34 C
Makassar
Kamis, September 17, 2026

Pengadaan Pelindo 2026 Diperbarui, Vendor Diminta Penuhi Standar Keselamatan

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus memperkuat kemitraan dengan pelaku usaha melalui pembaruan sistem dan kebijakan pengadaan barang dan jasa.

Penguatan ekosistem vendor tersebut dilakukan Pelindo Regional 4 melalui sosialisasi kebijakan pengadaan tahun 2026 yang mencakup digitalisasi sistem P-eproc, penerapan Contractor Safety Management System (CSMS), hingga fasilitas pembiayaan yang didukung perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Kegiatan sosialisasi digelar di Ruang Rapat Akhlak, Lantai 7 Kantor Pelindo Regional 4, Makassar, Kamis 13 Agustus 2026 dan diikuti vendor yang telah menjadi mitra maupun pelaku usaha yang berencana menjalin kerja sama dengan Pelindo.

Forum tersebut menjadi wadah untuk menyamakan pemahaman mengenai berbagai ketentuan, sistem, serta standar yang harus dipenuhi vendor dalam mengikuti proses pengadaan maupun menjalankan pekerjaan di lingkungan Pelindo.

Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful, menilai keberadaan vendor memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran operasional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepelabuhanan.

“Pelindo memandang vendor sebagai mitra strategis. Karena itu, hubungan kerja sama harus dibangun berdasarkan profesionalisme, transparansi, kepatuhan, kualitas pekerjaan, serta komitmen terhadap keselamatan,” ujar Rinto.

Baca juga:  262 Desa Terjangkau Program Energi Berdikari, SDM Pengelola Diperkuat

Ia menjelaskan, penyamaan pemahaman menjadi penting agar seluruh tahapan kerja sama dapat berlangsung secara tertib, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, Pelindo mendorong vendor untuk memastikan kesiapan perusahaan sebelum mengikuti proses pengadaan ataupun melaksanakan pekerjaan.

Kesiapan tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari administrasi, kompetensi teknis, kapasitas perusahaan dan integritas, hingga pemenuhan standar keselamatan dan kesehatan kerja.

“Kami berharap seluruh vendor dapat memahami ketentuan yang berlaku dan mempersiapkan diri dengan baik. Hal ini penting agar kerja sama yang terjalin mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan mendukung pelayanan Pelindo kepada pengguna jasa,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Pelindo memberikan pemaparan terkait sejumlah perubahan dan ketentuan terbaru dalam proses pengadaan.

Materi yang disampaikan antara lain kebijakan pengadaan barang dan jasa, penerapan CSMS, pembaruan P-eproc, serta fasilitas finance funding dan dukungan pembiayaan dari bank-bank Himbara.

Manager Pengadaan Non Teknik PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Yanuar Siscaria Rahmawati, mengatakan pembaruan kebijakan dan sistem merupakan bagian dari transformasi pengadaan Pelindo untuk membangun proses bisnis yang lebih transparan, efisien, sekaligus kompetitif.

Baca juga:  Vasaka Hotel Makassar Ajak Anak Belajar Jadi Barista Lewat Program Barista Cilik

“Pengadaan barang dan jasa tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan perusahaan. Proses ini juga menjadi instrumen penting dalam menjaga efisiensi, transparansi, persaingan usaha yang sehat, dan kualitas hasil pekerjaan,” tutur Yanuar.

Menurutnya, pengembangan P-eproc diharapkan dapat semakin membuka akses bagi pelaku usaha untuk mengikuti proses pengadaan secara digital.

Untuk mendukung proses tersebut, vendor diminta memastikan data dan informasi perusahaan yang tercatat dalam Vendor Management System (VMS) telah lengkap, akurat, serta diperbarui secara berkala.

Pelindo juga menegaskan prinsip kesempatan yang setara bagi pelaku usaha yang mempunyai kompetensi dan memenuhi seluruh persyaratan untuk berpartisipasi dalam proses pengadaan.

Tidak hanya berkaitan dengan administrasi dan pemanfaatan teknologi digital, aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan pekerjaan.

Melalui CSMS, setiap kontraktor dituntut memiliki kemampuan untuk mengenali sekaligus mengendalikan potensi risiko keselamatan dan kesehatan kerja selama menjalankan pekerjaan.

Manager Pengadaan Pelindo Regional 4, Anrina Mesanny Aprilia Rasmud, mengatakan sosialisasi tersebut sekaligus menjadi sarana komunikasi antara perusahaan dengan vendor untuk membahas mekanisme pengadaan secara lebih terbuka.

Baca juga:  Komitmen ESG, Kalla Translog Hijaukan Pesisir Pangkep dengan Tanam 31 Ribu Mangrove

“Melalui forum ini, vendor dapat memperoleh informasi yang lebih komprehensif sekaligus menyampaikan pertanyaan mengenai proses pengadaan. Kami ingin memastikan tidak ada perbedaan pemahaman dalam penerapan kebijakan di lapangan,” ujar Anrina.

Ia menambahkan, kesiapan vendor tidak dapat hanya dilihat dari sisi kelengkapan dokumen.

Kemampuan teknis, integritas perusahaan, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses kerja sama dengan Pelindo.

Pelindo Regional 4 pun terus mendorong terbentuknya ekosistem pengadaan yang terbuka, profesional, dan kompetitif.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya berdampak terhadap peningkatan kualitas barang dan jasa yang diperoleh perusahaan, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha yang memenuhi ketentuan.

Sosialisasi Pengadaan Barang dan Jasa Pelindo Tahun 2026 sendiri dilaksanakan di empat wilayah regional, yakni Medan, Jakarta, Surabaya, dan Makassar.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah Pelindo untuk menyelaraskan pemahaman sekaligus memastikan implementasi kebijakan pengadaan dapat berjalan secara konsisten di seluruh wilayah operasional perusahaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru