27.1 C
Makassar
Selasa, Agustus 4, 2026

Desa di Luwu Ini Bersiap Jadi Sentra Ekonomi Nelayan Lewat Kampung Nelayan Merah Putih

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Luwu – Pemerintah terus mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis sektor perikanan termasuk di Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Hingga akhir 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai daerah. Di luwu sendiri, ada 10 lokasi pembangunan.

Program tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah seiring pergeseran fokus dari swasembada karbohidrat menuju swasembada protein.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah telah menggelar rapat koordinasi untuk memastikan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih berjalan sesuai target.

“Saudara-saudara, kita baru saja rapat di sini. Kan soal karbohidrat sudah selesai, sukses, ya. Nah, sekarang perintah Bapak Presiden, kita fokus, kita swasembada, bahkan ingin menjadi eksportir terbesar protein ikan, khususnya. Ikan, udang, ya,” kata Zulhas sapaannya.

Baca juga:  PLN Percepat Program Listrik Desa, Target 5.700 Desa Berlistrik hingga 2029

Ia menegaskan pemerintah menargetkan pembangunan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih hingga akhir tahun. Hingga saat ini, sebanyak 65 kampung telah dibangun dan jumlah tersebut ditargetkan terus bertambah.

Menurut Zulhas, kawasan Kampung Nelayan Merah Putih dirancang sebagai pusat layanan ekonomi nelayan yang dilengkapi berbagai fasilitas, seperti balai lelang, cold storage, pabrik es, tambatan kapal, hingga fasilitas pendukung lainnya. Dengan infrastruktur tersebut, nelayan diharapkan tidak lagi bergantung kepada tengkulak saat menjual hasil tangkapan.

“Kalau dia bawa ikan banyak, ditawar murah-murah tengkulak, dia bisa nggak jual, ditaruh dulu di cold storage. Kalau nggak laku juga, koperasi beli. Kerja sama sama SPPG,” ujarnya.

Di Kabupaten Luwu, program tersebut mulai direalisasikan di 10 lokasi. Salah satu titik pembangunan berada di Desa Padang Kalua, Kecamatan Bua, yang mulai memasuki tahap konstruksi sejak Jumat 24 Juli 2026.

Kepala Desa Padang Kalua, Umi, mengatakan pembangunan di desanya diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp6 miliar dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Baca juga:  Riset Rumput Laut hingga Pertanian Desa Jadi Fokus Kemdiktisaintek di Sulawesi

“Untuk di desa saya kemungkinan anggarannya sekitar Rp6 miliar,” ujar Umi melalui pesan singkat.

Untuk mendukung kelancaran pembangunan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu turut membangun akses jalan melalui APBD agar distribusi material ke lokasi proyek tidak mengalami hambatan.

“Kami juga mendapat bantuan pengerasan jalan dari APBD Luwu dari Pak Bupati untuk menunjang kelancaran masuk material ke Kampung Nelayan Merah Putih,” katanya.

Umi menjelaskan kawasan tersebut nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, antara lain pabrik es, cold storage, stasiun pengisian bahan bakar solar bagi nelayan, docking atau bengkel kapal, serta toko penyedia perlengkapan perahu.

Menurutnya, fasilitas tersebut akan memberi manfaat besar bagi sekitar 200 unit kapal nelayan yang beroperasi di Desa Padang Kalua. Selama ini, nelayan setempat menangkap berbagai komoditas perikanan seperti ikan putih, ikan merah, baronang, banjar, bandeng, hingga udang.

Baca juga:  Sekprov Sulsel Belum Lihat Urgensi Mediasi Konflik Bupati Gowa-DPRD

“Dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat. Apalagi nanti ada pabrik es batu, stasiun pengisian bahan bakar solar, docking kapal, dan toko alat-alat perahu. Jadi masyarakat sudah tidak perlu capek keluar mencari solar maupun perlengkapan saat ada kerusakan kapal,” jelasnya.

Tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama pihak rekanan telah melakukan peninjauan lapangan yang turut dihadiri Dinas Perikanan dan Dinas PUPR Kabupaten Luwu.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat distribusi hasil tangkapan, tetapi juga meningkatkan nilai jual ikan melalui penyimpanan yang lebih baik, memangkas biaya operasional nelayan, serta mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di kawasan pesisir. Dengan demikian, Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya menjadi proyek pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi model penguatan ekonomi desa berbasis sektor perikanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru