23.8 C
Makassar
Senin, Agustus 3, 2026

Appi Warning 369 Kepsek yang Baru Dilantik, Era Titip-Menitip di SPMB Harus Berakhir

Wajib Dibaca

Desa Terkini, Makassar – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akhirnya melaksanakan pengukuhan dan pelantikan kepala sekolah (kepsek) secara menyeluruh setelah penantian selama satu dekade. Sebanyak 369 kepala sekolah jenjang SD dan SMP resmi dilantik dalam sebuah prosesi di Tribun Lapangan Karebosi, Selasa 23 Juni 2026.

Pelantikan tersebut dipimpin langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang menegaskan bahwa para kepsek kini memikul tanggung jawab besar dalam memajukan dunia pendidikan di Kota Makassar.

“Tugas berat dan tanggung jawab besar sudah menanti bapak dan Ibu di depan mata. Saat ini kita berada di era di mana tuntutan masyarakat terhadap transparansi publik sangat tinggi,” kata Munafri.

Ia menekankan bahwa tugas pertama yang harus dikawal adalah pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 agar berlangsung secara jujur, adil, transparan, dan bebas dari segala bentuk penyimpangan.

“Karena itu saya menitipkan amanah yang berat namun mulia kepada seluruh kepala sekolah untuk mengawal dan menyukseskan pelaksanaan SPMB 2026 dengan penuh integritas,” tegasnya.

Munafri yang akrab disapa Appi mengatakan, pelantikan massal kepsek ini menjadi momentum bersejarah karena baru kembali terlaksana setelah 10 tahun. Menurutnya, berbagai perubahan regulasi, dinamika birokrasi, serta persoalan administrasi menjadi penyebab tertundanya pengukuhan kepala sekolah definitif selama ini.

“Selama sepuluh tahun kita menghadapi berbagai tantangan dan transisi. Namun hari ini penantian panjang itu berakhir hari ini,” ungkap Appi.

“Kita tidak ingin sekadar menunjuk seseorang menjadi pemimpin sekolah, tetapi ingin membangun fondasi yang kokoh bagi kemajuan pendidikan di Kota Makassar,” lanjutnya.

Ia menjelaskan seluruh kepsek yang dilantik telah melalui tahapan seleksi secara objektif, transparan, dan berlapis, sehingga diharapkan mampu menunjukkan kepemimpinan terbaik di sekolah masing-masing.

Baca juga:  PARDAS Angkatan V 2026 Perkuat Kompetensi Aparatur Pariwisata Nasional

Dari total pejabat yang dilantik, sebanyak 314 merupakan kepsek SD dan 55 kepala sekolah SMP. Setelah prosesi pengukuhan, Munafri bahkan menyalami satu per satu kepala sekolah sebagai bentuk penghormatan atas amanah yang mereka emban.

Menurutnya, jabatan kepsek bukan sekadar posisi administratif, tetapi merupakan tanggung jawab besar dalam menjaga mutu pendidikan sekaligus membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Karena itu, ia meminta setiap kepsek memastikan proses verifikasi dan validasi data pendaftar SPMB dilakukan secara profesional sesuai ketentuan.

Munafri juga menegaskan tidak ingin lagi mendengar adanya praktik-praktik yang mencederai keadilan dalam penerimaan siswa baru.

“Saya tidak ingin lagi mendengar ada riak-riak negatif. Tidak boleh ada budaya titip-menitip, praktik transaksional, atau bentuk kecurangan apa pun yang mencederai hak anak-anak kita untuk memperoleh pendidikan secara adil,” imbuh Appi.

Menurut Ketua IKA FH Unhas tersebut, sekolah merupakan laboratorium moral yang membentuk karakter generasi masa depan. Karena itu, seluruh proses pendidikan harus dibangun di atas nilai kejujuran dan keadilan.

“Kalau proses masuk sekolah saja sudah dicoreng ketidakjujuran, maka sesungguhnya kita sedang merancang kehancuran generasi masa depan.”

“Saya tegaskan, berikan hak anak-anak Makassar untuk mendapatkan pendidikan secara adil,” katanya.

Selain mengawal SPMB, Munafri juga meminta para kepsek segera mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas Pemerintah Kota Makassar di sektor pendidikan. Ia menilai sekolah harus menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, inklusif, menyenangkan, serta bebas dari praktik perundungan maupun kekerasan.

Baca juga:  Rakernas APEKSI, Walkot Makassar Tegaskan Komitmen Bangun Kota Tangguh Bencana

“Pastikan tidak ada lagi anak-anak Makassar yang putus sekolah. Pendidikan harus bisa diakses secara merata dan berkualitas oleh seluruh warga,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan agar para kepsek memaknai jabatan sebagai amanah, bukan simbol kekuasaan. Menurutnya, kepala sekolah harus menjadi teladan bagi guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga peserta didik.

“Jadilah role model bagi guru, staf tata usaha, orang tua murid, dan terutama bagi peserta didik,” tuturnya.

“Ketika pemimpinnya menunjukkan integritas, ketulusan, dan etos kerja yang baik, maka seluruh ekosistem sekolah akan bergerak mengikuti irama kebaikan tersebut,” sambung Appi.

Dalam arahannya, Appi turut menyoroti pentingnya pembenahan data pegawai, khususnya data guru, yang selama ini menjadi salah satu hambatan dalam proses pengukuhan kepala sekolah.

Menurutnya, akurasi data menjadi fondasi dalam penyusunan kebijakan pendidikan. Karena itu, sinkronisasi, validasi, dan verifikasi data harus dilakukan secara serius.

“Di era digital saat ini, data adalah kompas. Data yang keliru akan melahirkan kebijakan yang keliru. Data guru yang tidak akurat dapat menghambat karier mereka dan mengganggu pemetaan mutu pendidikan,” jelas politisi Golkar tersebut.

Ia meminta para kepsek menjadikan pembaruan data pegawai sebagai pekerjaan pertama setelah kembali ke sekolah masing-masing.

“Saya menuntut keseriusan penuh untuk membenahi, merapikan, dan memperbaiki data pegawai di satuan pendidikan masing-masing. Jadikan ini sebagai pekerjaan pertama yang harus segera dituntaskan,” tegasnya.

Appi kembali mengingatkan bahwa seluruh kepala sekolah yang dilantik telah melalui proses seleksi yang ketat, mulai dari uji kompetensi, wawancara mendalam hingga penelusuran rekam jejak secara menyeluruh.

“Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah langkah untuk membangun fondasi yang kokoh bagi kemajuan pendidikan Kota Makassar,” kata Appi.

Baca juga:  Kepsek di Sulsel Mundur Massal, Disdik Sulsel Angkat Bicara

“Amanah besar telah diberikan, dan saya yakin seluruh kepala sekolah mampu menjalankannya dengan sebaik-baiknya,” sambung Wali Kota menutup arahannya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, turut memberikan pesan kepada para kepala sekolah yang baru dilantik.

Menurut Aliyah, jabatan kepsek merupakan amanah strategis dalam mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Pelantikan ini bukan sekadar penugasan jabatan, tetapi amanah besar untuk melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” jelasnya.

Ia berharap seluruh kepsek mampu menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan terus menghadirkan inovasi demi meningkatkan mutu pendidikan di Kota Makassar.

“Saya berharap para kepala sekolah yang baru dilantik dapat menjadi pemimpin yang inspiratif, mampu menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas, serta terus berinovasi demi kemajuan pendidikan di Kota Makassar,” harap Aliyah.

Aliyah menilai kepsek memiliki peran penting sebagai motor penggerak perubahan di lingkungan pendidikan. Karena itu, kepemimpinan yang visioner, adaptif, dan mampu menjawab perkembangan zaman menjadi kebutuhan utama.

Ia juga mengajak seluruh kepsek membangun budaya sekolah yang sehat, inklusif, aman, nyaman, dan menyenangkan, sekaligus memperkuat pendidikan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta budaya berprestasi.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga kualitas kepemimpinan di tingkat sekolah.

“Kolaborasi, dedikasi, dan inovasi yang terus dikembangkan, saya optimistis pendidikan di Kota Makassar akan semakin maju, di masa depan,” tutup Aliyah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru