Kementerian Perhubungan pada Juni 2025, Pemprov Sulsel hanya mengoperasikan Koridor 1 dan Koridor 2. Seiring waktu, jumlah pengguna terus bertambah, bahkan Koridor 1 mampu melampaui target layanan hingga sekitar 140 persen pada akhir 2025.

Pada 2026, Pemprov Sulsel kembali mengambil alih pengelolaan Koridor 5 sehingga saat ini Andalan Trans Sulsel melayani tiga koridor. Sebelum sistem pembayaran elektronik diterapkan, koridor tersebut terlebih dahulu dioperasikan secara gratis sebagai masa uji coba untuk memperkenalkan layanan kepada masyarakat.

Baca juga:  Flash Charging dan Dual Mode Jadi Senjata Baru BYD Haka Auto Gaet Calon Pengguna

Dalam satu tahun pengelolaan, jumlah pengguna terus meningkat hingga menembus 1,15 juta penumpang.

“Ini merupakan capaian yang sangat baik dan menunjukkan bahwa masyarakat semakin memilih Trans Sulsel sebagai moda transportasi sehari-hari,” ujar Andi Erwin saat ditemui di Ruang Rapat Toraja Room, Kantor Gubernur Sulsel, Rabu 24 Juni 2026.

Ia mengatakan, Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan terus melakukan optimalisasi layanan di seluruh koridor, termasuk melalui peningkatan kualitas pelayanan dan penerapan sistem pembayaran non tunai yang mulai diberlakukan pada April 2026.

Menurutnya, penerapan sistem pembayaran elektronik sempat menyebabkan penurunan jumlah penumpang pada awal implementasi karena proses adaptasi masyarakat. Namun kondisi tersebut dinilai sebagai bagian dari transisi menuju sistem transportasi yang lebih modern dan terintegrasi.

Baca juga:  Ground Breaking Jalan Rantepao-Baruppu Torut Jadi Langkah Perkuat Mobilitas dan Distribusi Hasil Pertanian

Pemprov Sulsel juga terus memperluas sosialisasi kepada masyarakat, terutama bagi kelompok pengguna yang berhak memperoleh tarif khusus, seperti pelajar, mahasiswa, lanjut usia, dan penyandang disabilitas.

Kelompok tersebut dikenakan tarif Rp2.000 per perjalanan, sedangkan tarif umum sebesar Rp4.600. Untuk mendapatkan tarif khusus, calon pengguna wajib melalui proses verifikasi data menggunakan KTP dan Kartu Keluarga di sejumlah titik layanan, seperti Mall Panakkukang, Universitas Hasanuddin, terminal, hingga wilayah Kabupaten Takalar.

Selain itu, Dinas Perhubungan Sulsel bekerja sama dengan Bank Sulselbar dalam penyediaan layanan isi ulang kartu pembayaran elektronik sekaligus memperluas edukasi penggunaan sistem pembayaran non tunai kepada masyarakat.

Sosialisasi juga melibatkan pemerintah daerah melalui perangkat kecamatan hingga pemerintah desa, khususnya di Kabupaten Takalar yang menjadi salah satu wilayah layanan Andalan Trans Sulsel.

Meski menunjukkan tren positif, operasional layanan masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya keterbatasan lokasi pengisian ulang kartu elektronik serta kemacetan lalu lintas yang memengaruhi ketepatan waktu operasional bus.

Baca juga:  Garuda Indonesia Terapkan Sistem Bagasi Baru Mulai 1 September 2026, Jatah Gratis Berdasarkan Jumlah Koper

Andi Erwin menilai potensi peningkatan jumlah pengguna masih sangat besar seiring meningkatnya kesadaran masyarakat memanfaatkan transportasi publik. Selain itu, biaya perjalanan yang lebih ekonomis dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan jumlah penumpang.

“Hasil pengamatan kami menunjukkan beberapa koridor, khususnya Koridor CPI, hampir selalu dipenuhi penumpang pada setiap perjalanan. Ini menjadi sinyal positif bahwa layanan Trans Sulsel semakin diminati masyarakat,” katanya.

Pemprov Sulsel terus melakukan evaluasi terhadap pengembangan layanan, mulai dari peningkatan kualitas armada, penguatan integrasi antarkoridor, hingga perluasan jangkauan ke kawasan dengan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.

Saat ini Andalan Trans Sulsel mengoperasikan 37 armada bus yang melayani Koridor 1, Koridor 2, dan Koridor 5 sebagai bagian dari upaya menyediakan transportasi publik yang aman, nyaman, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi Selatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru