34 C
Makassar
Jumat, September 18, 2026

Hadapi Kemarau dan El Nino, Pemprov Sulsel Siapkan Pompa Air hingga Sumur Bor untuk Sawah

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menghadapi puncak musim kemarau yang diperparah fenomena iklim El Nino.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak kekeringan, terutama terhadap sektor pertanian serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sulsel.

Selain menyiagakan personel untuk penanganan karhutla, Pemprov Sulsel juga menyalurkan bantuan mesin pompa air dan menjalankan operasi pompanisasi untuk memenuhi kebutuhan air di wilayah pertanian yang terdampak kekeringan.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan distribusi mesin pompa dan operasi pompanisasi telah dilakukan di sejumlah kabupaten untuk membantu lahan pertanian, khususnya persawahan yang mengalami kekurangan air.

Baca juga:  Harta Karun di Mamuju, Kandungan REE LTJ Disebut Tertinggi di Indonesia

“Kemarin tim sudah melakukan pembagian mesin pompa untuk beberapa kabupaten dan operasi pompanisasi air untuk wilayah pertanian padi yang terdampak kekeringan air,” kata Andi Sudirman, Sabtu (8/8/2026).

Menurutnya, percepatan penanganan kekeringan dilakukan dengan melibatkan pemerintah kabupaten/kota bersama jajaran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHBUN).

Andi Sudirman meminta pemerintah daerah yang wilayahnya terdampak kekeringan segera menyampaikan laporan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

“Bagi wilayah terdampak agar segera melaporkan ke kabupaten melalui dinas pertanian dan provinsi melalui Dinas TPHBUN,” ujarnya.

Laporan tersebut diminta dilengkapi informasi mengenai lokasi lahan terdampak, dokumentasi kondisi lahan, sumber air, hingga potensi lokasi sumur bor.

Baca juga:  Dulu Habiskan Rp35 Juta, Kini Cuma Rp14 Juta, Petani Enrekang Rasakan Manfaat Electrifying Agriculture

Data tersebut diperlukan untuk memudahkan tim melakukan survei dan menentukan bentuk penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.

Selain pengerahan pompa air, Pemprov Sulsel juga menyiapkan bantuan sumur bor dengan prioritas pada lahan persawahan yang mengalami kekeringan saat musim tanam.

“Kami harap laporan dengan menyertakan lokasi, foto kondisi dan sumber air maupun potensi sumur bor. Tim provinsi akan menindaklanjuti melalui survei dan geolistrik untuk bor dan lainnya menurut kesiapsiagaan yang dimiliki,” jelasnya.

Langkah mitigasi tidak hanya menyasar sektor pertanian. Pemprov Sulsel juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Personel dan sumber daya penanganan karhutla disiagakan di sejumlah wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Baca juga:  Karhutla TNBTS Meluas ke Jemplang, Bromo Ditutup dan Penyebab Api Diselidiki

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, hingga saat ini terdapat lima daerah yang telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan.

Kelima daerah tersebut yakni Kota Makassar, Kota Parepare, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Enrekang, dan Kabupaten Kepulauan Selayar.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah diharapkan mempercepat pelaporan dan penanganan di tingkat lapangan, terutama untuk melindungi lahan pertanian masyarakat yang menjadi sumber penghidupan warga di wilayah pedesaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru