Desa Terkini, Gowa – Siapa sangka, hari pertama masuk sekolah di SIT Alif Cendekia Gowa berubah menjadi momen yang mengundang tawa sekaligus haru. Halaman sekolah dipenuhi sosok polisi, tentara, jaksa, dokter, pilot, guru, atlet, dan berbagai profesi lainnya.
Bukan sedang ada operasi gabungan ataupun kunjungan resmi. Mereka adalah anak-anak yang datang dengan penuh semangat mengenakan kostum profesi impian masing-masing dalam rangka kegiatan MPLS.
Ada polisi kecil yang masih malu-malu, dokter mungil yang sibuk tersenyum kepada teman-temannya, pilot cilik yang tak berhenti melambaikan tangan, hingga jaksa kecil yang tampil percaya diri di hadapan guru dan orang tua.
Dean Herdesviana S.E., MM selaku Ketua Yayasan yang memiliki latar belakang entertainment (pemain sinetron Tukang Bubur Naik Haji, Orang ke 3, Dari Jendela SMP dan Pintu Berkah) memang sangat kreatif dan tidak kehabisan ide.
”Suasana hangat itu menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya tentang mengenalkan ruang kelas, tetapi juga menanamkan harapan dan keberanian untuk bermimpi,” ujarnya.

Sisi lain Ketua Forsil (Forum Komunikasi Sekolah Alif Cendekia “Zilqiah Angraini SH” sangat mengapresiasi sekali kegiatan MPLS ini. Anak-anak diajak bermimpi dan mengenal bahwa mereka bisa menjadi apa saja yang mereka cita-citakan.
Anak-anak datang ke sekolah menggunakan kostum profesi cita-cita mereka. Ada yang menjadi dokter, guru, polisi, pilot, pengusaha, ilmuwan, hingga penghafal Al-Qur’an, CEO, Cheff dan masih banyak lagi.
“Mereka upacara, senam dan menari bergembira bersama lalu ceremonialnya terasa banget hangat dan ceria ananda-ananda disambut di sekolah dengan pengurus ACG dan jajarannya yang baru juga,” terang Zilqiah Angraini yang juga orang tua murid dari Zayyidan & Zahin yang kini duduk di kelas 6A dan 6B.
Tapi Yang paling indah kata Zilqiah ialah mereka belajar bahwa setiap cita-cita adalah mulia jika diniatkan untuk beribadah kepada Allah dan memberi manfaat bagi sesama
”Semoga kegiatan bertema “Aku Bisa Jadi Apa Saja” menjadi langkah awal menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian bermimpi, dan semangat belajar pada setiap ananda di ACG,” harapnya.

Ia berterima kasih kepada seluruh guru yang telah mendampingi dengan penuh kesabaran, serta Ayah dan Bunda yang terus menjadi penyemangat terbaik dari rumah.
“Karena setiap anak memiliki potensi yang unik, tugas kita bukan membandingkan mereka, tetapi membersamai mereka menemukan jalan terbaiknya,” tutupnya.
Salah satu wali murid atas, Ayu Retno Wahyuni merasa sangat antusias menyambut MPLS SIT Alif Cendekia Gowa. Menurutnya, acara ini berjalan dengan sangat baik dan anak-anak pulang dengan wajah cerita.
“Anak kami pulang dengan wajah ceria, penuh semangat, dan semakin percaya diri untuk memulai hari-hari belajarnya di sekolah. Guru-guru menyambut setiap anak dengan penuh kasih sayang, sehingga mereka merasa nyaman, aman, dan diterima sejak hari pertama,” pintanya.
Retno menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga besar SDIT Alif Cendikia Gowa yang telah menghadirkan pengalaman MPLS yang menyenangkan dan bermakna.
“Semoga langkah awal ini menjadi fondasi yang baik bagi tumbuh kembang karakter dan prestasi anak-anak kami,” tutupnya.




